EFENDY NAIBAHO: MEMALUKAN NAMA GAMKI DICATUT DI KLB SIBOLANGIT

fnews – Senioren GAMKI Efendy Naibaho mengaku sangat teriris hatinya dan tidak bisa menerima nama GAMKI dibawa-bawa dalam KLB Demokrat di Sibolangit.

Menurutnya GAMKI adalah organisasi yang membawa nama keagamaan sehingga merupakan penghinaan jika nama GAMKI dijadikan tameng untuk mensiasati penyelenggaraan KLB yang illegal.

Bacaan Lainnya

“Saya selaku mantan Ketua GAMKI Sumut dan mantan salah satu Ketua DPP GAMKI meminta pengurus DPP GAMKI segera memecat kader yang membawa nama GAMKI di KLB tersebut,” tegas Efendy Naibaho kepada wartawan, Senin (8/3) di Amaliun Food Court.

Efendi juga menyatakan keheranannya mengapa pihak hotel bisa berani menerima gelaran KLB.

Padahal ijin dari pihak kepolisian diketahui tidak ada.

Bahkan Gubsu Edy Rahmayadi, kata Efendy pada hari pelaksanaan KLB memerintahkan Satgas Covid 19 membubarkan gelaran kongres.

“Kok pihak hotel berani menyediakan lokasinya meski ijin tidak ada. Perlu diketahui siapa pemilik hotelnya ini,” tegas Efendy.

Ia juga menyatakan rasa simpatinya atas permasalahan yang dihadapi AHY dan partai demokrat.

“Saya ini kader PDIP tetapi merasa ikut keberatan dengan kudeta yang terjadi di Partai Demokrat. Saya melihat demokrasi kita dicederai dan ini bukan lagi masalahnya Demokrat semata tetapi menjadi masalah bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia,” tegasnya.

Secara pribadi, Efendy Naibaho menyampaikan agar AHY elegan menghadapi tantangan yang dihadapinya dan ini dipandang sebagai proses pematangan bagi kepemimpinan AHY ke depan. So

Pos terkait