fnews – Harri Bos Sidabutar, tokoh masyarakat di Ambarita, Samosir, tak henti-hentinya menyerukan agar warga yang memadati onan – pasar tradisional di Ambarita tetap memakai masker. Ayo bermasker, ini maskernya, teriak Harri Bos dengan pengeras suara di pintu masuk Onan Tradisional Ambarita itu, Kamis (18/2).
Seharian, tokoh legendaris ini sejak pagi sudah siap dengan puluhan kotak masker di tangannya dan membagikan kepada warga yang akan masuk ke onan. Virus corona memang berbahaya, tapi kita jangan takut, jangan panik. Yang penting kita memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan mengkonsumsi makanan bergizi dan yang mengandung vitamin c yang banyak tumbuh di kampung kita. “Ayo bermasker Amang, Inang, Adek-adek”, serunya.
Kami bukan hanya membagi masker saja, tapi juga mengedukasi bahwa virus corona itu ada, ujar Harri Bos kepada wartawan karena dari hasil pengamatannya, masih ada juga warga yang tidak tahu mau berbuat apa karena tidak semuanya melekmedsos.
Harri Bos bersama Efendy Naibaho, Setteng Sinurat, Elfrida Sijabat dan relawan lainnya seperti Ida Sijabat, atas nama Komunitas Grup whatsApp samosirToDay, sejak Rabu (17/2) melakukan aksi bagi-bagi masker di Onan Baru Pangururan, di Onan Pasar Ambarita Kamis (18/2) dan Sabtu (20/2) di Onan Tomok.
Komunitas wag samosirToDay itu sejak pekan lalu melakukan pengumpulan donasi maskernya dan terkumpul dengan jumlah yang masih terbatas. Yang memberikan bantuannya: Setteng Sinurat, Efendy Naibaho, Harri Bos Sidabutar, Ombang Siboro, BPI KNPA RI Samosir, Ketua Agustan Situmorang SH, JN, Melanie Butar-butar, Tiur Gultom, Polres Samosir, Poloria Sidabutar dan Rismawaty Simarmata.
Anggota grup WA ini pun, dalam berbagai postingannya seperti Poloria Sidabutar menyebutkan ada baiknya bila ada lagi niat kita membantu Saudara-saudara kita yang di Samosir nauli on. Mari kita belikan masker kain saja.
Toh juga banyak yang diperjualbelikan. Karena kalau bahan dari kain, bisa dicuci dan dipakai berulang, bukan?, ujar Poloria dengan pepatah, Ta baen songon ilmu aek na manetek inon… Molo sai manetek, mangalaptak i…
Salusin manang satonga lusin be pe hita sahalak, anggota partungkoan onni, molo dos rohanta, jala na taronjor sian ias ni rohanta kan?, lanjutnya.
Netty Silalahi menyarankan agar masker yang dibagi adalah masker sekali pakai dan maksimun dipakai 4-5 jam, setelah itu dibuang. Kalaupun mau pakai lagi untuk lebih irit, bolehlah dicuci. Tapi hanya sekali saja dan kalau dibuang sebaiknya jangan dibuang sembarangan, tetapi digunting atau disobek, demikian Netty.
Rencana aksi bagi – bagi masker ini akan dilanjutkan berkesinambungan untuk seluruh kecamatan di Samosir dan poskonya ada di Pangururan, Posko Masker samosirToDay, di Kode Setteng Sinurat, dekat HKBP Bolon Simpang Opat Pangururan. Silakan jika parSamosir dan pangaranto di parserahan ikut memberikan donasinya. ***
