Minum Tuak Salah Satu Penyebab Stunting?

Selasa 11 April 2023 di Aula Wira Pinandita Polres Samosir dilaksanakan rapat koordinasi percepatan penurunan angka Stunting di Wilayah Kab. Samosir. Rakor dipimpin Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman, S.H.,S.I.K.,M.H didampingi Bupati Samosir diwakili Pj Sekda Kab. Samosir, Drs. Waston Simbolon, M.M dan Dandim 0210/TU yang diwakili oleh Danramil 01 Simanindo Kapten. Arh Edi Wirianto. Foto : Vandu Marpaung

formatnews.id – Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Angka Stunting di Wilayah Kabupaten Samosir dilangsungkan Selasa (11/04) di Aula Wira Pinandita Polres Samosir dipimpin Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman, SH, SI.,MH didampingi Bupati Samosir diwakili Pj Sekda Kab. Samosir, Drs Waston Simbolon, M.M dan Dandim 0210/TU yang diwakili Danramil 01 Simanindo Kapten. Arh Edi Wirianto.

Rakor turut dihadiri Wakapolres Samosir, Kompol S.T. Panggabean, S.H, Kabag Ops Kompol M. Hassan, S.H.,M.H, Kasat Samapta AKP Tito, Kadis Kesehatan Samosir, dr. Dina Hutapea, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dr. Priska Situmorang, M.M, Kbo Intelkam IPDA D.B Siregar, para camat, kepala puskesmas, para kapolsek dan personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Bacaan Lainnya

Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman, S.H, S.I.K, M.H mengucapkan terimakasih atas kehadiran dinas terkait dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden dan Pimpinan Polri terkait percepatan penurunan angka stunting dan Polres Samosir sangat mendukung percepatan penurunan angka stunting di Wilayah Kab. Samosir.

Kabag Ops Polres Samosir Kompol M. Hasan, S.H, M.H memaparkan data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.750 (tahun 2020), balita stunting 1.110 (tahun 2020), balita diukur PB/TB 9.090 (tahun 2021), balita Stunting 1.233 (tahun 2021), balita diukur PB/TB 9.283 (tahun 2022), balita Stunting 952 (tahun 2022), balita diukur PB/TB 9.245 (tahun 2023) dan data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 854 (tahun 2023).

Polres Samosir akan mengadakan rapat koordinasi dan anev secara rutin setiap bulan dengan OPD terkait guna menganalisa dan mengevaluasi kinerja di masing-masing program yang sudah ditetapkan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kab. Samosir. Sementara para kapolsek untuk lebih proaktif mendorong para camat dalam upaya percepatan penurunan stunting khususnya di wilayah kecamatan masing- masing. Dan Polres samosir bekerjasama dengan OPD terkait dan mendorong para OPD terkait untuk lebih aktif melaksanakan program yang sudah direncanakan sebelumnya oleh masing-masing OPD terkait guna mempercepat penurunan stunting di Wilayah kab. Samosir

Kadis Kesehatan Kab. Samosir, dr. Dina Hutapea dan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kab. Samosir, Hotnida Malau, S.K.M menjelaskan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.750 dan data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 1.110 (tahun 2020), balita diukur PB/TB 9.090 dan data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 1.233 (tahun 2021). Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.283 dan data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 952 (tahun 2022). Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.245 dan data jumlah balita Stunting 854 (tahun 2023).

Intervensi yang dilakukan dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting, antara lain Peraturan Bupati Samosir Nomor 67 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri usia 12 s/d 18 tahun yang bersekolah di SLTP dan SLTA, Surat Edaran Bupati Samosir Nomor 10 Tahun 2023 tentang Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah, program pelayanan kesehatan bagi calon pengantin (Catin) di 12 Puskesmas, Pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan Kesehatan Bayi dan balita, Penyuluhan Gizi Seimbang (isi piringku) di posyandu dan di kelas ibu balita, Kesehatan Lingkungan.

Juga meningkatkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan stop Buang Air Besar Sembarangan, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Samosir, dr. Priska Situmorang, M.M memaparkan secara sederhana, stunting didefinisikan sebagai keadaan tinggi badan (pendek atau sangat pendek) yang tidak sesuai dengan umur. Atau, stunting adalah gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis.

Target prevalensi stunting Kabupaten Samosir Tahun 2022 sebesar 26,3% sedangkan hasil Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022 Prevalensi Sunting menjadi sebesar 25,02 % (turun sebanyak 1,1 %). Sedang upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui perbaikan gizi pada 1000 HPK dengan pemberian makanan tambahan (PMT) ibu hamil kekurangan energi kronik (Bumil KEK), pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk ibu hamil, promosi dan konseling inisiasi menyusu dini (IMD), promosi dan konseling ASI Eksklusif, pemantauan pertumbuhan, pemberian makanan bayi dan anak, tatalaksana gizi buruk, pemberian vitamin A dan pemberian Taburia (tabur ceria) : bubuk tabur gizi berisi 12 vitamin & empat mineral.

Arahan dan bimbingan Pj Sekda Kab. Samosir Drs. Waston Simbolon, M.M bahwa Pemkab Samosir siap bersinergi dengan instansi terkait sebagai rencana aksi pencegahan Stunting. SOP teknisnya dan rencana aksinya harus jelas sehingga dapat melakukan dengan benar, agar diaudit dengan benar apa penyebab Stunting dan jangan ada pembiaran, kita harus fokus dalam penanganannya. Apakah minum tuak dan makanan pengawet yang dikomsumsi calon pengantin dan Ibu yang hamil salah satu penyebab anaknya stunting?

Agar rencana aksi yang akan dibuat segera dilaksanakan dan didata sasaran Stunting, dipetakan sehingga dalam pelaksanaannya berjalan dengan baik.

Arahan dan bimbinhan Danramil 01 Simanindo Kapten. Arh Edi Wirianto bahwa TNI/Polri juga mendapat perintah dari pimpinan untuk Penurunan Stunting di Wilayah masing-masing. TNI juga memiliki program Anak asuh Stunting yang mana setiap personel TNI mengasuh anak Stunting dengan memberikan makanan- makanan bergizi. Bahwa program apapun dari Pemerintah, TNI/Polri siap mendukung
kerjasama dan mari kita Komunikasi, berkoordinasi dan kerjasama.  TNI siap mendukung penurunan angka Stunting di Wilayah Kab. Samosir

Arahan dan bimbingan Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, S.H, S.I.K, M.H mengucapkan terimakasih atas paparan Kabag Ops, Kadis Kesehatan, Kadis P3APPKB Kab. Samosir, saran dan masukan dari Pj Sekda dan Danramil yang tentunya menjadi kekuatan dan tanggungjawab kita bersama untuk mempercepat penanganan Stunting yang bertujuan untuk Kesehatan ibu dan anak

Stunting merupakan tanggungjawab kita bersama, oleh sebab itu dalam penanganannya diperlukan kerjasama antarinstansi terkait sehingga penanganan Stunting nantinya dapat dilaksanakan dengan maksimal dan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana. Polres Samosir siap mendukung dengan segala kekuatan yang berkaitan dengan mempercepat penanganan Stunting di Wilayah Kab. Samosir dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dan Polsek jajaran. ***

Efendy Naibaho

Pos terkait