Jika hanya itu saja, demikian Victor Tinambunan, Eforus HKBP dalam postingan di akun facebook-nya pekan ini, model itu adalah sebuah gereja yang enak. Lebih tepatnya: enak sama enak. Peminatnya bisa sangat banyak. Tetapi gereja sejatinya bukan sekadar memenuhi selera kedagingan kita semata. Malahan, Kristus berpesan yang mau mengikutNya harus memikul salib.
Bapak, Ibu dan Saudara warga HKBP di perantauan, lanjut Victor, perkenankan kami sampaikan bahwa di Bonapasogit HKBP dengan segala keterbatasan dan ketidaksempurnaannya tetap peduli dan melayani keluarga kita sejak kelahiran hingga penguburan seseorang.
HKBP melayani secara holistik untuk kebutuhan rohani (mewartakan sorga dan kehidupan yang kekal), dan jasmani secara utuh. Itu sebabnya HKBP bersepakat misalnya ikut dalam arak-arakan membebaskan Tano Batak dari narkoba, judi, human traficking, dan kerusakan alam.
Untuk kehidupan umat dan masyarakat serta seluruh ciptaan dapat hidup dalam damai dan keadilan. Gereja berpolitik: terlibat dalam usaha menyejahterakan masyarakat, menegakkan keadilan dan kebenaran, merawat alam ciptaan Tuhan (tidak berpolitik praktis dengan berafiliasi ke Partai Politik tertentu). Mengandalkan Tuhan, Sang Pemilik Gereja dan bahkan Pemilik seluruh ciptaan. ***
Efendy Naibaho