Pastor Walden Sitanggang : MERAWAT KEHIDUPAN PASCA TUTUP TPL

Pertemuan dengan Pastor Walden Sitanggang di Siantar

formatnews.id – Menindaklanjuti pertemuan sejumlah Aktivis Lingkungan di Resto Op. Herti Balige beberapa saat lalu yang diinisiasi DR Asmadi Lubis dan dihadiri Ketua KSPPM Rocky Pasaribu, Aktivis AMAN Roganda Simanjuntak, Tokoh Agama ProLingkungan  Pdt Jurito Sirait, Ketua Yayasan Pusuk Buhit & Wakil Sekretaris  Efendy Naibaho & M. Andi Naibaho serta Dir Eksekutif Komunitas Peduli Danau Toba Alex A. Simatupang dan aktivis lainnya dengan Topik “Kegelisahan Aktivis Atas Lahan Konsesi PT Toba Pulp Lestari, Tbk atau TPL pasca dicabutnya ijin operasionalnya di atas lahan 167.912 Ha di Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba, beberapa aktifs ini beramatamah dengan Pastor Walden Sitanggang

Ketua Yayasan Pusuk Buhit : Efendy Naibaho mengambil inisiatif untuk mendapatkan informasi langsung (A1) dari Ketua Sekeretariat Bersama (Sekber) Pejuang Ekologis Pastor Walden Sitanggang. Pertemuan berlangsung Kamis, 26 Februari 2026, penuh kekeluargaan, hangat sambil ngopi bareng di ruang tamu Pastoran Gereja Khatolik Naga Huta/ Simpang 2 Siantar.

Bacaan Lainnya

Delegasi terdiri atas Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho & Tim, Warto Sinurat  serta M Andi Naibaho, Aktivis Senior Gerakan Ulos dan Penasehat HBB Raja Hasoge Panjaitan, plus Dir Eksekutif Komunitas Peduli Danau Toba Alex A. Simatupang.

Kepada delegasi, Ketua SekberPastor Walden Sitanggang menyampaikan beberapa hal di antaranya bahwa Sekber konsisten untuk masuk ke akar permasalahan yaitu merawat kehidupan. Antara lain pengembalian tanah adat (penyelesaian Konflik agraria) serta pemulihan dampak rentetan bencana alam yang terjadi di Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba.

Pastor menyatakan bahwa pertemuan para aktivis dan rohaniawan telah merumuskan cetak kebijakan (policy print) agar standing position Sekber jadi Mitra Strategis Pemerintah. Tujuannya adalah tetap konsisten mempengaruhi dan menjaga opini publik dan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah, termasuk di dalamnya mencari solusi terbaik untuk eks karyawan TPL.

Diharapkan agar Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho dapat berperan aktif memilih dan mengajukan nama – nama tokoh di setiap kabupaten untuk melakukan pengawasan terhadap proses pasca TPL ditutup.

Inilah menjadi cikal bakal tim ekologi setiap kabupaten yang menjadi mitra lokal Sekber. Sehingga setiap keputusan yang diambil “Jangan sampai menimbulkan korban dari pihak manapun”.

Untuk rencana pertemuan Deklarasi Pernyataan Sikap Sekber dan semua elemen masyarakat tanggal 7 Maret 2026 nanti, Pastor berharap, ada dulu pertemuan pradeklarasi untuk meyamakan persepsi dari semua unsur. Setelah itu kita buatkan semacam pernyataan sikap dan kita DEKLARASIKAN”.

Tidak lupa demi merawat kebidupan bersama warga di zona eks konsesi TPL. pertemuan itu juga Pastor Walden memberi perhatian serius tentang nasib eks karyawan TPL yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja  dan disepakati perlu ada solusi yang terbaik buat mereka. ***

Samuel Parningotan

Pos terkait