formatnews.id – Sattabi Uda Efendy Naibaho, maaf sudah jelas langkah semua stake hoder, tidak perlu membuat stetmen yang kurang pas seolah-olah semua pasif Uda. Tadi kalau saya tidak salah ada ajakan tentang posko ehhh…no coment. Sedikit partisipasi saya tentang korban Uda, ada 3 – kah yang meninggal saudara kita dari Samosir? Sebagai pengganti ILU MANETEK 100 rb per korban dari saya untuk keluarga yang meninggal, mohon petunjuk siapa yang bisa meneruskan, mohon maaf terima kasih Uda.
Ini cuplikan status Togar Naibaho di Grup WhatsApp, Samosir To Day, Sabtu (30/11) pagi atas musibah tanah longsor yang terjadi di Sembahe pekan ini, persis saat akan hari pencoblosan Pilkada Serentak di Indonesia, Rabu (27/11/24).
Selain bantuan ilu manetek dari Togar Naibaho, di Grup WA bergengsi itu juga disampaikan ucapan duka yang amat dalam, di antaranya dari Perkumpulan Pemerhati Pembangunan Samosir. Seperti disampaikan ketuanya, Antonius Sitanggang, mengucapkan Turut Berdukacita dan rasa prihatin yang mendalam atas korban yang meninggal dunia & yang luka-2 dalam musibah tanah longsor di Sembahe.
Dengan harapan, semoga anak-2 kita yang meninggal diterima dalam Kerajaan Surga dan yang luka-2 Tuhan sembuhkan. Kepada keluarga semoga Tuhan memberi ketabahan, kesehatan & penghiburan. Kepada pihak-2 yang terkait atas musibah tersebut mengambil langkah-2 konket untuk mengurangi penderitaan keluarga.
Dukacita yang amat dalam juga disampaikan Yayasan Pusuk Buhit l www.formatnews.id l PT Format Teknologi Informasi l PT Radio Soeara Pusuk Buhit l mewakili Pomparan Raja Naibaho dan Pomparan Si Raja Oloan l, mengucapkan duka yang amat dalam atas terjadinya musibah yang tidak kita inginkan, terjadinya tanah longsor di Sembahe mengakibatkan banyak korban khususnya warga Samosir.
Kiranya Yesus Penebus mengampuni kita semua dan yang telah mendahului kita diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan bisa segera keluar dari duka yg berkepanjangan.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan attensi baik Pemkab Samosir, Polrestabes Medan, Polsek Pancurbatu, pihak bencana alam dan lain-lain yang telah gerak cepat menanganinya…
Kiranya bencana alam ini tidak terulang kembali dan gubernur terpilih serta bupati se – Kawasan Danau Toba benar-benar serius dan mau menanganinya dan mengucurkan anggaran untuk penghijauan dan merehab jurang atau tebing yang potensial longsor agar tidak terulang kembali bukan hanya di Sembahe tapi daerah rawan longsor lainnya. Sedih dan prihatin, tulis Efendy Naibaho dari kaki Gunung Pusuk Buhit, Siogung – ogung, Pangururan.
Kominfo Samosir dalam siaran pers-nya yang dikutip formatnews.id, (29/11) menuliskan dua warga masyarakat Kabupaten Samosir yang menjadi korban longsor di Sembahe-Sibolangit Deli Serdang sudah ditemukan dan sudah tiba di Kabupaten Samosir. Jenazah disemayamkan di rumah orangtua masing-masing. Pemerintah Kabupaten Samosir yang ikut merasakan duka, melakukan layatan kerumah duka, 29/11
Kedua korban yang ditemukan diantaranya Marta D. Sinaga (23) Penduduk Desa Saornauli Hatoguan Kecamatan Palipi, Anggya Sinaga (21) penduduk Desa Urat II Kecamatan Palipi.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, Bupati Samosir diwakili Sekdakab. Samosir Marudut Tua Sitinjak menyampaikan bahwa Pemkab. Samosir ikut berduka dan merasa kehilangan atas kepergian kedua warga masyarakat Samosir. “Kami juga merasa kehilangan, prihatin dengan bencana ini. Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami turut berdukacita yang sedalam-dalamnya semoga diterima Tuhan disisiNya” ucap Marudut Sekdakab. Samosir bersama seluruh pimpinan OPD juga memberikan penguatan kepada keluarga dan berharap keluarga dapat iklhas dan menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan, mengamini bahwa apa yang terjadi saat ini adalah kehendak Tuhan.
Dengan ditemukannya kedua jenazah korban ini, total masyarakat Samosir yang meninggal akibat longsor sembahe-Sibolangit menjadi 5 orang. Tiga orang sebelumnya sudah dikebumikan dan Pemkab Samosir juga telah melayat. ***
Samuel Parningotan
