formatnews.id – Simalungun | Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun, Sumatera Utara, mendukung sikap HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yang disampaikan Eforus Pdt Dr Viktor Tinambunan terhadap kerusakan lingkungan di Tanah Batak.”Kami sangat berterimakasih atas sikap tegas Eforus dan kabar sukacita juga hadir di tengah-tengah masyarakat”, demikian Ketua GMKI Cabang Pematangsiantar – Simalungun Yova Purba, Minggu (11/05/2025).
Kepada formatnews.id, Yova menjelaskan gerakan gereja yang dibangun pada tahun 2025 yang diinisiasi Ompui Eforus HKBP menjawab keresahan sebahagian besar masyarakat yang terdampak kehadiran perusahaan dan aktivitas kerusakan lingkungan di Sumatera Utara terkhusus di Tanah Batak. Gerakan Doa Bersama yang juga dihadiri beberapa aras Gereja (Sinode) seperti HKI, GKPI, GBKP dll serta diperkuat dengan kehadiran Lembaga PGI ( Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia) menuai rasa terimakasih yang besar dari masyarakat adat maupun Kelompok Mahasiswa seperti GMKI Siantar-Simalungun
GMKI Siantar-Simalungun juga mengapresiasi dan mendukung sikap tegas dari Eforus HKBP terhadap salah satu perusahaan yang ada di Kab Toba yakni PT TPL yang dampak negatifnya sampai ke beberapa daerah di Sumatera Utara seperti Kabupaten Simalungun, Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapsel dan Kabupaten Tapteng.
“Kami akan senantiasa mendukung upaya serta sikap-sikap gereja salah satunya Eforus HKBP atas dampak buruk perusahaan-perusahaan perusak lingkungan salah satunya PT TPL maupun aktivitas-aktivitas deforestasi hutan.” ucap Yova Purba.
Ia menyebutkan GMKI dengan tegas menyampaikan sebagai anak kandung gereja, berupaya semaksimal mungkin akan senantiasa mendorong serta mendukung segala bentuk upaya gereja dalam menjaga Keutuhan Ciptaan Tuhan serta kesejahteraan masyarakat terkhususnya masyarakat adat yang ada di Tanah Batak. GMKI sebagai anak kandung Gereja, kami harus mendukung dan mendorong semangat gereja dalam menjawab berbagai upaya kesejahteraan hingga Keutuhan Ciptaan Tuhan”, sambungnya.
Dalam agenda besar GMKI yakni Kongres ke-39 GMKI di Samarinda, GMKI Cabang Siantar-Simalungun akan meneruskan semangat perjuangan serta semangat kolektif dari berbagai pihak terkhususnya masyarakat adat di Sumatera Utara mengenai kondisi lingkungan dan kondisi masyarakat adat atas dampak dari PT TPL agar dibahas agenda tersebut.
Pada Kongres GMKI yang diadakan dua tahun sekali yang akan dilangsungkan 16 Mei hingga 21 Mei mendatang itu, diupayakan Yova Purba akan menjadi rekomendasi kongres.
Eforus HKBP Pdt Victor Tinambunan, di akun facebook-nya, menulis, lengkapnya sebagai berikut: Bapak/Ibu Pemilik dan Pimpinan PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang terhormat, perkenankan saya menyampaikan beberapa hal secara terbuka melalui media sosial ini, sebagai bentuk keprihatinan dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat di Tano Batak dan Pimpinan Gereja HKBP:
