INDONESIA MEMULAI VAKSINASI USIA LANJUT

dr Abidinsyah Siregar

Oleh Dr.Abidinsyah Siregar *)

Insya Allah Senin 8 Februari 2021, tenaga kesehatan berusia lanjut (Lansia) diatas 60 tahun akan mulai mendapat Vaksinasi Covid-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan 11.600 tenaga kesehatan terdepan yang berusia di atas 60 tahun akan mulai divaksinasi. Dari 1,5 juta tenaga kesehatan prioritas pertama dan sudah divaksinasi hampir 900.000 orang.

Bacaan Lainnya

Dilakukannya Vaksinasi bagi kelompok Lansia, karena Badan POM telah menerbitkan rekomendasi persetujuan penggunaan (Emergency Use Authorization/EUA).

Informasi ini tentu menjadi berita penting bagi komunitas usia lanjut di Indonesia, yang selama ini menantikan berita pasti tentang apakah lanjut usia perlu divaksinasi, kapan waktunya dan dimana mendapatkan kesempatan Vaksinasi.

Kekhawatiran masyarakat tidak semakin menurun terhadap Pandemi Covid-19. Pertambahan kasus terkonfirmasi terus di atas 12.000 per hari. Tampaknya pertambahan kasus di negara kita, naik dan bertambah bagai tanpa hambatan, proses kenaikan/pertambahan sejalan dengan semakin banyak kasus terinfeksi dan semakin banyaknya kasus yang meninggal.

Sampai pertengahan Desember 2020, jumlah kematian per hari tidak melampaui 200 kematian. Tetapi setelahnya, sudah terus di atas 200 kematian bahkan pada 28 Januari 2021 mencapai 476 kematian. Jumlah sembuh nyaris sama dengan pertambahan kasus per hari.

Tetapi ada rerata 170.000-an kasus aktif yang dalam Isolasi dan perawatan RS Rujukan Covid-19. Sebahagian diantaranya dalam keadaan kritis. Kasus aktif Indonesia kini menjadi tertinggi di Asia. Jumlah kematian di atas 200 orang per hari. Serta jumlah kasus aktif yang terus bertambah menunjukkan betapa besarnya ancaman penularan virus yang bersumber dari orang-orang yang terinfeksi dan tidak bergejala yang boleh jadi ada di sekitar kita.

Masyarakat semakin menyadari perlu segera mendapat vaksinasi, termasuk komunitas Lansia dengan segala keterbatasannya.

Saat ini jumlah lanjut usia di Indonesia telah mendekati 30 juta dari jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 270 juta tahun ini. Dan akan terus bertambah akan melampaui 60 juta pada perayaan 100 tahun Indonesia merdeka (1945-2045), saat mana penduduk akan berjumlah 318,96 juta sebagaimana dipublikasikan BPS.

Dari berbagai sumber diketahui bahwa sekitar 40% kelompok Lansia memiliki 2-4 jenis penyakit penyerta (Komorbid) seperti Diabetes, Hipertensi, Penyakit Jantung dan Paru.. Sekitar 20% mereka tinggal bersama pasangan dan lebih 9% sendiri.

Banyak diantara mereka tidak terlibat aktivitas kelompok kegiatan yang diselenggarakn BKKBN melalui Bina Keluarga Lansia/BKL), Kemenkes/Dinas Kesehatan melalui Posyandu Lansia, maupun kelompok yang diselenggarakan Kemensos/Dinas Sosial di Daerah.

Berangkat dari data Litbang Kemenkes RI, berdasarkan temuan dalam masa Pandemi Covid-19, diketahui hampir 90% tidak menyadari punya masalah kesehatan.

Pengalaman penulis sebagai Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) pada tahun 2013-2018 menemukan angka Jamaah Haji Indonesia dengan risiko tinggi (usia 60 tahun dan atau dibawahnya dengan Komorbid) semakin tinggi, dan terakhir di tahun 2018-2019 sudah diatas 70%.

Melihat banyaknya kasus AKTIF di Indonesia, itu bermakna bahwa di sekitar kita banyak orang-orang terinveksi Virus Covid-19. Dan Lansia harus lebih hati – hati dan waspada. Lansia harus EXTRA WASPADA karena Angka kematian akibat terinfeksi virus Covid-19 terbanyak yaitu lebih 40% adalah kelompok usia lansia, sekalipun yang terinfeksi jumlahnya kecil.

Hal ini karena lansia RENTAN, dimana daya tahan tubuh rendah dan memiliki penyakit penyerta,  Untuk itu ada sejumlah pesan termasuk yang direkomendasikan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) sembari menunggu giliran VAKSINASI sebagai berikut :

1.Mengurangi aktivitas di luar rumah, termasuk kegiatan ibadah dan acara kekeluargaan. Jika harus keluar rumah pastikan menuju tempat yang benar-benar aman, dalam jumlah pengunjung amat terbatas dan tetap memakai masker di samping selalu rajin Cuci tangan pakai Sabun (CTPS) dan Menjaga jarak.

2.Biasakan diri bersih, berolahraga ringan, menyempatkan berjemur matahari pagi, makanan bergizi dan cukup istirahat.

3.Memastikan ketercukupan Obat-obatan untuk Penyakit penyerta dan teratur dikonsumsi sesuai pesan Dokter.

4.Keluarga diminta memberi perhatian manakala terjadi kondisi gangguan kesehatan seperti demam, sesak, penurunan nafsu makan, sering mengantuk, gelisah agar segera dikomunikasikan kepada Dokter keluarga atau Petugas Kesehatan melalui Call center

5.Jika sehat dan fit, maka akan mendapat kesempatan Vaksinasi Covid-19 tanpa penundaan. YUK SUKSESKAN VAKSINASI COVID-19.

Jakarta, 7 Februari 2021

*) Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes : Ahli Utama BKKBN dpk Kemenkes/ Mantan Deputi BKKBN/ Mantan Komisioner KPHI/ Mantan Kepala Pusat Promkes Depkes RI/ Alumnus Public Health Management Disaster, WHO Searo, Thailand/ Mantan Ketua MN Kahmi/ Mantan Ketua PB IDI/ Ketua PP IPHI/ Ketua PP ICMI/ Ketua PP DMI/ Waketum DPP JBMI/ Ketua PP ASKLIN/ Penasehat BRINUS/ Penasehat Klub Gowes KOSEINDO/ Ketua IKAL FK USU/ Ketua PP KMA-PBS/ Penasehat PP PDHMI/ WaKorbid.Orbida dan Taplai DPP IKAL Lemhannas/ Pengasuh media sosial GOLansia.com dan Kanal-kesehatan.com

Pos terkait