Kehadiran ajang balap perahu berskala internasional membuat masyarakat Provinsi Sumatra Utara, khususnya mereka yang tinggal di sekitar Danau Toba, merasa bangga. Hal itu dirasakan oleh Jisca misalnya, warga lokal yang tinggal di sekitar Danau Toba.
“Jadi waktu itu kita sudah lihat berdatangan para pengunjung, pejabat-pejabat juga, kita bangga sih kalau sebagai warga Toba sendiri. Sampai saya merinding nih karena pertama kalinya ada event internasional di tempat kita, serius,” ujar Jisca.
Sebagai penduduk asli yang sejak kecil tinggal di sekitar Danau Toba, Jisca merasa kehadiran ajang internasional bisa mengangkat kembali pamor Danau Toba dan keindahannya. Jisca menuturkan bahwa sewaktu ia kecil, Danau Toba sering sekali dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara.
“Toba yang seindah ini harus naik lagi kan ya, karena dulu-dulu juga saya ingat waktu saya SD, bule-bule ke sini tuh sering. Kenapa makin sedikit? Aku pikir memang harus ada pemerintah yang bantu lah untuk ini up lagi kan. Nah dengan adanya ini kita bangga, senang, dan kalau boleh tiap tahun ada selalu event seperti ini,” ungkapnya.
Penduduk setempat lainnya, Arta Sianipar datang menonton F1H2O bersama suami. Seperti halnya Jisca, Arta juga mengaku bangga dan terharu karena bisa menyaksikan langsung ajang internasional di daerahnya.
“Perasaan saya sendiri pas mendengar ada F1H2O dilihat dari televisi juga, media sosial, sangat terharu ya karena event yang begitu besar, mendunia, pokoknya terharu lah dengan kota kecil Balige bisa datang seluruh dunia bahkan pejabat-pejabat, Presiden, datang ke Toba, terharu sekali,” ujar Arta.
Sementara itu, Sofian Sitorus, warga Toba lainnya, melihat bahwa kehadiran F1H2O memberikan dampak signifikan bagi perekonomian di daerahnya. Ia pun berharap pemerintah bisa lebih meningkatkan penyelenggaraan ajang balapan internasional tersebut dan masyarakat bisa meningkatkan keramahannya agar ajang F1H2O bisa terus dilanjutkan hingga bertahun-tahun ke depan.
“Saya kira dampaknya cukup besar. Kita lihat macet, kami mengartikan itu orang yang datang banyak, orang datang ya tentu membawa dampak ekonomi juga kepada kita,” ungkap Sofian.
“Harapan kita karena ini jelas membawa dampak positif, kalau ke pemerintah bisa lah ditata lebih baik, baik dari segi persiapan maupun penyelenggaraannya sendiri. Kalau dari masyarakat alhamdulillah kita harus bagaimana meningkatkan hospitality kita menerima tamu. Sebenarnya kita ada filosofi juga kalau tamu itu sebagai raja, masyarakat juga harus perlakukan demikian saya kira,” lanjutnya.
Para warga Toba tersebut memiliki keinginan yang sama, yakni agar keindahan Danau Toba bisa lebih dikenal oleh wisatawan baik nasional maupun mancanegara. Mereka pun mengajak masyarakat untuk berwisata ke Danau Toba.
“Jadi buat warga wisatawan yang mungkin biasanya ke daerah-daerah lain, contoh misalnya Bali atau yang lain-lain, boleh lah datang ke sini. Nah kalau untuk kekurangan mungkin dari kami sendiri di sini harap-harap maklum, tapi kami pasti ramah tamah menjamu para tamu yang datang dari luar ke tempat kami dan di sini aman, tenang saja,” ujar Jisca.
Presiden Joko Widodo sendiri beserta Ibu Iriana Joko Widodo menyaksikan langsung balapan F1H2O/Powerboat yang digelar di Pelabuhan Muliaraja Napitupulu Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara, Minggu 26 Februari 2023 itu. Seri di Danau Toba tersebut merupakan seri pertama kompetisi perahu balap kursi tunggal musim 2023.
Dalam balapan tersebut, Bartek Marszalek dari tim Strømøy Racing F1H2O, yang mengawali lomba dari posisi terdepan (pole position) berhasil meraih juara pertama. Ia berhasil mengalahkan Sami Seliö dari tim Sharjah yang harus puas finis di posisi kedua.
Sementara itu, Eric Stark dari tim Victory meraih posisi ketiga. Adapun juara bertahan Shaun Torrente dari tim Abu Dhabi harus puas finis di posisi ke-10.
Dengan capaian tersebut, Bartek Marszalek yang berasal dari Polandia berhasil mengantongi 20 poin dan duduk di puncak klasemen sementara F1H2O musim balap 2023. Sementara Sami Seliö dan Eric Stark berada di posisi kedua dan ketiga dengan nilai masing-masing 15 dan 12 poin.
Usai balapan selesai, Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung trofi kepada juara di podium. Presiden yang untuk pertama kalinya menyaksikan balapan F1H2O menilai gelaran ini merupakan sebuah ajang internasional yang sangat menarik untuk disaksikan.
“Ya saya bicara apa adanya ya, ini sebuah event yang sangat seru dan saya juga baru pertama kali melihat F1 Powerboat ini,” ujar Presiden dalam keterangannya kepada awak media selepas acara.
Ketika ditanya pembalap favoritnya, Presiden Jokowi menyebut nama Marit Stromoy. Pembalap asal Norwegia tersebut merupakan satu-satunya pembalap wanita pada ajang F1H2O. “Tadi ada yang cewek, Stromoy, yang tadi saya sampaikan ternyata dia juga seorang penyanyi, musisi yang baik di negaranya,” ungkapnya.
Turut hadir menyaksikan gelaran F1H2O yaitu Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, Bupati Toba Poltak Sitorus, Direktur Utama InJourney Dony Oskaria, dan Presiden F1H2O/Powerboat Nicola di San Germano. (BPMI Setpres)
***efendy naibaho
