GONDANG ORCHESTRA INDONESIA GO INTERNATIONAL STANDING OVATION YANG MENGHARUKAN DARI LA ROCHELLE & VALENCIENNES DI PRANCIS

formatnews.id – SUNGGUH terharu rasanya bahwa musik Batak Gondang dipadukan dengan aransemen orchestra kontemporer membuat orang Prancis kagum dan terpukau. Ini berarti perpaduan tersebut dapat diterima masyarakat Eropa seperti Prancis, demikian disampaikan Pimpinan Gondang Orchestra Indonesia, Tigor Situmorang kepada formatnews.id, di Jakarta, pekan ini.

Betapa terharu melihat para penonton berdiri sambil tepuk tangan sampai lama. Ini terjadi di acara INDOWEEK 2025 di Theater Université La Rochelle dan di acara Soirée culturelle-France & Indonésie di Theater Université Polytechnique Hauts-de Franec (UPHF) Valenciennes, Prancis ».

Bacaan Lainnya

Apabila musik etnik berpadu dengan musik orchestra, dikemas dengan baik dan spektakuler, mudah-mudahan bisa diterima di Eropa dalam promosi, pelestarian dan pengembangan budaya bangsa Indonesia », demikian harapan Tigor Situmorang yang telah membawa Gondang Orchestra Indonesia Go International dengan Misi Budayanya ke Kanada, Thailand, Jepang dan Prancis.

Selama pertunjukan Gondang Orchestra di Theater Université La Rochelle dan Theater UPHF Valenciennes Prancis, telah ditampilkan musik narasi yang menceritakan asal usul dan pekembangan Suku Batak dengan budayanya. Pertunjukan diawali dengan musik karya Tigor Situmorang berjudul Samosir IslandToba Lake yang menceritakan peristiwa meledaknya Gunung Toba Volkanik sekitar 73.000.000 tahun yang lalu yang menjadikan Danau Toba dan Pulau Samosir di tengah nya.

Datanglah kemudian para perantau perdana menaklukkan dan tinggal di daerah tersebut sebagaimana digambarkan dalam musik orchestra « Conquest of Paradise”. Setelah beberapa waktu, masyarakat disana berdoa, bersyukur,
memohon pada Tuhan melalui musik Gondang dan tari Tortor Sawan Pangurason.

Dalam perkembangannya, masyarakat hidup berasimilasi dan merantau membawa musik gondang keliling dunia sebagaimana tergambarkan dalam musik Tigor Situmorang berjudul Gondang Orchestra for the World. Ketika sampai di Prancis, menyesuaikan diri dengan budaya setempat, ditampilkanlah lagu-lagu Prancis seperti Non Je ne regrette rien; La vie en rose; dan Champs Elysee, yang dnyanyikan  bersama-sama hadirin untuk mempererat persahabatan antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Prancis.

Di bagian akhir pertunjukan, dibawakan lagu-lagu Tortor hiburan seperti Situmorang na Bongal, Sengko-sengko, Tillo-Tillo, Regee-Regee Dainang, dan Sinanggar Tulo. Para mahasiswa dan civitas academica serta orang-orang Batak di Prancis secara spontan maju ke depan untuk menari Tortor bersama. Musik Orchestra yang ditampilkan secara spektakuler pada prapenutup acara, membuat para audiens secara spontan berdiri cukup lama di tempat masing-masing dan memberi Standing Applause atau Standing Ovation.

Acara ditutup dengan lagu ciptaan Komposer Tigor Situmorang “Horas Indonesia”. Pertunjukan Gondang Orchestra di kedua theatre tersebut merupakan sebagian dari rangkaian kegiatan Misi Budaya Gondang Orchestra Indonesia ke Prancis dalam rangka Ulang Tahun Persahabatan antara Prancis-Indonesia yang ke-75 tahun di tahun 2025 ini.

Adapun yang mendukung misi budaya Gondang Orchestra Indonesia kali ini adalah Kementerian Kebudayaan Republik IndonesiaI, Dana Indonesiana, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan dukungan tempat
dan Undangan dari Université La Rochelle Prancis, Museum La Rochelle Prancis dan Université Polytechnique Hauts-de Franec (UPHF) Valenciennes Prancis serta dukungan lainnya dari KBRI Paris.

Dalam instagram @atdikbud-kbri Paris tanggal 23 Oktober 2025, disebutkan bahwa kehadiran Gondang Orchestra Indonesia di dua kota ini (La Rochelle dan Valenciennes) menegaskan peran seni sebagai diplomasi budaya yang hidup, sekaligus penghormatan terhadap kekayaan tradisi Nusantara yang terus berevolusi di panggung dunia.

Melalui harmoni antara instrumen tradisional dan modern, Gondang Orchestra Indonesia menunjukkan bahwa musik dapat menjadi Bahasa universal yang menyatukan budaya lintas negara-dari tepian Danau Toba hingga ke
jantung kota-kota di Prancis. ***

Efendy Naibaho

Pos terkait