Raja Sisingamangaraja XII, Namamu Mendunia

Mauliate Simorangkir

Oleh Mauliate Simorangkir l Praktisi Kebijakan Publik

PAGI minggu yang cerah dan damai, Minggu 13 Agustus 2023, saya terbangun pagi betul, pukul 04 .00 diluar kebiasaan bangun pukul 05.00. Bukan karena ada agenda harus olah raga pagi bersama sahabat dekat atau acara lain atau agenda untuk bepergian tapi betul – betul terbangun karena saya sadar bahwa hari ini adalah hari minggu, hari untuk bermazmur.

Bacaan Lainnya

Dalam kebiasaan bangun pagi, saya pasti baca buku yang sudah ada di samping tempat tidur dan pada saat ini buku itu berjudul “Benturan Antar Peradaban” by Huntington. Buku ini kembali saya baca ulang ,mungkin sudah ke beberapa kali.

Setelah membaca beberapa halaman dan masuk pada halaman selanjutnya dan sampai pada sub bab berikutnya tentang ” Demokrasi dan Hak Asasi Manusia ” , saya terus membaca dan pada halaman berikutnya saya menemukan catatan pensil yang saya tulis 7 tahun lalu, yang menyebut nama beliau yang terhormat: Ompui Raja Sisingamangaraja XII , resmi dibubuhkan di Bandar Udara Silangit yaitu “Bandar Udara Internasional Raja Sisingamangaraja XII “, Silangit .

Penetapan bandara tersebut menjadi Bandar Udara Internasional Raja Sisingamangaraja XII adalah atas dasar Surat Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor KP 1404 Tahun 2018 tentang Perubahan Nama Bandar Udara Internasional Silangit menjadi Bandar Udara Internasional Raja Sisingamangaraja XII tanggal 3 September 2018.

Ada yang tidak setuju, padahal dasar untuk menetapkanya pasti dengan pertimbangan matang. antara lain bahwa Ompu Sisingamangaraja XII yang nama lengkapnya Patuan Bosar Sinambela ginoar Ompu Pulo Batu adalah seorang raja di Negeri Toba dan pejuang yang berperang melawan Belanda dan beliau diangkat oleh Pemerintah Indonesia sebagai “Pahlawan Nasional Indonesia” pada tanggal 9 November 1961 berdasarkan SK Presiden RI No 590/1961. (Wikipedia) .

Riak dan riuh terjadi atas pembubuhan nama tersebut yang dirangcang oleh pihak tertentu , untuk mencoba menolak nama Ompui dibubuhkan pada bandar udara tersebut , melalui unjuk rasa kecil (demonstrasi ) yang menurut hemat saya sangat sedikit dan hanya beberapa dan ada juga dua tiga orang cukup cerdas yang saya kenal ikut dalam unjuk rasa tersebut.

Namun bagi saya itu tidak masalah dan bukan sebuah persoalan. Itu hak dari setiap orang untuk menyampaikan pendapat , Pikiran saya semua itu dilakukan atas pemahaman akan demokarasi dan hak asasi manusia yang hidup di sebuah rumah besar yang sedang belajar demokrasi yang namanya Indonesia.

Waktu terus berjalan dan terus berlalu , nama beliau Ompui Raja Sisingamangaraja XII yang sangat kita hormati itu sudah ada di aplikasi penerbangan dunia. Ingat, semua catatan hidup kita di era ini dapat dibaca dan diketahui serta dilacak oleh siapa saja , karena semua ada dan tersimpan secara baik dan benar secara digital.

Saya hanya mengingatkan kita semua untuk memahami dengan benar dan sungguh- sungguh akan arti dan maksud dari demokrasi dan hak asasi manusia tersebut terutama bagi yang berpendidikan yang memiliki gelar akademik, dikala kita salah mengartikan dan menggunakannya, bisa – bisa kita menjadi bahan tertawan orang terutama rakyat yang sudah semakin cerdas memahami akan arti dari Demokrasi dan Hak Asasi Manusia.

Minggu 3 September 2023 yang akan datang, bandar udara tersebut genap 7 tahun, nama Ompui sebagai Bandar Udara Internasional Raja Sisingamangaraja XII Silangit. Dengan nama bandar udara tersebut, beliau, Raja Sisingamangaraja XII yang sangat kita hormati itu telah berkumandang dan tersimpan pada memori seluruh umat manusia di berbagai belahan dunia melalui Aplikasi Fligh yang merupakan aplikasi untuk mengamati dan melacak penerbangan seluruh pesawat di dunia.

Apakah anda dan saya tidak bangga dan bersyukur, bahwa seorang Pahlawan Batak telah tercatat dan namanya masuk pada setiap fikiran manusia di berbagai belahan dunia?. Biarlah itu catatan sejarah dalam perjalanan bangsa ini terutama Bangso Batak pada masa yang akan datang, Semoga prosea adab kita dapat berjalan dan terus berjalan menuju adab yang semakin sempurna. Mari kita untuk terus bergandengan tangan dan selalu berpikir global dan bertindak sesuai budaya kita yaitu Budaya Batak (Think Globally Act Locally), agar Batak itu masuk dan ikut serta dalam penataan adab bangsa – bangsa di berbagai belahan dunia. ***

Bravo Batak l Bravo Raja Sisingamangaraja

 

Pos terkait