Usul-usul ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi gereja kita HKBP, dan masyarakat luas, serta mengantarkan kita pada era baru yang lebih mandiri dan berkualitas.
1. Menciptakan Usaha LiveGood E-commerce yang dijalankan dengan Sistem Network Marketing dan Online di Gereja HKBP dan Mendirikan Bank HKBP. Saatnya bagi kita untuk memikirkan langkah-langkah strategis dalam menciptakan usaha yang dapat menggerakkan ekonomi gereja. Salah satu usulan penting adalah mendirikan Bank HKBP sebagai lembaga keuangan yang dapat mengelola dana gereja dengan lebih efisien dan profesional.
Dengan memiliki bank sendiri, HKBP tidak hanya dapat meningkatkan kemandirian finansial, tetapi juga memberikan akses kepada jemaat untuk lebih mudah dalam mengelola keuangan dan kebutuhan pinjaman. Usaha ini akan menjadi pijakan bagi pengembangan gereja ke depan, serta memberikan manfaat langsung kepada jemaat dan pelayanan gereja.
2. Menyediakan Honor yang Layak bagi Guru Sekolah Minggu dan Menambah Pendapatan Pendeta. Setelah HKBP memiliki usaha gereja yang berjalan dengan baik, maka dana yang dihasilkan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan para pelayan gereja, terutama guru-guru sekolah minggu dan pendeta.
Meningkatkan honor atau gaji bagi guru-guru sekolah minggu akan menunjukkan apresiasi kita terhadap mereka yang telah mengabdikan diri untuk mendidik generasi penerus iman. Begitu juga dengan pendeta yang memberikan pelayanan di tengah jemaat, dengan peningkatan pendapatan mereka, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan dedikasi mereka dalam memimpin gereja.
3. Mendirikan Gedung Arsip, Perpustakaan, dan Museum HKBP di Taput serta Homestay. Dengan tambahan pendapatan dari usaha gereja, HKBP dapat melangkah lebih jauh untuk mewujudkan proyek penting lainnya, yaitu mendirikan gedung arsip, perpustakaan, dan museum HKBP di Tapanuli Utara (Taput).
Tempat ini akan menjadi pusat informasi dan dokumentasi sejarah gereja kita, sekaligus sarana edukasi dan pembelajaran bagi generasi mendatang. Di sekitar gedung ini, kita juga dapat membangun homestay yang dapat mendatangkan pendapatan tambahan bagi gereja serta menjadi tempat yang ramah bagi para wisatawan atau tamu yang datang untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah dan budaya HKBP.
4. Membangun Pekuburan yang Dikenal Seperti Taman Eden di Tanjung Morawa atau Sandiago Hill di Kerawang. Seiring dengan berkembangnya gereja, penting juga bagi kita untuk memikirkan fasilitas yang dapat memberikan penghormatan terakhir dengan penuh martabat.
Usulan untuk membangun pekuburan yang indah dan penuh makna, seperti Taman Eden di Tanjung Morawa atau Sandiago Hill di Kerawang, akan menjadi tempat yang nyaman dan damai bagi mereka yang telah berpulang. Tempat ini tidak hanya sebagai lokasi pemakaman, tetapi juga sebagai simbol penghormatan dan doa bagi yang telah meninggalkan kita.
5. Menjadikan Rumah Sakit HKBP Balige sebagai Rumah Sakit dengan Kualitas Terbaik Seperti di Penang. Akhirnya, kita juga harus mengusulkan agar Rumah Sakit HKBP Balige dapat berkembang menjadi rumah sakit dengan kualitas terbaik, setara dengan rumah sakit di Penang, Malaysia.
Dengan sumber daya yang ada, serta dengan dukungan dari usaha gereja, kita dapat meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan di rumah sakit HKBP. Rumah Sakit HKBP Balige dapat menjadi rujukan utama bagi masyarakat setempat, serta menjadi bukti nyata dari kasih dan perhatian gereja terhadap kesejahteraan jasmani umat Tuhan.
Demikian beberapa usul yang saya ajukan untuk Sinode Godang HKBP 2024, tulis Sudirman dan usulan-usulan ini bukan hanya untuk memperkuat gereja dalam aspek ekonomi dan pelayanan, tetapi juga untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar kita.
Semoga dengan sinergi antara jemaat, pelayan gereja, dan usaha gereja yang terus berkembang, HKBP dapat menjadi gereja yang semakin berdaya dan memberikan berkat bagi banyak orang. Tuhan memberkati setiap langkah kita. Tuhan memberkati HKBP..!
Jadi Pane, aktif di gerakan dan politisi yang mendukung Pdt Maulinus Siregar MTh gabe Ephorus HKBP, menyebutkan poin pertama dan kelima usulan ini sudah menjadi visi-misinya.
Setelah kelima usulan ini dieksekusi atau setidaknya menjadi rekomendasi hasil SG HKBP ke-67, Efendy Naibaho menyebutkan saatnya Kantor Pusat HKBP pindah dari Pearaja ke Jakarta atau IKN. Salah satu alasannya, agar pimpinan tertinggi HKBP bisa bersama-sama Kepala Negara ikut memperingati Hari Kemerdekaan Proklamasi RI dan acara-acara kenegaraan lainnya dengan hadir secara langsung. ***
Samuel Parningotan
