formatnews.id – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Samosir menggelar Musyawarah Cabang (Muskomcab), Sabtu, 4 Oktober 2025, di Aula Gereja Katolik Paroki Santo Mikhael Pangururan. Forum ini menjadi agenda rutin organisasi untuk menentukan arah dan program strategis kepengurusan baru.
Muskomcab kali ini diikuti tujuh Komisariat Anak Cabang (Komac) dari sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir. Hadir Pengurus Komisariat Daerah Sumut, Inter Jalukhu dan Ambrin Simbolon, serta Penasehat Pemuda Katolik Samosir, Oloan Simbolonโyang juga mantan Ketua Komda Sumut periode 2007โ2010.
Dalam sambutannya, Oloan Simbolon menegaskan pentingnya militansi dan keberanian kader Pemuda Katolik dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Sementara itu, perwakilan Pengurus Pusat, Dicky R Gultom, menyampaikan pesan Ketua Umum Stefanus Asat Gusma agar Pemuda Katolik memiliki paradigma baru dalam mengelola organisasi.
โPemuda Katolik harus menjadi wadah pembinaan dan pengkaderan yang melahirkan generasi muda visioner dan berkarakter,โ ujar Dicky.
Melalui forum tersebut, peserta Muskomcab menetapkan sejumlah agenda besar organisasi untuk tiga tahun ke depan, termasuk penguatan kapasitas kader dan konsolidasi internal di tingkat akar rumput. Kesepakatan bersama menegaskan bahwa perubahan harus berawal dari gagasan dan kemampuan kader di bidang masing-masing. Semua keputusan telah dituangkan dalam program kerja hingga tahun 2028.
Hasil musyawarah menetapkan Polten Simbolon kembali dipercaya memimpin Pemuda Katolik Komcab Samosir periode 2025โ2028. Forum juga menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022โ2025 yang dinilai sukses menjalankan amanah organisasi.
Dalam pidato perdananya, Polten menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menyerukan pentingnya kebersamaan. โKita harus menjaga soliditas dan memperkuat komunikasi dua arah agar setiap langkah organisasi membawa manfaat bagi masyarakat,โ katanya.
Muskomcab 2025 menjadi momentum penting bagi Pemuda Katolik Samosir untuk mempertegas komitmen dalam melahirkan kader muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kehidupan Gereja. ***
Efendy Naibaho
