formatnews.id – Perayaan Natal Oikumene Sumut yang dilaksanakan Jumat 20 Desember 2024 di Gedung Serba Guna Jalan Pancing, Medan, sangat mengecewakan, demikian Drs Hotman Sinaga, Ketua Forkapersu menanggapi berita yang dimuat beberapa media di antaranya Medan Pos kepada formatnews, pekan ini di Medan.
Ada beberapa hal yang perlu dikoreksi antara lain, panitia tidak menyesuaikan jumlah undangan dengan kapasitas ruangan gedung yang tersedia. Ini bisa terjadi akibat pendistribusian undangan lewat spanduk, baliho di depan-depan gereja yang tidak mempunyai batasan jumlah orang yang diundang. Belum lagi undangan yang diberikan ke masyarakat umum, apakah mempunyai batasan atau tidak ?
Sambil menyeruput kopinya, Hotman menyebutkan itulah yang mengakibatkan over kapasitas, belum lagi dengan pemberian lucky draw dan bingkisan Natal. Seharusnya di Acara Natal, tidak perlu ada lucky draw. Tanpa ini pun, bila masyarakat mau datang, pasti datang juga.
Ya, tambah membludaklah jemaat yang datang dengan berharap lucky draw diperoleh. Belum lagi bingkisan Natal. Bila memang ada, tidak perlu diberitahukan. Mengapa panitia tidak memikirkan sejauh ini? Akibatnya banyak pengunjung tidak dapat masuk mengikuti Ibadah Natal. Seribuan orang terdapat di luar gedung disamping kekurangan panitia tidak menyiapkan kursi dan layar infokus di luar gedung supaya dapat mengikuti acara meskipun dari luar.
Tambah Hotman Sinaga, akibat dari semuanya itu, banyak pengunjung pulang dengan rasa kecewa dan kesal tidak dapat mengikuti perayaan Natal. Untuk itu Forum Komunikasi Pemuda Republik (Forkaper) Sumut meminta panitia mempertanggungjawabkan ke publik mulai dari persiapan , pelaksanaan.sampai keuangan, apakah sumber dananya dari APBD Sumut, donatur, bantuan pribadi dan lainnya. Harus jelas dan transparan, ujarnya, serius.
Dan untuk tahun depan, di 2025, Forkapersu meminta kepada Pemprovsu agar Panitia Natal Oikumene-nya diserahkan ke PGIW Sumut atau Ormas Kristen dan Suku. Tidak lagi ditangani aparatur sipil negara, ujar Hotman. ***
Efendy Naibaho
