formatnews.id – Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho, juga aktifis di Kawasan Danau Toba, mengusulkan dan berharap sebuah polres baru, bernama Polres Danau Toba, atau apapun sebutannya, segera dibentuk. Sudah saatnya didirikan. “Usul saya lokasinya di Tele, sekalian dengan Mako Brimob”, ujarnya kepada media, Kamis (23/2) di sekretariat yayasan itu di Lumban Butar ll, Siogung-ogung, Pangururan, Samosir.
Usul ini sebenarnya sudah lama disebut-sebut Efendy Naibaho setelah Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang superprioritas dan semakin banyaknya even nasional dan internasional maupun pembangunan yang pesat di kawasannya mulai pendirian Bandara Silangit hingga pembangunan di kawasan-kawasan lainnya.
Kawasan Danau Toba disebutkan Naibaho, juga Ketua Forum Peduli Danau Toba meliputi Samosir, Simalungun, Toba, Taput, Karo, Pakpak Bharat, Dairi dan Humbahas. Cukup luas dengan pemandangan yang luar biasa dari berbagai kawasan. Di Samosir saja sudah ada Sibea-bea, Tano Ponggol dan Terusan Tano Ponggol dan beberapa investor juga sedang melirik dan sedang membangun di tempat-tempat wisata potensial.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembentukan Kewilayahan Kawasan Tertentu Sebagai Kajian Konsep Pengamanan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba”, di Aula Sopobolon, Hotel Niagara, Parapat, Kabupaten Simalungun, Rabu (22/2), yang dihadiri Menko Polhukam, juga Ketua Kompolnas RI Prof Dr Mahfud MD, Komisioner Kompolnas, Kabaharkam Polri, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, Kapolda Sumut Irjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak, Pejabat Utama Polda Sumut, BPODT, PHRI, Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta Kapolres se-Kawasan Danau Toba yakni Samosir, Simalungun, Toba, Taput, Karo, Pakpak Bharat, Dairi dan Humbahas, tersirat adanya rencana pembentukan polres baru tersebut.
Efendy Naibaho mengartikan stetmen seperti yang disampaikan dalam siaran pers Dinas Kominfo Samosir, misalnya yang disebutkan Menkopolhukan Mahfud MD, melalui hasil FGD ini, jikalau ada nantinya yang sangat penting untuk menambah anggota kepolisian di Kawasan Wisata DPSP Danau Toba, hal itu akan dilakukan.
Mahfud MD juga mengajak pemerintah kabupaten yang berada di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba, supaya membayangkan bagaimana memikirkan dari berbagai aspek untuk mendukung peningkatan, sehingga para wisatawan merasa aman dan nyaman saat berwisata.
Selain membahas arah kebijakan operasional pengamanan DPSP Danau Toba, dalam acara tersebut juga digelar diskusi soal pemulihan ekonomi masyarakat melalui Pariwisata Danau Toba.
Saat membuka acara, Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan, pariwisata harus dikelola dengan sebaik-baiknya dengan pembangunan di bidang lainnya. “Kalau tempat wisata itu bagus, perekonomian di daerah wisata itu akan bertumbuh dengan sendirinya dan investasi – investasi akan masuk ke daerah wisata tersebut”, ujarnya.
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanan FGD yang diinisiasi Kompolnas bekerjasama dengan Polri dan Polda Sumut. Untuk memberi rasa aman kepada masyarakat wisata di DPSP Danau Toba yang akan terus berkembang sebagaimana arah kebijakan yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo, perlu dibentuk satu satuan kewilayahan yang mampu mengintegrasikan sebuah sistem keamanan yang terkoordinir.
“Kami terus berupaya untuk memberi rasa aman, namun tantangan karakteristik Danau Toba yang cukup besar, perlu satuan kewilayahan yang khusus, yang mampu menjalankan fungsi polisi pariwisata yang preventif dan terintegrasi serta mampu mengantisipasi berbagai gangguan kamtibmas sebagai salah satu syarat penting”, ujar Kapolda Panca Putra.
Terkait dengan polisi pariwisata, Efendy Naibaho menyebutkan perlunya dihidupkan ulubalang sebagai Polisi Pariwisata dan Ulubalang Mitra Kamtibmas. Pendirian ulubalang seperti di Bali pecalang, sejak Kapolres Samosir dijabat Pak Damanik dulunya pernah digagas.
Wakil Bupati Samosir Drs Martua Sitanggang, MM bersama Wakil Ketua DPRD Samosir Pantas M Sinaga didampingi Kadis Kominfo Immanuel TP Sitanggang, Kadis Pariwisata Tetti Naibaho, Kaban Kesbangpol Dumosch Pandiangan dan Sekdis PUTR Frans Boy Naibaho turut hadir mengikuti Focus Group Discussion (FGD) tersebut. ***
