Jalan ke Pusuk Buhit Butuh Sirtunisasi

Puduk Buhit butuh sirtunisasi

formatnews.id – Pusuk Buhit dan Kawasan Pusuk Buhit yang memiliki  puluhan objek budaya wisata religi membutuhkan penanganan dan pengelolaan terpadu melibatkan banyak pihak baik Pemkab Samosir, Pemrov Sumut bahkan Pemerintahan  di Pusat dan etnis Batak di seluruh dunia. Salah satunya yang mendesak adalah perbaikan jalan menuju Pusuk Buhit mencapai 10 kilometer lebih minimal dilakukan penyirtuan, sirtunisasi.

Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho bersama Komunitas Pusuk Buhit yang baru dibentuk diketuai Aliman Tua Limbong didampingi Pengacara Kondang Jamin Naibaho dan Danramil Harian, Samosir, Suhairi menyatakan keinginan tersebut setelah melakukan peninjauan dan gotong royong bersih2 jalan menuju Pusuk Buhit, Senin (30/1).

Bacaan Lainnya

Komunitas Pusuk Buhit yang baru dibentuk dengan SK Yayasan Pusuk Buhit sejak 17 Januari 2023 diharapkan bekerja ekstrakeras mengajak dan bekerja sama dengan berbagai pihak, tokoh masyarakat, bius dan lainnya dan menjadi mitra utama Pemerintah mengelola kebersihan, mengkoordinir peziarah, menyediakan jasa angkutan l Travel l EO, mengusulkan Master Plan l Rencana Induk Tata Ruang, menghidupkan l membentuk Ulu Balang sebagai Polisi Pariwisata dan Mitra Kamtibmas, mengadakan Even Tetap Keliling Pusuk Buhit l Paralayang l , perayaan Hari Ulos setiap 17 Oktober, mendirikan Posko l Pusat Informasi Turis di Kode Parserahan l Kode Jurnalis di  Aek Rangat,
Lumban Butar ll, Siogung-ogung dan di Tugu Gundung, Halumbea, di Sipitu Dai

Juga merancang Tangga Saribu dari tiga titik Aek Rangat, Siogung-ogung l Lumban Butar dan Sianjurmula – mula l Batu Napitu. Termasuk Program Home Stay l Tenda, Menghidupkan l Memberdayakan Arsip, Perpustakaan dan Museum Pusuk Buhit, Belajar Budaya dan Sejarah Batak, Menikmati pemandangan alam dan udara yang sejuk, Treking dan Camping di Gunung Pusuk Buhit dan mengenakan ulos dan menari bersama di Sigulatti

Kawasan Pusuk Buhit meliputi  Kecamatan Pangururan dan Kecamatan Sianjurmula – mula meliputi desa-desa dan Kelurahan Sarimarihit, Sianjurmula – mula, Ginolat, Siboro, Hutaginjang, Aek Sipitu Dai, Kel Siogung-ogung, Tanjung Bunga dan Boho.

Wilayah Kawasan Pusuk Buhit sendiri mencakup Terusan Tano Ponggol l Jembatan Tano Ponggol l Aek Rangat l Ruma Hela l Aek Parsuangan l Simarsasar l Sijukjuk Hill l Aek Sipitudai l Batu Napitu. Di Batu Sawan l Sarimarihit
Batu Hobon l Sopo Parsaktian Guru Tatea Bulan l Raja Gumeleng-geleng l Tuan Saribu Raja l Limbong Mulana l Sagala Raja l Silau Raja l Malau l Perkampungan Si Raja Batak l Sampuran Naisogop. Sementara bius di Pusuk Buhit terdiri Bius Sipitu Tali l Op Borsak Limbong l Nago Limbong l Naburahan Limbong l Na40 Limbong l Tuan Jonggi Nabolon Limbong l Raja Nabimbinan Limbong l Raja Nalomak Habeahan, kermudian Bius Suhi Ni Ampang Na 4
Bangun Rea Sagala l Tuan Mula Sagala l Raja Oloan Sagala l Raja Dapotan Siboro dan Bius Sitolu Hae Horbo
Naibaho l Sitanggang l Simbolon

Program perdana Komunitas Pusuk Buhit itu yang dimulai Senin (30/1) dengan membersihkan rerumputan yang tumbuh di kiri kanan menuju Pusuk Buhit.  Sampah – sampah juga turut dibersihkan dan berbagai rencana program di Pusuk Buhit akan dilakukan secara berkesinambugan dan berkelanjutan.

Selain Efendy Naibaho, Alimantua Limbong, Suhairi, Jamin Naibaho menargetkan pembersihan kawasan Pusuk Buhitnya bisa bulan ini ditangani sedang termasuk perbaikan beberapa tempat di sana, akan dikonsultasikan dengan pihak terkait yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir maupun Dinas Lingkungan Hidup dan PUPR.

Diperoleh informasi, Edison Pasaribu, Kadis LH Samosir, ketika menjabat rangkap di Dinas PUPR Samosir, membuka jalan di sana melalui alat PUPR,  swakelola dan kamar mandi sudah diperbaiki dan parkiran sudah ada.

Jamin Naibaho sendiri, selain pengacara handal, juga aktifis lingkungan, secara langsung memungut sampah di kawasan Pusuk Buhit itu bersama Komandan Koramil Harian dibantu personel Komunitas Pusuk Buhit lainnya.

Pembina Komunitas Pusuk Buhit ini adalah Bernard Limbong, Tetty Naibaho, Edison Pasaribu dan Pantas Maroha Sinaga sedang penasehatnya Lundak Sagala, Jonny Sagala serta Pantas Lasido Limbong. Sebagai Pengawas Osten Sidabutar.

Ketuanya Aliman Tua Limbong, Wakil Ketua Halomoan Sagala, Sekeretaris Fransisca dan lainnya bekerjasama dengan MITRA KERJA Julina Martha Hutapea – APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia), Noel Gabriel Situmorang – Bolang Toba Adventure dan  SAR Danau Toba.

Wikipedia, Ensiklopedia Bebas menyebutkan Pusuk Buhit (“puncak bukit”) adalah nama salah satu puncak di pinggir barat Danau Toba. Dalam mitologi suku Batak, puncak tersebut diceritakan sebagai tempat “kelahiran” suku tersebut. Pusuk Buhit adalah salah satu gunung berapi (G.Sibayak, Sinabung, Sorik Merapi) yang terdapat di Sumatera Utara. Gunung ini memiliki ketinggian 1.972 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan mencakup beberapa desa di Kecamatan Sianjur Mula-mula dan Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. *** en

 

 

Pos terkait