Pelaku ke-3 Persetubuhan Anak di Bawah Umur Ditangkap

Penangkapan terhadap pelaku ke 3 persetubuhan anak di bawah umur.

formatnews.id – Tim Ops Nal Polres Samosir berhasil menangkap pelaku ke-3 atas kejadian persetubuhan yang dialami korban NNS, Selasa (12/8) sekitar pukul 21.00. Pelakunya, RS, diamankan di Simpang Empat HKBP Bolon, saat baru pulang dari Medan menaiki salah satu angkot yag ada di Samosir.

Hasil penyelidikan Tim Opsnal Polres Samosir, pelaku yang ke-3 itu sedang berada di Medan. Dan pada hari Selasa 12 September 2023, Tim Opsnal seyogianya akan berangkat ke Medan untuk melakukan penangkapan namun mendapat informasi bahwa pelaku RS sedang akan pulang ke Samosir menaiki salah satu angkot jurusan Samosir.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya Tim Opsnal mengecek jejak digital dari HP si RS dan mengetahui bahwa keberadaan RS sudah mendekati Samosir. Angkot tersebut pun diikuti mulai dari perbatasan Dairi dan Samosir. Sekira pukul 20.30, tepat di Simpang 4 Jalan Gereja Kel. Pasar Pangururan, Tim Opsnal Polres Samosir menghentikan angkot tersebut dan memeriksa penumpang. Dari salah satu penumpang diketahui adalah pelaku RS.

Tanpa ada perlawanan bahwa penumpang tersebut mengaku benar bernama RS, pelaku dari persetubuhan terhadap anak di bawah umur NNS, selanjutnya RS diamankan ke Polres Samosir untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Usai pemeriksaan di Polres Samosir, didapat pengakuan RS bahwa dianya diamankan di Simpang 4 HKBP Bolon, baru pulang dari Medan menaiki salah satu angkot yang ada di Samosirsekira pukul 20.30.

Kepulangannya ke Samosir karena mendapat telefon dari salah satu keluarganya yang menanyakan RS, betulnya ada masalahmu? Pulanglah dulu kau biar tau kami sebenarnya apanya masalahamu. Atas telefon dari salah satu keluarganya tersebut, pelaku RS mengiyakan dan pulang ke Samosir.

Ditambahkannya lagi bahwa ianya berangkat ke Medan dengan alasan mau mencari pekerjaan pada hari Kamis minggu lalu (tanggal 07 September 2023) menggunakan kendaraan roda dua milik sendiri dan kendaraan roda dua tersebut ditinggalkan di Medan.

Dari pengakuan pelaku RS didapat informasi bahwa diawali dari no kontak korban NNS didapat dari pelaku ZS yang mana ZS mendapat no kontak korban NNS pada saat mengisi air isi ulang (pemesananan air minum) dan si Pelaku RS meminta no kontak korban.

Komunikasi antara Pelaku RS dan ZS sudah berjalan sekira sebulan dan mereka pun pacaran dan terjadilah persetubuhan. Sebelum dibawa ke rumah, terlebih dahulu korban dibawa ke Pangururan berjalan-jalan selanjutnya dibawa ke tepi Danau Toba pada malam hari dan di tepi Danau Toba pelaku RS merayu menciumi dan terjadi persetubuhan.

Seingat RS, sudah 4 kali melakukan persetubuhan. Dimana pernah korban menolak disetubuhi namun pelaku RS mengancam dengan video persetubuhan mereka akan disebar apabila korban NNS tidak mau disetubuhi.

Bahwa pelaku RS pernah mengatakan kepada pelaku ZS bahwa si korban NNS adalah pacarnya dan sudah dirusaknya. Pelaku RS mengetahui bahwa dia masih pelajar dari pernyataan korban NNS kepada Pelaku RS bahwa akan melanjutkan SMA – nya di Samosir” (Pernyataan tersebut disampaikan korban NNS kepada pelaku RS di saat mereka masih pacaran).

Saat ini pelaku RS sudah diamankan di Mako Polres Samosir untuk pemeriksaan lanjut. ***

Efendy Naibaho

Pos terkait