fnews – Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon berharap Sartika Sinaga yang dinyatakan hilang di kawasan hutan di Ulu Darat, Samosir, beberapa waktu yang lalu, masih hidup. Sampai saat ini kami masih tetap melakukan pencarian. Ketika kami olah TKP, yang saya pimpin langsung, kami mencari dengan menelusuri dan turun ke tiga arah”, jelasnya saat temu pers memaparkan perkembangan beberapa kasus yang ditangani, salah satunya kasus hilangnya Sartika Sinaga, di Mapolres Samosir, Pangururan, Sabtu (20/3).
Didampingi Kasat Reskrim, AKP Suhartono, Kasat Lantas AKP S Batubara, Kabag Ren Binsar Pakpahan, dan Humas Iptu Marlan Silalahi, pejabat dan penyidik Polres Samosir, Josua Tampubolon mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam pencarian Sartika Sinaga.
Mengikutkan anjing pelacak – K9 – bersama Tim Basarnas juga sudah dilakukan. Namun, penciuman Brusco, anjing pelacak yang diturunkan dari Polda Sumut itu tidak menemukan bau baik dari tas atau pakaian milik Sartika yang diendus. Maupun ketika turun ke bawah, saat memasuki semacam gua dan menyaksikan sekitar 200-an kelelawar yang beterbangan, juga tidak ada ditemukan.
Ada informasi dari masyarakat Humbang Hasundutan, bahwa mereka — lebih dari tiga orang – menceritakan pernah bertemu dengan orang yang mirip Sartika Sinaga. Malah pernah meminta makanan. Persisnya warga Pollung, ujar Josua.
Kawasan hutan di Ulu Darat, Samosir itu memang berbatasan langsung dengan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Yang pasti, jajaran Polres Samosir membutuhkan informasi sekecil apapun agar korban hilang Sartika Sinaga bisa ditemukan. Dengan Kapolres Humbang Hasundutan juga sudah dilakukan koordinasi dan abang kandung Sartika tetap diikutkan melakukan pencarian.
Kapolres Samosir ini juga menyatakan bahwa foto Sartika sudah disebar dan ditempel di beberapa lokasi strategis agar warga bisa mengenalinya.
Seperti disiarkan berbagai media, di antaranya telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Sartika Sinaga Hilang di Hutan Ulu Darat Samosir Sejak 2 Januari lalu, diketahui Sartika Sinaga (30) ini warga Siambalo, Pangururan, Samosir, hilang sejak Januari 2021 di Hutan Ulu Darat, Samosir.
Sejak dinyatakan hilang pada Jumat 2 Januari 2021 lalu, hingga Kamis (7/1/2021), warga beserta kerabat keluarga masih melakukan pencarian terhadap Sartika Sinaga. Reinhard Sinaga, salah satu relawan yang dihubungi Tribun-Medan.com mengatakan pencarian masih terus dilakukan di Bukit Hutan Ulu Darat, Kecamatan Sitio-tio Kabupaten Samosir.
“Kami masih terus melakukan pencarian ito kami itu. Kami tergerak untuk membantu pencariannya karena kami peduli dan rasa sosial, meskipun kami harus menahan dinginnya udara di ketinggian 2.155 dpl, tidur di tenda dengan makanan seadanya,” terang Reinhard Sinaga ketika itu, lewat sambungan telepon selularnya.
Kata Reinhard, dia sudah ikut melakukan pencarian hingga hari ketiga, namun belum ada tanda-tanda ditemukan.
Sartika Sinaga hilang di Gunung Ulu Darat Sakti karena terpisah dari rombongannya pada tanggal 2 Januari 2021 lalu. Menurut Raunhard, berbagai cara sudah mereka lakukan. Baik dari sisi spritual dan metode pencarian manual dengan cara menelusuri goa dan aliran sungai, rawa serta pepohonan.
Namun, sampai saat ini relawan, termasuk Polres Samosir, belum juga bisa menemukan Sartika Sinaga. “Dalam perjalanan pencarian jejak selama 3 hari ini, kami merasakan kuatnya energi spirit di dalam Hutan Ulu Darat, misteri yang sampai saat ini belum bisa terpecahkan secara logika”, demikian Rainhard seperti ditulis Arjuna Bakara, jurnalis Tribun. en
