formatnews.id – Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan, MSi bersama Ompui Eforus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar didampingi Forkopimda dan beberapa pimpinan OPD sambut kunjungan kerja Menteri BUMN H Erick Thohir, BA, MBA dalam rangka penandatangan MoU HKBP dan BUMN di Pearaja Tarutung, Kamis (19/05/2022).
Turut hadir Ketua TP PKK Tapanuli Utara Satika Simamora dan anggota, Ompung Boru Eforus HKBP, Sekjen HKBP Pdt Dr Victor Tambunan, Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga, Dirut Utama Telkom Ririek Adriansyah.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Nikson Nababan mengucapkan selamat datang kepada Menteri beserta rombongan di Kabupaten Tapanuli Utara yang indah dan sejuk. “Terima kasih atas kesediaan Bapak mengunjungi Bona Pasogit kami ini. Kiranya kedatangan Bapak menjadi berkah bagi kabupaten kami yang tercinta ini. Terima kasih juga atas Bazar UMKM di Tarutung yang diselenggarakan atas dukungan Kementerian BUMN, kita sangat senang dan bangga seperti kata Bung Karno “Jangan jadi Budak di Negeri Sendiri tapi jadilah Tuan di Negeri Sendiri” dan inilah yang harus kita kerjakan bersama-sama agar produk dalam negeri yaitu UMKM kita, Home Industry bisa menjadi tuan di negeri sendiri.
Bupati juga menyatakan bahwa sudah membina ribuan UMKM di Tapanuli Utara ini, awalnya pengurusan izin sangat sulit sekali, melalui notaris mengajukan izin usaha, kemudian meningkat lagi mengurus izin BPPOM, lalu izin halal dan sebagainya. Dan hal tersebutlah yang menjadi tantangan saat ini. Selanjutnya Bupati menyampaikan pendapat bagaimana bila dilakukan desentralisasi atas izin tersebut.
“Karena keterbatasan anggaran kami, saya pun sedang fokus berjuang bagaimana memerdekakan semua desa yang ada di Tapanuli Utara karena Desa Kuat, Kota Kuat maka Negara Indonesia pun mandiri dan berdikari.
Kami juga sampaikan kepada bapak menteri beberapa permasalah pembangunan diantaranya : pendapatan asli daerah yang begitu rendah, interkoneksi antardusun dan desa, desa dengan kecamatan belum optimal, daya saing produk UMKM yang masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya modal dan pengetahuan pelaku usaha dan rendahnya pendapatan petaniuntuk itu kami menyampaikan beberapa proposal pembangunan kiranya dapat dukungan dari bapak menteri di antaranya pengadaan alat berat, pembukaan jalan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara ( batas Taput – Kab.Labuhan Batu Utara)” ujar Bupati menambahi.
“Kami sudah usulkan kepada Presiden Jokowi agar ada Universitas Negeri Umum di Tapanuli Utara agar kami bisa mengejar ketertinggalan kami dari daerah lain sekaligus juga mendukung perkembangan Pariwisata di Tapanuli Utara dan sekitarnya. Kami juga mohon dukungan Pak Menteri agar bisa menyampaikan permohonan kami ini kepada Bapak Presiden. Sepulangnya Bapak dari Tapanuli Utara kiranya Tuhan tetap menyertai dan melindungi Bapak dan rombongan sampai ke tempat tujuan dengan selamat”, ujar Bupati mengakhiri.
Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN H Erick Thohir BA, MBA mengatakan UMKM adalah salah satu fondasi utama kekuatan ekonomi sebuah negara. Maka perhatian dan kepedulian terhadap UMKM harus terus digalakkan.
Menurut Erick, sudah selayaknya seluruh stakeholder menaruh perhatian lebih kepada UMKM. Erick Thohir berharap bantuan dan program yang sudah didistribusikan oleh pemerintah bisa digunakan dengan baik. “Tiada yang lebih membahagiakan selain melihat orang sekeliling kita tumbuh dan berkembang. Semoga amanah ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Erick Thohir.
Hasil diskusi Pak Menteri dengan Bupati Nikson Nababan tentang pertanian di Tapanuli Utara, Erick Thohir memperkenalkan Program Makmur untuk para Petani. Program Makmur yang merupakan singkatan dari Mari Kita Majukan Usaha Rakyat. Program itu dilaksanakan untuk menghubungkan petani dengan pihak project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, pemerintah daerah, agroinput, dan jaminan ketersediaan pupuk nonsubsidi.
“Saya melihat bagaimana kekuatan kita menjadi sebuah bangsa adalah karena perbedaan kita. Kita dapat bersolidaritas dalam membangun tanah air tercinta dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi. Terutama, dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Selanjutnya Ompui Eforus mengucapkan terima kasih kepada Menteri Erick Thohir dan jajarannya, yang bersedia datang ke Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung. HKBP sangat bangga dan terhormat atas kedatangan Bapak Menteri. Saat ini HKBP berbenah memberdayakan jemaat dan pengoptimalan aset di seluruh Indonesia. Sekaligus juga menghidupkan UMKM-UMKM warga jemaat. HKBP yang memiliki asset yang banyak seperti tanah, gedung pertemuan dan penginapan. Namun selama ini belum dimanfaatkan dengan maksimal.
Ompui berharap BUMN dapat bersama HKBP membuat aset tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Di mana Pak Menteri sudah berkunjung ke Jetun Silangit, Eforus berharap Jetun Silangit menjadi pusat agrobisnis di Tapanuli Raya ini. Seluruh hasil pertanian diolah menjadi produk bernilai tinggi. Even-even, pameran atau eksebisi perusahaan negara dapat dilakukan di Jetun Silangit, hanya berjarak 10 menit dari Bandara Silangit.
“Oleh karena itu, penandatangan MoU HKBP dan BUMN ini suatu langkah strategis awal kerjasama. Saya yakin, bahwa Pak Menteri tidak mau MoU ini hanya sebatas kertas saja, tapi harus terimplementasi secara baik dan rapi.” tutur Ompui Ephorus.
Selanjutnya Erick Thohir bersama Bupati Nikson Nababan dan Ompui Eforus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar beserta para rombongan meninjau Pasar Rakyat dan UMKM BUMN di Lapangan Serbaguna Tarutung. Masyarakat Taput sangat antusias atas kedatangan Menteri BUMN yang terlihat dari usaha mereka untuk dekat dengannya. Bahkan sampai ajak foto selfie.
Setelah itu Erick Thohir beserta rombongan bertolak ke Bandara Silangit melanjutkan perjalanan ke Medan. ***
Efendy Naibaho
