fnews – Sitapigagan, air terjun yang masih sakral di Bonan Dolok, Sianjurmula-mula, Samosir, diharapkan bisa menjadi salah satu objek wisata yang patut dibanggakan sekaligus menjadi aek yang dianggap bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
“Sudah banyak yang datang mandi dengan maksud berobat ke mari”, ujar Holong Sagala warga setempat bersama A Denpi l Kason Naibaho, kepada tiga jurnalis di antaranya formatnews ketika berkunjung ke Bonan Dolok, Selasa (23/3) siang.
Bonan Dolok, sekitar 17-an kilometer dari Pangururan, bisa ditempuh dengan jalan darat, di jalanan yang sudah mulus. Tinggal beberapa bagian saja yang masih penuh bebatuan dan harus hati-hati karena kondisinya yang sangat ekstrem.
Di Bonan Dolok ini, yang berbatasan dengan Hasinggaan, dihuni sekitar 150-an kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya dari pertanian. Mangula do hami, eme dohot kopi, ujar A Denpi, asal Rianiate yang sudah bermukim di sana lebih dari 30 tahun.
Aek Sitapigagan, yang mengalir dengan airnya yang jernih, mengalir ke Danau Toba yang di kiri kanannya penuh bebatuan yang menambah indahnya aliran airnya. Jalan ke puncaknya melalui persawahan dan ketika menyeberang, harus memegang akar pepohonannya.
Di sumber airnya, yang sudah ada tempat pemandiannya, diharapkan warga yang datang harus selalu sopan dan membawa anggir, napuran dan bisa juga rokok seadanya.
Desa yang sejuk itu, kini sudah punya bantaran sungai dan jembatan berbiaya Rp 11 miliar dari proyek ABPN untuk pengendalian daya rusak sungai di Samosir. Sambungan wifi juga sudah oke. en
