Zero Narkoba, Mungkinkah !

Tuangkus Harianja dan Vandiko Gultom

TEKAD banyak orang menjadikan narkoba menjadi zero atau nol atau me-nol-kan peredaran narkoba, pemakaian narkoba dan istilah lainnya, semakin bergaung keras. Setidaknya itulah yang dilakukan Tuangkus Harianja, yang sudah lama malang melintang di BNN Provinsi Sumut. Doktor Harianja,  sekarang sebagai Kepala BNN Siantar, membawahi Kota Siantar, Kabupaten Samosir, Humbang Hasundutan dan Toba, seharian penuh bergerilya di Samosir.

Pagi sekali, bersama tim-nya, Harianja sudah ke Lapas Kelas lll Pangururan, diterima dengan baik oleh Kalapas Herry Simatupang. Di hadapan 60-an lebih warga binaan di sana, yang terkait dengan narkoba, Harianja mengajak mereka untuk bertobat total. Caranya? BNN dengan mitranya akan melakukan pelatihan misalnya beternak ikan lele, menanam tanaman dengan polibag dengan bibit harga murah dari mereka.

Bacaan Lainnya

Maksudnya, sekeluarnya dari lembaga, mereka tidak merasa minder dan punya pekerjaan tambahan nantinya. Jangan lagi menjadi pemakai atau kurir narkoba ya, ujar Tuangkus yang disambut teriakan spontan, setuju dan tepuk meriah.

https://www.beritagambar.com/2021/05/bnnk-pematang-siantar-sosialisasi-p4gn.html, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Pematang Siantar,  Tuangkus Harianja, bersama jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Lapas III Pangururan, Jumat (21/5).
BNNK Pematang Siantar, Tuangkus Harianja, didampingi Kalapas Pangururan Herry Simatupang, melakukan sosialisasi P4GN kepada Warga Binaan. 

Dalam kesempatan itu, BNN Siantar memberikan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN) kepada warga binaan Lapas III Pangururan.Kepala Lapas III Pangururan Herry Simatupang mengatakan, kegiatan sosialiasi yang digelar hari ini merupakan tindaklanjut dari MoU atau kerjasama pihaknya dengan BNN Siantar.

Herry menyebut, jumlah warga binaan yang tersangkut kasus Narkoba di Lapas III Pangururan berjumlah 66 orang. “Tetapi, itu semua tidak berasal dari Samosir. Kalau jumlah warga binaan karena kasus narkoba dari Samosir sebanyak 20 orang, Selebihnya dari luar dan sisanya pidana umum sebanyak 62 orang,” kata Herry.

Warga Binaan Lapas III Pangururan lanjut Herry, telah diberikan berbagai pelatihan agar memiliki keahlian dalam bidangnya yang berguna nantinya ketika keluar atau bebas dari lapas. “Karena keterbatasan, kami menggandeng BLK (Balai Latihan Kerja) seperti melatih tata boga dan akan berlanjut dengan anyaman (bulan ini), dan listrik di bulan depan,” katanya.

Mengenai narkoba, Herry juga berharap bantuan dari pihak BNN Siantar memberikan imbauan atau sosialiasi mengenai bahaya narkoba. “Harapannya agar nanti, warga binaan tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum, terutama narkoba,” kata Herry.

Tuangkus pun, dengan gaya ke-bapak-an, berjanji akan memberikan pelatihan bagaimana menciptakan kegiatan yang bermanfaat seperti membuat pellet makanan ikan lele. “Bagaimana warga binaan dapat menciptakan pellet yang dijadikan sebagai makanan ikan. Nanti, semua bahannya kita kirimkan secara gratis dari Siantar,” kata Harianja.

Dengan adanya kegiatan dan keahlian yang dimiliki, maka setelah keluar dari lapas, maka dapat digunakan untuk berusaha. “Sehingga nantinya tidak ada waktu lagi untuk narkoba.

Warga binaan di Lapas itu, semuanya sepakat akan menjauhi narkoba dan menyatakan tidak ada seorang pun dari mereka melakukan transaksi atau apapun dari sel tahanan mereka. Dan siap untuk ditest urine.

Tuangkus pun bercita – cita agar Lapas Pangururan menjadi Lapas Bersinar, singkatan dari Lapas Bersih Narkoba.

mediadelegasi, portal online, menulis dalam liputannya bahwa Kepala BNN (Badan Narkoba Nasional) turut bersama Foksa (Forum Komunikasi Keluarga Samosir) berkunjung Lapas kelas lll Pangururan, itu.a

“Tidak ada alasan untuk toleransi terhadap narkoba, program kita hari ini, bagaimana biar ketika pulang dari sini bisa jadi pengusaha bukan sebaliknya jadi kurir narkoba,” ujar Tuangkus.

Sumut ranking satu paling banyak menggunakan narkoba, secara global para pelajar 24 % juga menggunakan narkoba. Mari kita bikin Samosir bersih dari narkoba. Ini harapan Tuangkus Harianja yang diamini Herry maupun Sitanggang, ketua umum Foksa. Juga Kapolres AKBP Josua Tampubolon maupun Bupati Samosir Vandiko Gulktom yang dikunjungi terpisah masing – masing di kantornya.

Untuk mewujudakan program tersebut, Dr Tuangkus mengajak para warga binaan melakukan keterampilan. Selain lele, Tuangkus juga mengajak para warga binaan mengelola lahan- lahan yang tidur. “Kalau ada lahannya, mari kita tanam ubi talas, kita ambil daunnya, fungsinya bisa dijadikan tembakau rokok. Dahannya bisa dijual juga, bisa digunakan sebagai bahan membuat topi dan membuat tas. Apalagi buahnya, ubinya boleh kita jual langsung ke pabrik, atau juga boleh dibuat menjadi tepung,” katanya.

Ketua DPP Foksa Johannes P Sitanggang Spd, Msi bersama Dewan Pakar Mandalah Turnip,  juga berharap dengan adanya Kerjasama Foksa dengan BNN dapat mewujudkan Samosir Zero Narkoba.

Di Polres Samosir, Kapolres AKBP Josua Tampubolon bersama Kasat Narkoba Natar Sibarani, Kabag Sumda, Kabag Humas, juga menyambut baik kunjungan dan program BNN tersebut dan akan men-sinergikan dengan Kampung Tangguh yang sudah digagas dan dibentuk Polres Samosir.

Di ruang Lobby Pemkab Samosir, seperti disampaikan Dinas Kominfo Samosir, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menerima audiensi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematang Siantar.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024.

Dalam paparannya, Kepala BNN Kota Pematang Siantar, Tuangkus Harianja mengharapkan Kabupaten Samosir dapat menindaklanjuti rencana aksi tersebut di Kabupaten Samosir dengan melibatkan seluruh elemen yang ada di Kabupaten Samosir.

Untuk mendukung keberhasilan rencana aksi tersebut, ungkap Tuangkus, perlu penyegeraan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) agar pelaksanaan rencana aksi ini mendapat dukungan pendanaan. Di samping itu, sambung Tuangkus, perlu dilakukan rencana aksi pada setiap SKPD di lingkungan Pemkab Samosir agar terjadi peningkatan yang berarti bagi Pemkab Samosir.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan kegiatan tanya jawab terkait implementasi rencana aksi antara peserta dan Kepala BNN Kota Pematang Siantar.

Bupati Vandiko Timotius Gultom menyampaikan terima kasih kepada tim BNN Kota Pematang Siantar atas audiensi dan pemaparan yang disampaikan. “Pada prinsipnya, saya mendukung kebijakan BNN,” kata Vandiko dan berharap Kabupaten Samosir Zero Narkoba dengan kerja sama seluruh pihak.

Suksesnya pelaksanaan rencana aksi ini, sambung Vandiko, didasari adanya niat dan tanggung jawab untuk mengatasinya bersama-sama.

Vandiko juga berharap BNN Kota Pematang Siantar terus menerus memberikan fasilitasi kepada Pemkab Samosir untuk melaksanakan rencana aksi tersebut hingga mencapai kondisi ideal yang diharapkan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kadis Kominfo, Kadis Sosial, Kadis Pendidikan, Kakan Kesbangpol, Kadis PPAMD, para jurnalis, dan ASN di lingkungan Pemkab Samosir.dgair

Ketika dialog di Topi Tao, di warkop pinggir Danau Toba, Pangururan,  selain Tuangkus, Sitanggang dan Turnip, aktifis perempuan Ria Gurning, juga menyatakan tekad untuk Zero Narkoba itu. Sebelumnya pun Tuangkus sudah mengutarakan begitu lengkapnya ketentuan yang sudah dikeluarkan Pemerintah berupa Inpres, Permendagri maupun surat dari Mendagri kepada Gubernur dan Bupati Walikota se-Indonesia terkait tekad Presiden Jokowi yang sudah menyatakan Indonesia Darurat Narkoba.

Artinya, tidak ada yang tidak mungkin….

Efendy Naibaho

Pos terkait