Dua Warga Tenggelam di Tano Ponggol

Tano Ponggol

formatnews.id – Dua warga yang dinformasikan sedang mandi-mandi di Terusan Tano Ponggol, Pangururan, Samosir, persisnya di Kelurahan Siogung-ogung, Sabtu (20/09/2025) sore, tenggelam dan hingga malam ini sekitar pukul 21.38 belum terlihat. Pencarian manual yang dilakukan warga bersama personel Polres dan Polsek  Pangururan, K0ramil Pangururan, Kecamatan dan pihak  Kelurahan Siogung-ogung, masih belum berhasil dan masih menunggu datangnya Tim Basarnas dari Parapat.

Camat Pangururan Robintang Naibaho dan Kapolsek Pangururan Dalimunthe kepada formatnews di Kawasan Tajur dan Tano Ponggol itu menyebutkan Tim-nya sudah di dalam perjalanan dari Parapat. Sedang yang belum terlihat disebut bermarga Pardede dan Siregar. Mereka 8 orang, dua tenggelam dan 6 orang selamat dan sudah dibawa ke Polres Samosir.

Bacaan Lainnya

Dari Polres, keenamnya sudah dibawa ke rumah pimpinannya dan keluarganya sudah datang dari Balige dan Taput.

Terusan Tano Ponggol yang panjangnya sekitar 1 Km lebih itu diketahui banyak sekali diminati warga khususnya pengunjung dan sering dijadikan sebagai tempat wisata dan  pemancingan. Warga setempat dan beberapa pemerhati menyebutkan pasukan katak yang biasa menyelam seharusnya dimintai untuk melakukan pencarian dengan menyelam.

Ini diperlukan karena lokasi terusan yang  +/- 9 m,  arusnya  keras dengan harapan masih mengendap dan mudah-mudahan akan mengapung. Diduga, arus air ini keras sehingga diharapkan tidak terbawa ke palung danau.

Diperkirakan, 3 jam dari kejadian akan mengapung kalau arus tenang tapi kalau arus kencang akan tertahan di bawah atau terbawa ke palung. Jarak alur tano ponggol +/- 1,2 km  masih bisa diisolasi. Dalamnya +/- 9 m dalam Dokumen Lingkungan sebelum Proyek Tano Ponggol dikerjakan.

DLH Simamora, seorang pengamat menjelaskan, kalau ada arus putar bisa di sekitar situ saja. Arus Danau Toba ini memiliki beberapa segmen sesuai stratifikasi limnion air. Pasukan penyelam dengan  alat lengkap menyelam bisa menolong. Minimal kalaupun sudah bagaimana, masih mungkin dapat ditemukan.

Simamora menambahkan, ada ponton DLH Kab Samosir yang mungkin bisa digunakan. Ponton itu stabil kalau ada ombak dan masih stabil berdiri dan menyenter air. Ponton itu pembersih enceng gondok, ujarnya.  ***

Efendy Naibaho

Pos terkait