Hariara yang Ditanam Iriana Jokowi di Sigulatti

Ketika menanam pohon....

formatnews.id – Lama tak berkunjung ke Taman Iriana Jokowi di Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba, persisnya di Sigulatti, di Perkampungan Si Raja Batak,  empat tokoh warga Samosir: Naris Sitanggang dan Arifin Naibaho, keduanya ketua dan sekeretris Yayasan Si Tolu Hae Horbo, Efendy Naibaho, Ketua Yayasan Pusuk Buhit dan Sumper Simanjuntak, jurnalis SamosirTV, berkunjung melihat hariara, pohon yang ditanam Iriana, Sabtu (24/05/2025)  

Seperti apa sekarang pohon yang ditanam Iriana Joko Widodo itu, yang ditanam bersama Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Kerja (OASE) di belakang lahan seluas 23 ha Lokasi Gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba? Yang pasti disaksikan keempatnya sudah tumbuh subur, menjulang ke atas  yang berfungsi menghasilkan oksigen untuk kehidupan.

Bacaan Lainnya

Terima kasih Kadis Pariwisata Samosir Tetty Naibaho dan seluruh  stafnya yang merawat dengan baik pohonnya. Sangat senang sekiranya Ibu Iriana Jokowi bersama Pak Jokowi berkenan datang melihat pohon hariara tersebut, harap Naris, Sumper, Arifin dan Efendy Naibaho. 

Dari berbagai sumber termasuk dari staf Dinas Pariwisata di Sigulatti itu, ketika itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo berserta rombongan menanam pohon di area Geopark Kaldera Toba, Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Rabu (18/4/2018).

Tiba pukul 09.40 WIB di Sigulatti, Iriana beserta rombongan langsung disambut oleh seluruh masyarakat yang hadir. Iriana lalu menyapa rombongan Pangulubalang dan para penari tortor yang sejak pagi sudah menunggu isteri Presiden Jokowi tersebut.

Sebelum menanam pohon, Ibu Negara Iriana terlihat menyempatktan diri untuk berfoto bersama ibu-ibu Bhayangkari Polres Samosir dan seluruh personel Pemkab Samosir. Usai melakukan penanaman, Iriana melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir sebelum bertolak kembali ke Jakarta, tulis Jakarta The Jakarta Observer.

Presiden tanam pohon di Samosir
Presiden Joko Widodo (tengah) menyapa warga sebelum menyeberangi Danau Toba untuk berkunjung ke Pulau Samosir di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Sebelum membuka kegiatan Karnaval Kemerdekaan di Balige, Toba Samosir, Presiden Joko Widodo bersama rombongan berkeliling menggunakan kapal untuk menikmati pemandangan dan keindahan Danau Toba. (ANTARA/Septianda Perdana )

Presiden Jokowi sendiri, ketika itu dan Ibu Iriana Joko Widodo menanam pohon di Desa Tomok Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Sumatera Utara, Minggu. “Saya titip, saya ingin kawasan Danau Toba hijau lagi,” kata Jokowi dalam acara penanaman pohon penghijauan yang diikuti ratusan pelajar dan pramuka.

Ia meminta agar pohon yang sudah ditanam dirawat dan diawasi agar bener-benar tumbuh menjadi pohon yang besar. “Sampai akhir Desember 2016 akan ditanam sejuta pohon, saya ingin tumbuh semua jangan sampai ditanam sejuta yang tumbuh hanya 100 pohon,” katanya.

Ia menyebutkan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan bantuan pompa air untuk pemeliharaan tanaman itu. Khusus di Desa Tomok, area yang dihijaukan mencapai 150 hektare yang akan menjadi kebun raya.

Ia menyebutkan selain tanaman buah, juga ada tanaman keras yang ditanam di areal itu. “Saya berharap nantinya kebun raya ini menjadi tempat penelitian yang baik, sekali lagi agar dirawat dan dipelihara sehingga pohon-pohon ini tumbuh,” katanya.

Selain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, hadir dalam kesempatan itu Menteri Sekretaris Negera Pratikno dan anggota DPR dari PDIP Maruarar Sirait, juga hadir Bupati Samosir Rapidin Simbolon., demikian dikutip dari Antara.

Biro Humas Kementerian LHK, Minggu, 21 Agustus 2016 menulis juga bahwa Setelah kemarin (20/8/2016) menanam 7.500 pohon di Porsea, Kabupaten Toba Samosir, hari itu Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, serta jajaran menteri kabinet kembali melakukan penanaman 1.000 batang pohon bersama ratusan siswa/siswi SMA/SMK se-Kabupaten Samosir & Universitas Katolik Santo Mikail di Kebun Raya Samosir, Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Pada kesempatan ini Presiden menanam pohon Manggis, sementara Ibu Negara menanam pohon Mangga, dan diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa menanam tanaman multiguna lainnya.

Dalam sambutan singkatnya, Presiden Joko Widodo ketika itu kembali mengajak seluruh pelajar dan masyarakat untuk bersama-sama menanam pohon dan menjaganya. “Saya titip tanaman yang kita tanam hari ini agar betul-betul dijaga, saya ingin Danau Toba hijau lagi”, ucap Presiden. Hingga akhir Desember 2016, akan ditanam 1 juta pohon di seluruh areal Danau Toba. Presiden berharap 1 juta pohon ini benar-benar tumbuh dan bukan hanya angka, “Jangan sampai ditanam 1 juta, yang tumbuh hanya 100.000,” ungkapnya.

“Bibit yang kita tanam, jangan hanya tumbuh saat ini saja. Namun harus tumbuh esok hari, minggu depan, bulan depan, tahun depan dan berikutnya sehingga tumbuh menjadi pohon besar dan menghijaukan Danau Toba”, lanjut Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, di sela-sela padatnya agenda Kunjungan Kerjanya: Penanaman di Porsea; Peninjauan Taman Wisata Sipincur beserta lokasi calon Taman Bunga Sijaba; Penanaman di Hutaginjang; Dialog dengan Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Jangga Dolok serta Penanaman di Samosir, Menteri Siti Nurbaya memimpin Rapat Evaluasi bersama Tim Kementerian LHK dengan jajaran Pemerintah Daerah terkait Penghijauan di areal Danau Toba.

Menteri Siti menegaskan, “Pembangunan Danau Toba sangat tergantung kondisi dan kualitas alam. Semakin hijau areal Danau Toba maka semakin lestari Danau Toba. Dan tentu saja, pembangunan berbagai sektor, seperti pariwisata akan semakin berkembang”. Lebih jauh lagi, Siti Nurbaya memaparkan bahwa Peran Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Pembangunan Danau Toba adalah, antara lain menyediakan dukungan areal bagi pariwisata dan penghijauan di areal Danau Toba.

Untuk itu Menteri Siti Nurbaya memberikan langkah-langkah strategis dan praktis terkait Penghijauan dan Penanganan Pencemaran di areal Danau Toba, yaitu (1) Investigasi sejarah kawasan dan sejarah tumbuhan asli; (2) Melakukan analisis desain masyarakat; (3) Menyusun desain informasi komunikasi publik; (4) Desain penanaman; (5) Kemitraan pendanaan; (6) Penanaman dilakukan setiap minggu melalui partisipasi anak sekolah, pramuka, dan organisasi pemuda; (7) Optimalisasi penyelenggaraan pelatihan bagi masyarakat terkait penanaman dan pencemaran; (8) Evaluasi standar pencemaran; (9) Optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah di titik-titik objek wisata; serta (10) Penanganan keramba jaring apung.

Kementerian LHK mengajak setiap masyarakat untuk menanam minimal 25 pohon seumur hidupnya. Karena menanam pohon adalah sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa untuk kelestarian alam dan kemaslahatan umat manusia. Pohon yang kita tanam bukan hanya dapat memberikan hasil berupa kayu, buah, getah dll, tetapi juga menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan untuk kehidupan. ***

Efendy Naibaho

Pos terkait