formatnews.id – Kominfo Samosir (13/02) : Anggota DPRD Kabupaten Samosir Jonner Simbolon mengatakan kepemimpinan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom sangat inspiratif sehingga mau mengunjungi dan mendengar keluhan masyarakat sampai ke desa.
Melalui Bunga Desa, Bupati Ngantor di Desa ini, Jonner, yang sangat dekat dan sering marhuta-huta ke dapilnya ini berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Bupati. Menurut Jonner, program Bupati dengan memanfaatkan alat berat dalam peningkatan jalan sangat membantu, yaitu peningkatan jalan melalui sirtunisasi sebagai salah satu solusi mengingat keterbatasan anggaran daerah.
Jonner Simbolon, politisi handal dari Nasdem yang sangat akrab dengan jurnalis ini, setelah dari Desa Sabungan Nihuta, bersama Bupati Samosir Vandiko kembali menemani Vandiko berkantor di Desa Paraduan-Kecamatan Ronggur Nihuta, 13/02.
Pendekatan pelayanan kepada masyarakat di Desa Paraduan, ditandai dengan kehadiran Bupati yang membawa pelayanan gratis yang langsung menyentuh dan dirasakan masyarakat antara lain pelayanan kesehatan gratis, imunisasi polio bagi anak berusia 0-59 bulan, Implan KB gratis, pendaftaran untuk BPJS, pelayanan administrasi kependudukan, sosialisasi pembuatan pupuk organik, pengurusan ijin berusaha.
Selain itu, Bupati Samosir memberikan perhatian kepada petani berupa bantuan pertanian berupa pupuk organik, dan bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi dan kurang mampu, pemberian makanan tambahan kepada balita serta berbagai program pelayanan lainnya.
Turut hadir, selain Jonner Simbolon, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Camat Ronggur Nihuta Bresman Simbolon dan pimpinan OPD Kabupaten Samosir.
Kehadiran Bupati dan rombongan disambut hangat Lembaga Adat Desa Paraduan bersama masyarakat dan memberikan ulos sebagai ucapan syukur atas kehadiran Bupati Samosir. “Horas amang/ inang, saya senang bisa berkantor dan bertemu langsung dengan masyarakat. Saya berkantor ke desa untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani. Bapak ibu tidak usah segan-segan, silakan digunakan/dimanfaatkan dengan baik” sapa Vandiko.
Mengawali pelayanan, Bupati Samosir mengunjungi dan menyapa peserta sosialisasi KB dan Stunting. Sebagai salah satu lokus stunting, Bupati meminta Kepala Desa memberi perhatian serius, karena menyangkut masa depan generasi penerus. Kalau ada anak dengan ciri-ciri stunting silakan disampaikan/dilaporkan sehingga bisa diatasi. “Mohon kerjasama kita, stunting bukan aib, tidak usah ditutup-tutupi, silakan laporkan sehingga mendapat penanganan. Tahun depan harus bisa kita turunkan. Minta pendampingan kepada penyuluh dan kepada keluarga baru untuk memperhatikan asupan gizi anak selama dalam kandungan”, kata Vandiko.
Sebagai bukti keseriusan dalam pemberantasan stunting, Bupati Samosir memberikan bantuan Rp 3,5 juta per bulan selama 10 bulan untuk penambahan gizi anak di Desa Paraduan.
Selanjutnya Bupati Samosir memastikan pelayanan kepada masyarakat di Desa Paraduan berjalan dengan baik. Mencek kehadiran perangkat desa, bertanya tentang kepuasan pelayanan yang dilakukan perangkat desa kepada masyarakat. Masyarakat Desa Paraduan mengakui bahwa pelayanan yang dilaksanakan berjalan dengan baik.
“Kepala desa untuk lebih aktif lagi memberikan informasi pelayanan, menyelesaikan konflik yang ada dengan kekeluargaan” imbau Vandiko.
Selain memberikan pelayanan gratis, Bupati Samosir membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan/ kendala. Program Bunga Desa mendapat apresiasi dan pujian dari Masyarakat Desa Paraduan. Hal ini disampaikan Kariel Sitanggang yang mengaku bangga dengan kehadiran Bupati Samosir dengan membawa pelayanan nyata dan dirasakan masyarakat.
“Terima kasih kepada Bupati yang sudah menginjakkan kaki di Desa Paraduan, terimakasih atas perhatian Pemkab Samosir yang sudah mau dekat dan melayani masyarakat. Sehingga berbagai pelayanan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara nyata ” kata Kariel.
Dalam kesempatan ini Kariel mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan, pemberdayaan dan pembinaan bagi petani di Desa Paraduan. Disampaikan bahwa Desa Paraduan memiliki produk unggulan kopi dan cengkeh namun sudah tua dan tidak produktif. Atas nama masyarakat Kariel berharap, kehadiran Bupati akan memberikan perhatian terutama dalam perbaikan infrastruktur jalan (hotmix), kebutuhan air bersih (air minum) dengan memanfaatkan sumber air dari Pea Nabagas.
Hal yang sama disampaikan pelaku usaha, A Bane Gurning, kesulitan dalam pengangkutan hasil pertanian masyarakat akibat infrastruktur jalan yang rusak. Bane juga meminta pembukaan jalan usaha tani untuk mempermudah pengangkutan hasil pertanian.
Menanggapi permintaan masyarakat, Bupati Samosir menjelaskan untuk Tahun 2023, Desa Paraduan akan disentuh melalui APBD dengan program penataan perkampungan Lumban Dugul, rekontruksi jalan Sigorat- Sidihoni, pelebaran dan pembangunan Jembatan Sipalakkka, penataan pekarangan SD N 1 Paraduan, Pembangunan Laboratorium SDN 1 Paraduan dan Rehabilitasi Ruang Kelas SDN I Paraduan. Selain itu, Bupati Samosir mengalokasikan dana sebesar Rp 100 juta untuk rekontruksi Jalan Galaleu.
“Dengan keterbatasan anggaran, pembangunan harus tetap berjalan dan berkelanjutan. Usulan yang diberikan akan kami tampung dan akan disesuaikan dengan kesanggupan anggaran” pungkas Vandiko.
Mengingat sistem penganggaran pemerintah terstruktur, Bupati mengimbau agar apa yang diusulkan masyarakat diusulkan dalam musrenbang desa sehingga dapat diprogramkan untuk tahun depan. Lebih lanjut disampaikan, akibat keterbatasan anggaran, kebijakan penanganan peningkatan infrastruktur jalan dilakukan dengan pemanfaatan alat berat dan mengandalkan potensi sirtunisasi dari masing-masing desa.
Bupati Samosir akan mengerahkan alat berat di Desa Paraduan dalam pembukaan jalan usaha tani dan peningkatan infrastruktur jalan. Namun diminta agar masyarakat bersepakat dan bersedia membebaskan lahan. “Silakan didata lahan dan jalan yang akan dibuka. sehingga ketika alat berat diturunkan dapat langsung bekerja, silakan dimanfaatkan dengan baik” ucap Vandiko.
Dalam menjamin kesehatan masyarakat, Vandiko terus melakukan percepatan BPJS gratis bagi masyarakat. Diutarakan, kondisi saat ini 97,7 persen masyarakat Kabupaten Samosir sudah memiliki BPJS, mencapai target UHC diatas target nasional dan mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat. Dengan tercapainya UHC, saat ini masyarakat Kabupaten Samosir semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, cukup dengan membawa KTP/KK.
Dengan pencapaian ini, BPJS masyarakat yang baru didaftar dapat langsung aktif tanpa menunggu sampai 14 hari kedepan. Untuk itu Vandiko, mengimbau masyarakat untuk menggunakan BPJS dalam menjaga kesehatan dan meminta masyarakat yang belum memiliki BPJS mendaftarkan diri dalam Bunga Desa.
Menanggapi keluhan kurangnya pupuk di kalangan petani, Bupati Samosir menjelaskan bahwa Pemkab Samosir tidak tinggal diam dengan kelangkaan pupuk tersebut. Sebagai solusi, Bupati Samosir membuat terobosan baru dengan melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik kepada kelompok tani. Dengan tujuan petani dapat memproduksi pupuk sendiri.
Menurut Bupati Samosir, diluar pupuk kimia bersubsidi, sekitar 60 persen kebutuhan pupuk bagi petani diatasi dengan pupuk organik cair maupun padat. Untuk itu Vandiko mengajak petani untuk mengikuti pelatihan dengan serius. Pembuatan pupuk organik ini juga akan dapat memberikan nilai tambah bagi petani, dapat dijual bagi petani lain. Pemerintah akan membantu sertifikasi pupuk organik yang dihasilkan sehingga bisa dijual menambah pendapatan masyarakat.
Di samping itu, Vandiko menyampaikan agar masyarakat tidak ragu dengan pupuk organik, bahwa hasil pertanian dengan pupuk organik cukup bagus dan sudah dibuktikan pada Kelompok Tani Siriaon Kecamatan Onan Runggu. “Tidak usah ragu menggunakan pupuk organik, sudah ada bukti, selain memelihara kesuburan tanah, dengan pupuk organik hasil pertanian juga bagus dan memuaskan”, ungkap Bupati Samosir.
Mendukung pembuatan pupuk organik, Bupati Samosir mengintruksikan agar setiap kepala desa membantu kelompok tani dengan pembelian mesin pencacah. Selain itu, Dinas Ketapang dan Pertanian menyediakan mesin pencacah dengan sistem pinjam kepada kelompok tani.
Di hadapan masyarakat, Bupati Samosir menambahkan, berkantor di Desa Paraduan tidak hanya berkunjung semata, tetapi betul-betul bekerja melayani masyarakat, memastikan seluruh program berjalan dengan baik. “Kehadiran saya untuk mendekatkan pelayanan dan pembangunan kepada masyarakat. Mendengar aspirasi masyarakat, sehingga kedepan masyarakat di desa mendapat pembangunan dan pelayanan yang merata dengan masyarakat yang ada di kota” terang Vandiko.
Bupati Samosir dalam Bunga Desa itu juga menyaksikan secara langsung kegiatan pembuatan pupuk organik oleh kelompok tani. Memastikan pembinaan pembuatan pupuk organik berjalan dengan baik dan memberikan manfaat kepada petani.
Pengurusan berbagai dokumen masyarakat Desa Paraduan berlangsung cepat, tepat dan selesai. Seraya pelayanan tetap berjalan, Bupati Samosir menyerahkan dokumen yang sudah selesai secara langsung kepada masyarakat. ***
Efendy Naibaho
