Mengapa Dominan Suku Batak sebagai Penegak Hukum / Pengacara

Batu Persidangan

Oleh Dra Murniati Tobing, MSi

Bacaan Lainnya

AWAL sejarah peradaban penegakan hukum di Tano Batak pada zaman dahulu kala, bisa kita catat dimulai dari adanya Batu Persidangan sebagai bukti sejarah. Bukti ini adalah sebuah komplek batu melingkar di Desa Adat Siallagan. Samosir. Batu Parsidangan berlokasi tepat di tengah-tengah Huta Siallagan. Batu Persidangan Melingkar mengelilingi sebuah meja bulat di hadapannya dan di sekelilingnya terdapat patung-patung yang juga terbuat dari batu.

Batu persidangan, berbentuk sebuah meja dengan kursi tersusun melingkar — tempat Sang Raja mengadili pelanggar hukum adat.

Batu Parsidangan dibuat ratusan tahun lalu oleh Raja Siallagan terdahulu untuk mewadahi para warganya yang hendak melakukan diskusi atau rapat. Sebab, pada zaman dahulu kala , tidak semua warga punya rumah atau halaman rumah yang cukup digunakan keluarga besar untuk berdiskusi.

Parsidangan berarti Bersidang.

Batu Parsidangan berarti batu yang disiapkan sebagai tempat untuk bersidang. Selain bersidang, Batu Parsidangan dulunya digunakan sebagai ruang rapat untuk mengambil keputusan. Misalnya pada saat adanya konflik, merancang pesta pernikahan, hingga mempersiapkan acara kematian.

Nah….Suku Batak itu suka rapat. Apapun yang mau dilakukan selalu ada Pangarapotan ( rapat / diskusi keluarga).

Demikianlah Explore hari ini di Objek Wisata Huta Siallagan yang diresmikan Presiden Joko Widodo and Amang Jenderal #LuhutBinsarPandjaitan yang telah bekerja keras dan berjuang untuk Pembangunan Ekonomi Kawasan Danau Toba sebagai Pusat Destinasi Wisata Dunia.

Untuk Tiket masuk ke Batu Parsidangan ini dibandrol sangat murah, hanya Rp.10.000,- / orang sudah termasuk ulos yang di pakai. So, mari kita jaga and rawat HERITAGE Warisan Budaya Aset Batak di Kawasan Danau Toba Kabupaten Samosir.

Horas…Horas….Horas 👌⚖⚖⚖⚖⚖⚖⚖
Liebe 🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨❤❤❤❤

Pos terkait