Terbakar Lagi Kawasan Hutan di Samosir

Tim Damkar dan BPBD masih terus bekerja menangani api, semoga karhutla ini bukan faktor kesengajaan.

formatnews.id – Sejak Minggu (14/07/24)  hingga Senin (15/07/24) siang, hutan di Kawasan Simpang Gonting Simpang Limbong dan Boho, persisnya di Dolok Sijukjuk dan dolok lainnya,  terbakar dan terlihat dekat dari pinggir jalan besar menuju arah Sibea-bea dari arah Tele dan dari arah Pangururan ke Tele.

Beberapa warga di kawasan itu menyebutkan terbakarnya hutan-hutan tersebut karena angin kencang dan iklim panas sekarang dan tidak mengetahui dari mana asal apinya. Begitu juga dengan beberapa petugas di sana yang lebih memfokuskan agar apinya tidak melebar terbawa angin.

Bacaan Lainnya

Petugas dari Kementerian Kehutanan yang berposko di Siantar, seperti disaksikan formatnews yang turun ke lokasi hingga siang hari, Simanjuntak bersama 10 personelnya melakukan penyemprotan dan mematikan apinya dengan menaiki tebing-tebing yang curam.

Personel dari Polsek Harian di kawasan itu juga ikut mengamankannya termasuk dari Koramil, di antaranya Siburian dan Nainggolan.  Sudah ada juga personel yang ditugasi ke lokasinya baik dari BPBD dan Damkar. Mulai kemaren sudah standby, tulis Kadis Kominfo Samosir Immanuel  Sitanggang di grup whatsApp samosirToDay.

Sirene mobil pemadan kebakaran memenang terdengar lintas dari arah Jembatan Tano Ponggol menuju Simpang Limbong.

Harri Naibaho, Pengamat Pemerintahan Sumut menyebutkan dalam grup WhatsApp samosirTo Day, kebakaran hutan, kayu dan lainnya, tidak semua oleh ulah manusia. Pengalamannya ketika  menjadi kepala dinas di suatu daerah,  sering di telefon masyarakat meminta bantuan pemadam kebakaran.

Setelah di  lokasi,  terlihat api cukup hebat melalap rumpun pohon bambu yang dekat pemukiman dan  mengkhawatirkan kebakaran rumah.  Kita bertanya,  siapa yang membakar….  namun jawaban yang ada adalah alamiah yang disebut membakar.

Karena, kata Naibaho, kalau sudah kemarau berkepanjangan, bambu bergesekan tertiup angin maka akan bisa terjadi percikan api. Teringatlah pesan natua-natua kita dulu yang membuat api dengan menggosok kayu ke batu. Jadi bisa saja kebakaran itu bukan semua ulah manusia.

Beberapa pengamat lainnya seperti Efendy Naibaho, Ketua Yayasan Pusuk Buhit, mengharapkan agar Bupati Samosir Vandiko Gultom memberikan atensi lebih menjaga kelestarian hutan-hutan di Kawasan Danau Toba khususnya Samosir. ***

Samuel Parningotan

Pos terkait