Ketua Umum PGI Sumut : Negeri Ini Masih Dicemari Luka2 Lama

Sidang PGI Sumut
formatnews.id – Selain tugas pelayanan sebagai Eforus HKBP, Huria Kristen Batak Protestan, saya juga menerima tanggung jawab sebagai Ketua Umum PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) Wilahyah Sumatera Utara, satu dari PGI Wilayah terbesar di Indonesia dari segi jumlah, periode 2021-2026.
Hari ini (Senin 17.11.2025) sampai lusa, berlangsung Sidang MPL PGI Wilayah Sumatera Utara di Pematangsiantar. Berikut sebagian dari Kata Sambutan yang saya sampaikan dalam Pembukaan, demikian Pdt Victor Tinambunan dalam akun facebook-nya kemaren:
Bapak, Ibu dan Saudara yang dikasihi Tuhan, kita bersidang pada masa yang penuh asa, namun juga di tengah pergumulan. Kita bersyukur melihat banyak tanda harapan: seperti kerinduan umat untuk bertumbuh, kerja sama antargereja yang makin erat, kerjasama yang baik dengan pemerintah dan organisasi keagamaan lainnya, serta semangat oikoumene yang tetap menyala.
Namun kita tidak menutup mata: negeri ini masih dicemari luka-luka lama dan hadirnya tantangan baru. Korupsi yang merusak kepercayaan, narkoba yang menghancurkan generasi, judi yang menjerat keluarga, dan kerusakan alam yang mendera kehidupan masyarakat—semua ini menuntut kehadiran gereja yang lebih berani, lebih jernih, dan lebih setia kepada Injil.
Karena itu, biarlah percakapan dan keputusan dalam Sidang MPL ini menjadi jalan bagi Roh Kudus berkarya. Kiranya kita boleh menemukan hikmat untuk menolong gereja-gereja dalam lingkup PGIW Sumatera Utara tampil sebagai garam yang mencegah kebusukan, dan sebagai terang yang menembus kegelapan. Kita hadir bukan hanya untuk melihat masalah, tetapi untuk membawa harapan; bukan hanya mendiagnosis luka, tetapi menjadi bagian dari penyembuhannya.
Kiranya Sidang ini menjadi ruang di mana hati dipertajam, komitmen diperbaharui, dan langkah bersama diteguhkan—demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan umat Kristen dan masyarakat yang kita layani.
Selamat bersidang. Tuhan menyertai dan memberkati kita semua.
Bintang timur memecah malam, membawa tanda kasih Ilahi. Gereja bersatu melawan kelam, menjadi terang di bumi pertiwi. ***
Efendy Naibaho

Pos terkait