Mahasiswa UGM Bersih2 Pasir Putih Parbaba

Mahasiswa UGM foto bersama di Pantai Pasir Putih

formatnews.id – Samosir : Mahasiswa – mahasiswi  Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 25 orang menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Pasir Putih Parbaba, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (31/7/2025). Aksi ini menjadi bagian dari kampanye sadar lingkungan yang mereka lakukan selama menjalani program pengabdian masyarakat di Kawasan Danau Toba.

Kegiatan ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir dan komunitas pemuda. Puluhan peserta berkumpul sejak pagi untuk melakukan bersih-bersih pantai dari sampah anorganik dan organik.

Bacaan Lainnya

Ketua kegiatan, Illona, mengatakan aksi ini merupakan upaya membangun kesadaran bersama dalam menjaga ekosistem Danau Toba dari ancaman pencemaran. Pantai adalah wajah destinasi wisata.

Ketika kotor, bukan hanya pemandangan yang terganggu, tapi juga ekosistem air dan kehidupan masyarakat lokal ikut terdampak.” Pertama kami sampai di Pasir Putih Parbaba ini, kami melihat tidak ada petugas kebersihan, ujar Illona.

Selain kegiatan ini, kata Illona, mereka juga melakukan edukasi ke pemilik home stay. Bagaimana standar home stay dan bagaimana pengelolaannya.

Illona menyoroti masih adanya ternak anjing milik warga berkeliaran di objek wisata. ” Kami melihat masih banyak ternak anjing milik warga berkeliaran di objek wisata di Samosir, hal ini perlu ditertibkan pemerintah, supaya tidak mengganggu wisatawan,” ungkapnya yang dibenarkan rekannya, Siburian.

“Edukasi yang kami sampaikan ke masyarakat yaitu membedakan antara sampah organik dan anorganik, karena langkah kecil ini sangat besar dampaknya bagi lingkungan,” tambahnya.

Setelah sesi edukasi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, dibekali alat kebersihan, dan menyisir sepanjang garis pantai untuk mengumpulkan sampah. Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan antusias dari warga sekitar.

Tak hanya fokus pada pembersihan, kegiatan Beach Clean Up di Parbaba juga menghadirkan sesi edukatif mengenai pengolahan sampah organik. Materi ini disampaikan oleh Elfin, mahasiswa UGM dari bidang agro yang turut terlibat dalam program tersebut.

Dalam pemaparannya, Elfin menjelaskan tentang Parawisata, Samosir harusnya berbasis agro wisata. Yang dekat danau jangan ada ternak lagi, harusnya pemerintah mengarahkan peternak jauh dari danau, katanya.

Elfin juga menyoroti minimnya Pokdarwis di Samosir. Sehingga tidak adanya kelompok masyarakat yang teredukasi dalam agro wisata, sebutnya.

Sosialisasi ini diadakan sebagai bentuk penguatan kapasitas masyarakat agar tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mampu mengelolanya secara berkelanjutan. Elfin menyebut bahwa metode ini sudah diterapkan di berbagai daerah dengan hasil yang signifikan.

Elfin berharap, kegiatan ini bisa menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara generasi muda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, panitia menyerahkan fasilitas tempat sampah secara simbolis kepada masyarakat setempat. Penyerahan dilakukan usai kegiatan bersih pantai oleh Yuniar, mahasiswa dari bidang agro yang juga terlibat dalam aksi ini.

Yuniar menyebut, “Ada dua jenis tempat sampah: organik dan anorganik. Harapannya, warga bisa langsung memilah tanpa perlu menunggu petugas DLH,” imbuhnya.

Selain menjadi simbol kegiatan, tempat sampah ini juga diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Menurut Yuniar, kesadaran masyarakat adalah kunci utama keberhasilan program kebersihan. “Satu tempat sampah tidak berarti apa-apa jika tidak ada kesadaran untuk menggunakannya dengan benar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, mahasiswa UGM akan terus memantau dampak dari kegiatan ini melalui komunikasi dengan warga dan pemerintah desa. “Kita akan evaluasi secara berkala, apakah kegiatan optimal atau perlu inovasi lanjutan,” ujarnyam usai menyerahkan tong sampah kepada kepala desa setempat .

Aksi ini menjadi contoh kolaborasi nyata dalam menjaga lingkungan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat pesisir Danau Toba. ***

Efendy Naibaho

Pos terkait