formatnews.id – Aktifis, pengurus dan pendiri KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Sumatera Utara menggagas reuni para mantan – mantan tersebut, Sabtu 23 Juli 2022 di Medan. Purna KNPI ini dihitung dari awal berdirinya KNPI pada 23 Juli 1973 s/d 23 Juli 2015 sehingga Reuni KNPI ini nantinya harus meriah dihadiri tokoh-tokohnya.
Subur Sembiring, salah seorang penggagas reuni ini, kepada formatnews, Senin (27/6) menjelaskan persiapannya sudah dilakukan dalam pertemuan perdana di kediaman H Syamsul Arifin, mantan Ketua DPD KNPI dan Gubernur Sumut belum lama ini dan akan dilanjutkan Paripurna Kedua Purna KNPI Sumut, Rabu (6/7) di kediaman Syarifuddin Siba, Jalan Martimbang Medan.
Penggagas reuni ini, di KNPI Sumut dulunya, periode 1991 s/d 1994, sebagai Koordinator Biro Sumber Daya Manusia kemudian sebagai Wakil Sekretaris Majlis Pemuda Indonesia DPP KNPI Periode 2012 s/ 2015, sebelumnya sudah berkomunikasi dengan Syamsul Arifin, Syarifuddin Siba, Syakhyan Asmara dan lainnya.
Subur Sembiring, pemilik Pasar Pajus dan Pasar Sembada, keduanya di Medan ini, sudah mendata yang akan hadir nantinya H Syamsul Arifin, Syakhyan Asmara, Edy Sahputra Taher, Hadrian Daulay, Janter Siregar, Dartatik Damanik, Bahdin Nur Tanjung, Pujiati, Anshari Tarigan, Syahrir, Zaidan BS, Amru Mahalli, Horas Sitompul, Ernayani Nasution, Nimelda Purba, Efendy Naibaho, Syamsul Qomar, Effendi Manullang, Sihar Cibro, Armyn Gultom, Harmaen Ginting,, Syahrul Pasaribu, Arjoni Munir, Hikmatul Fadillah dan Hasiholan Sidabutar. H Bomer Pasaribu, pendiri pertama KNPI di Sumut ini juga akan hadir.
Paripurna Kedua Purna KNPI Sumut ini akan dipimpin langsung H Syamsul Arifin, persisnya mantan Ketua DPD KNPI Sumut periode 1991 s/d 1994, ujar Subur Sembiring, yang kini lebih banyak berkiprah di Jakarta dan saat ini sebagai Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat Periode 2022 s/d 2027.
Dikutip dari Wikipedia, Komite Nasional Pemuda Indonesia, atau lebih populer dengan singkatan KNPI, adalah organisasi kepemudaan yang awalanya merupakan gabungan dari Kelompok Cipayung, melalui deklarasi yang dipimpin David Napitupulu pada 23 Juli 1973 di Jakarta.
Organisasi ini lahir melalui Deklarasi Pemuda Indonesia pada hari yang sama dengan maksud menumbuhkan, meningkatkan dan mengembangkan kesadaran sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Organisasi ini langsung mendapat restu dari Pemerintahan Orde Baru dan pada tahun itu pula, mereka mengikuti unjuk rasa mahasiswa dalam penentangan masuknya modal asing.
Tahun berikutnya, mereka juga turut serta dalam demonstrasi Malari. Anggota KNPI banyak yang akhirnya bergabung dengan Golkar.
Meskipun dianggap sebagai bagian dari Orde Baru dan sempat diusulkan untuk dibubarkan, namun KNPI tetap bertahan hingga setelah jatuhnya Soeharto pada tahun 1998. Setelahnya, Idrus Marham terpilih sebagai ketua umum. Ia mewacanakan rejuvenasi KNPI atau penyegaran kembali peran KNPI di tengah realitas politik nasional. Rejuvenasi ini akhirnya memaksa KNPI untuk independen dan kembali memosisikan pemuda sebagai mitra kritis pemerintah.
Periode Kepemimpinan KNPI dari berbagai sumber lainnya,
