Anggaran Terbatas, Pemkab Samosir akan Buat SE Gotong Royong

Plh Bupati Samosir Jabiat Sagala

fnews – Plh Bupati Samosir Jabiat Sagala merencanakan akan membuat surat edaran (SE) untuk pengumpulan dana gotong royong mencegah Covid19 di Samosir. “Dinas Kominfo agar menyiapkannya, akan saya teken”, demikian Jabiat dalam konferensi pers di Aula Kantor Bupati Samosir, Pangururan, Kamis (25/2).

Bersama tiga asisten dan beberapa kepala dinas se-jajaran Pemkab Samosir, hari itu, yang dimulai makan siang bersama, puluhan jurnalis menghadiri konferensi pers pertama setelah pelaksana harian bupati ditetapkan di Samosir.

Bacaan Lainnya

Diakui, anggaran pemkab sangat terbatas sementara biaya untuk penanggulangan dan pencegahan Covid19 cukup besar. Tiga pos pemeriksaan yang di tahun 2020 dibuka yakni di Menara Pandang Tele, di Pelabuhan Tomok-Ambarita dan di Nainggolan – Onan Runggu, sekarang sudah ditutup. “Kami bicarakan dan rapatkan lagi”, ujar Asisten I Mangihut Sinaga menambahi. Mangihut dalam konferensi itu bertindak sebagai moderator dengan pengantar yang sebelumnya disampaikan Saut M Manihuruk, Sekdis Kominfo Samosir.

Angka terpapar Covid19 di Samosir dibandingkan dengan daerah lain memang relatif rendah. Namun, pencegahan wajib dilakukan seperti yang sudah dilakukan Polres Samosir dengan meresmikan Kampung Tangguh mencegah Covid19 di Desa Pardomuan l, Pangururan dan di Kelurahan Tuktuk Siadong-adong, Simanindo, baru-baru ini.

Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon di dua kampung tangguh itu, selain meresmikannya, juga memberikan bantuan sembako beras kepada warga di dua kampung tersebut dan meninjau fasilitas yang ada seperti ruang konseling, isolasi dan portal – portal yang meminta agar pengunjung yang masuk ke Tuktuk memakai masker, cuci tangan dan diukur suhu tubuhnya.

Terkait perkembangan Covid-19 di Samosir, sampai hari itu seperti disampaikan Kadis Kesehatan Nimpan Karo-karo, tidak ada kasus baru dan 13 orang sembuh dengan jumlah konfirmasi positif 12 orang dengan kumulatif jumlah kasus 174 kasus.

Dan dalam penanganannya Satgas Covid-19 akan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro dan operasi yustisi untuk memastikan penegakan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Pemerintah Kabupaten Samosir sudah melaksanakan Vaksinasi Covid-19 tahap pertama dan sedang mempersiapkan pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Plh Bupati Samosir sendiri mengharapkan dukungan dari rekan-rekan pers untuk dapat mengedukasi masyarakat melalui tulisan dan pemberitaan yang informatif serta menyejukan terkait pandemi Covid-19 di Samosir dan mengajak seluruh masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Menurut Jabiat Sagala, SE Gotong Royong itu bisa saja ditujukan kepada warga Samosir sendiri. yang tinggal di SamosirĀ  dan yang berada di Parserahan, para pangaranto asal Samosir di Siantar, Medan, Jakarta, Bogor, Pekanbaru, Batam, Jambi dan lainnya. Bahkan yang di luar negeri. Yang penting pengalokasian dananya transparan dan bisa dipertanggungjawabkan dengan terang benderang, Jabiat mengisyaratkannya.

Efendy Naibaho, jurnalis online formatnews, yang mengusulkan pembuatan donasi gotong royong itu karena setelah beberapa waktu belakangan ini, baik pribadi maupun bersama rekan-rekannya yang tergabug di grup whatsApp samosirToDay, di antaranya Harri Bos Sidabutar, Setteng Sinurat dan Elfrida Sijabat, mengeluhkan banyaknya warga yang belum bermasker dan tidak rajin mencuci tangan.

Kedua hal ini disaksikan mereka ketika membagi masker di Onan Baru Pangururan, Onan Tradisional Ambarita dan Tomok dan yang terparah adalah diĀ  Onan Buttu Sipira. Harri Bos memohon perhatian Pemerintah Kecamatan Onanrunggu agar melakukan tindakan sosialisasi pada masyarakat di onan ini. Dari hasil kunjungan kami saat itu, tidak ada satu orang pun yg memakai masker. sungguh menakutkan, ujar Harri Bos Sidabutar, serius.

Terkait anggarannya, diutarakan Jabiat, ada sekitar Rp 50 miliar nantinya yang akan dialokasikan ke Covid19 dan pada APBD 2021 direncanakan ada vaksinasi kepada 60.000 warga dan selama ini anggarannya digunakan dari dana-dana desa atau anggaran desa. en

Pos terkait