formatnews.id – Surat terbuka untuk DPP PDIP dan DPP PKS berjudul “SAVE DEMOKRASI-HENTIKAN AMBISI DINASTI KELUARGA DAN OLIGARKI”
Yang terhormat dan yang saya muliakan Ketua Umum DPP PDIP Ibu Prof Hj Megawati Soekarnoputri dan Presiden PKS Bapak H Ahmad Syaikhu.
Saya menulis surat terbuka yang saya beri judul “Save Demokrasi-Hentikan Ambisi Dinasti Keluarga dan Oligarki”, tidaklah atas dasar kebencian terhadap seseorang atau kelompok tertentu. Melainkan atas panggilan nurani berdasar keyakinan untuk Indonesia yang lebih baik, terkhusus bagi demokrasi yang berkualitas di Sumatera Utara.
Adalah sebuah realita bahwa saat ini ada satu bakal calon Gubernur Sumatera Utara yaitu Bapak Bobby Nasution yang sudah mendapatkan dukungan mayoritas partai politik. Tercatat, hanya tinggal dua partai yakni PDIP dan PKS yang belum menyatakan dukungan kepada calon Gubsu.
Itu artinya, Pilgubsu November 2024 akan ada 2 skenario kemungkinan yang terjadi.
1. Pilgubsu dengan calon tunggal lawan kotak kosong. Ini terjadi jika PDIP dan PKS ikut mendukung Bobby Nasution.
2. Pilgubsu dengan dua calon. Satu calon yaitu Bobby Nasution dan calon lainnya adalah dukungan PDIP dan PKS. Atau calon lainnya dukungan PDIP tanpa PKS.
Ibu Prof Hj Megawati dan Bapak H Ahmad Syaikhu yang saya muliakan.
Saya memaparkan realita di atas sudah barang tentu tidak untuk mengajari. Sebab, DPP PDIP dan PKS pasti lebih tau detail perihal dinamika apa yang telah terjadi, tengah terjadi bahkan yang bakal terjadi.
Oleh karena itu saya menulis Surat Terbuka ini lebih sebagai ungkapan realita dan harapan masyarakat Sumatera Utara.
I. Telah terjadi penyatuan arah perjuangan elemen masyarakat Sumut yang menolak dinasti keluarga dan oligarki, untuk mendorong elit PDIP dan PKS di Sumut agar bersatu dan bekerjasama di Pilgubsu.
2. Atas kuatnya harapan elemen masyarakat itu maka saat ini secara alami, para kader akar rumput PDIP maupun PKS di semua tingkatan Sumatera Utara telah menjalin komunikasi dan bekerjasama untuk menjaga agar Pilgubsu berjalan demokratis tidak calon tunggal.
3. Ada sebuah harapan baru INDONESIA BERMARTABAT, yang jauh dari ambisi kekuasaan pribadi dan keluarga maupun kelompok oligarki-ketika kader-kader militan PDIP dan PKS menyatukan kekuatan nasionalis religius di Sumatera Utara.
4. Dan perkenankan saya menyampaikan bahwa ada satu nama yang keberadaannya sesungguhnya menjadi salah satu faktor yang mempersatukan elemen masyarakat dengan kader PDIP dan PKS di Sumatera Utara yakni Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi.
Demikian surat terbuka ini saya tulis, dengan harapan seandainya bisa sampai dan dibaca oleh Ibu Prof Hj Megawati Soekarnoputri dan Bapak H Ahmad Syaikhu, semoga menjadi penguat bersatunya PDIP-PKS sebagai penjaga dan pengawal demokrasi di Indonesia.
Seraya berharap ketika kita memasuki bulan Kemerdekaan RI di Agustus ini, menjadi momentum dideklarasikannya kerjasama politik PDIP – PKS, baik di Pilgubsu maupun Pilgub DKI, Pilwalkot Medan serta sejumlah daerah lainnya.
Namun jika Surat Terbuka ini tidak pun sampai ke tangan Ibu Prof Hj Megawati dan Bapak H Ahmad Syaikhu, saya tetap bersyukur karena ini menjadi sumbangsih pemikiran untuk kecintaan pada demokrasi dan NKRI.
Di atas semua itu, saya memohon maaf jika ada yang kurang berkenan terhadap surat terbuka ini.
Salam hormat.
Suwandi Purba
Medan, 28 Juli 2024
Pkl 21.09 WIB dari salah satu sudut kota Medan***
