Selamat Jalan Pak Indra Nababan….

Indra Nababan l Repro

formatnews.id – Selamat jalan Pak Indra Nababan….. Hanya ini yang banyak disebut sahabat-sahabatnya mengenang kisah perjalanan panjang  bersama sosok aktifis ini yang telah berpulang menghadap penciptaNya, Minggu 20 Juli 2025 di Jakarta.

Lengkapnya, Indera Maruhum Rumonggur Nababan (Opung Marco Doli), meninggalkan kita Minggu, 20 Juli 2025, pukul 01.30 WIB di Jakarta, dalam usia 84 tahun, usia yang sudah tua tapi aktifitasnya tetap saja energik. Perjalanan panjang dan seakan tidak melelahkan, dilaluinya dengan rute Jakarta – Silangit, Siborong-borong – Medan, Siantar dan banyak lagi bersama orang kepercayaannya, Miduk Simanungkalit.

Bacaan Lainnya

Terakhir, kegiatannya memang berkurang namun hubungan telefon masih tetap berlangsung ke banyak orang. Ya menanya kabar, situasi huta dan banyak hal ditanyakan Pak Indra.

Semasa hidup, Indra Nababan memang sangat mengasihi firman Tuhan, terutama Lukas 4:18–19, yang menjadi cerminan hidupnya dalam iman dan pengharapan: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kini Indra telah berpulang menyusul Ibu tercinta, Purnama Damaris Pardede, dalam damai kekal bersama Kristus. Keluarga yang ditinggalkan: Judica Nababan, Partogi Samosir, dan Marco Abisha Samosir (Alm.) Dodi Nababan dan Nova Siregar.

Dari berbagai media yang dikutip formatnews.id seperti belarakyat,com, Indera Nababan, yang akrab dipanggil Bang Indera oleh para aktivis prodemokrasi dan pejuang keadilan, telah berpulang menghadap Tuhan, pada Minggu 20 Juli 2025 dini hari, 01.30 di Rumah Sakit Aliyah Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jakarta. Indera meninggal dunia pada usia 84 tahun, setelah selama seminggu dirawat di ruang ICU.

James Simorangkir

Ketua Umum Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ekspresi Iman (LPPEI), Pdt James E Simorangkir, salah satu sahabat dekatnya, mengatakan Alm. Indera Nababan adalah seorang tokoh yang selalu dekat dan memperjuangkan hak-hak rakyat. “Bang Indera semasa hidupnya tak pernah berhenti mengorganisir rakyat di berbagai penjuru Indonesia untuk memperjuangkan hak-haknya,” ungkap James melalui pesan WhatsApp, Minggu (20/7/2025).

Sahabat Indera Nababan ini melanjutkan, dalam catatan sejarahnya, Alm. salah satu pendiri utama PMK HKBP Jakarta dan juga KSPPM di Sumatera Utara, persisnya di Parapat. Melalui program pelayanan lembaga ini, kata James,  telah dididik banyak orang menjadi politisi pro-demokrasi, pemimpin komunitas petani seperti Serikat Petani Pasundan yang dipimpin oleh Agustiana, komunitas nelayan, kaum buruh yang tertindas dengan organisasi Pelayanan Buruh Jakarta (PBJ) dan Pusat Pelayan Buruh Migran Indonesia para angkatan muda.

“Juga mendorong dan mengorganisir sejumlah lembaga-lembaga nonpemerintah yang berpihak kepada kaum tertindas dan terpinggirkan seperti Urban Rural Mission Indonesia. Bang Indera Nababan juga tak asing bagi para pejuang masyarakat Aceh,. Sumut, Riau, Sulawesi Utara, Papua dan Timor Timur,” terangnya.

Sosok Indera Nababan, menurut James mengaktualisasi dirinya sebagai sosok organizer sejati yang tak suka dirinya dipublikasi, tapi dari pengajarannya dengan metode agitatif dan provokatif dirinya menjadi figur kontroversial, telah melahirkan sejumlah pemimpin rakyat yang teruji melaksanakan keberpihakan pada rakyat tertindas.

“Banyak kisah tentang dirinya dan pada akhirnya orang-orang dekatnya memahami, Indera Nababan tak pernah berhenti untuk mengorganisir orang orang untuk melakukan yang terbaik bagi rakyat, bahkan di masa masa kelemahan tubuhnya,” ujar James.

Indra Nababan, tengah, bersama sahabat2nya di kediaman Siborong-borong, diskusi panjang tanpa lelah….

Indera Nababan adalah adik alm. Pdt. Dr SAE Nababan mantan Eforus HKBP, Ketum PGI dan Presiden Dewan Gereja Sedunia. Serta Kakak dari Panda Nababan, politisi senior Indonesia dan pejuang HAM Alm. Asmara Nababan.

Masih kata James, sosoknya masih mengingatkan banyak pihak tentang berbagai persoalan bangsa yang harus diselesaikan. Bagi Indera, ayat suci ini menjadi pegangan hidupnya;

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Injil Lukas Pasal 4 Ayat 18,19).

“Kini, Indera Nababan telah berpulang menghadap Tuhan, menyusul Istrinya Almh. Purnama Damaris Pardede, dan meninggalkan seorang putri Judica Nababan dan suaminya Partogi Samosir, dan seorang cucu Marco Abisha Samosir dan putra (Alm.) Dodi Nababan dan Nova Siregar. Selamat jalan Bang Indera, Istirahatlah dalam Damai,” tutup James.  *** Efendy Naibaho

Miduk Simanungkalit, pendamping setia 

Pos terkait