Eforus HKBP Victor Tinambunan : Tidak ada Demonstrasi di Kantor Pusat HKBP dan di Lokasi Rapat Pendeta

Rapat Pendeta HKBP
formatnews.id – Dengan penuh syukur kepada Tuhan, izinkan saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang telah mendoakan serta menopang dalam berbagai cara pelaksanaan Rapat Pendeta HKBP pada 27–30 Oktober.
Dikutip dari akun facebook Victor Tinambunan, Eforus HKBP, Jumat (31/10/2025), dinyatakan, kami sampaikan dengan jelas: tidak ada demonstrasi yang berlangsung di Kantor Pusat HKBP maupun di lokasi Rapat Pendeta di Seminarium Sipoholon.
Aksi yang terjadi berlangsung di kota Tarutung. Aksi pendukung PT TPL ini bukan jemaat HKBP, meskipun mungkin ada warga HKBP di dalamnya. Warga yang juga kami hormati dan kasihi, ujarnya.
Di antara spanduk yang tampak, ada tertulis: “Ganti Ephorus.” Dari sejumlah foto dan video yang beredar, diketahui bahwa yang memimpin doa dalam aksi tersebut adalah seorang pendeta—namun kami tegaskan, beliau bukan Pendeta HKBP.
Demi menjaga kesatuan denominasi gereja-gereja sebagai tubuh Kristus, dengan rendah hati kami mengimbau agar kita tidak mencampuri urusan internal gereja lain. Akan menjadi kekeliruan besar bila saya atau siapa pun dari HKBP turut dalam demonstrasi yang menyerukan pergantian pimpinan gereja lain, terlebih tanpa dasar yang benar.
Saya mohon bantuan informasi, pinta Eforus Tinambunan, kiranya ada yang mengetahui pendeta yang berdoa dalam aksi tersebut. Saya ingin berbicara dengannya secara pribadi dan penuh kasih, agar semangat kebersamaan antargereja tetap terpelihara—saling menopang untuk mewujudkan kehendak Tuhan.
Kepada seluruh Pendeta HKBP, saya mengingatkan dengan kasih: jangan pernah melakukan tindakan serupa, apalagi dengan maksud tersembunyi untuk menarik anggota dari gereja lain. Biarlah pelayanan kita menjadi saksi kasih Kristus yang murni, bukan alat persaingan antar umat, demikian Eforus.
Pdt Victor juga sangat mengapresiasi profesionalisme aparat Kepolisian Polres Tapanuli Utara yang menerima pemberitahuan kami bahwa Rapat Pendeta HKBP adalah bagian dari ibadah dan di negara ini ibadah tidak boleh diganggu. Terima kasih Pak Kapolres dan Wakapolres Taput dan seluruh personel, ujarnya.
Dalam postingan lainnya, Pdt Victor Tinambunan menuliskan, lebih dari 2.000 Pendeta HKBP dari seluruh penjuru dunia, dalam iman dan ketaatan kepada Tuhan yang mencintai kehidupan, dengan satu suara menyerukan: Tutup PT TPL.
Seruan iman ini disampaikan di bagian akhir video dan dibacakan atas nama seluruh Pendeta oleh Ketua Rapat Pendeta, Pdt Maulinus UW. Siregar, MTh, bersama Praeses Pdt Rintalori Sianturi. Kami sangat berharap, yang terhormat Bapak Presiden Prabowo Subianto, mendengar dan mengabulkan jeritan hati ini.
Lebih dari dua ribu Pendeta HKBP yang melayani 6,5 juta anggota jemaat, bersaksi dan menegaskan: seruan ini dan bukan untuk kepentingan kami sendiri, melainkan demi kelestarian alam, kesejahteraan rakyat, dan masa depan kehidupan—hal-hal yang juga menjadi perhatian dan komitmen mulia Bapak Presiden.
Pernyataan Sikap Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pada Rapat Pendeta HKBP, 27-30 Oktober 2025 di Seminarium Sipoholon.
Kami peserta Rapat Pendeta HKBP yang berjumlah 2.007 orang, dengan ini menyatakan sikap:
1. Sebagai ciptaan baru di dalam Kristus (2 Korintus 5:17), para Pendeta HKBP berkomitmen menolak segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan, ketidakadilan sosial, serta praktik-praktik yang merusak kehidupan manusia dan alam ciptaan.
2. Pendeta HKBP menyerukan kepada seluruh pelayan, majelis/parhalado, warga jemaat, masyarakat, dan pemerintah untuk bersama-sama mencegah dan memberantas segala bentuk praktik korupsi, perjudian, penyalahgunaan narkoba, perdagangan manusia, serta perusakan alam.
3. Pendeta HKBP menolak segala bentuk eksploitasi sumber daya alam dan perusakan lingkungan hidup. Kami mendesak pemerintah, melalui Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk menindak tegas para pelaku perusakan, baik individu maupun korporasi, terutama dengan mencabut konsesi dan izin operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL), yang telah menimbulkan penderitaan dan kerusakan lingkungan di Tano Batak dan kawasan Danau Toba. Tutup TPL. Tutup TPL. Tutup TPL ***
Efendy Naibaho

Pos terkait