fnews – Akibat angin kencang yang melanda Samosir sejak Selasa (30/3) tengah malam hingga Rabu (31/3) dinihari, pembatas jalan Proyek Jembatan Tano Ponggol yang dikerjakan PT Wika di Siogung – ogung, Pangururan, bertumbangan. Sebuah kios tukang pangkas milik TKP Simarmata yang juga dijadikan sebagai kedai kopi, di kawasan proyek tersebut, terbalik ke arah belakangnya, di halaman sekolah PAUD di Jalan Pangururan – Tele, persisnya di Simpang Tolu Aek Rangat.
Tiupan angin yang sangat kencang dan bergemuruh itu juga mengakibatkan banyak atap rumah dan pohon – pohon yang bertumbangan. Ranting-ranting pohon pun mulai dari kawasan Tano Ponggol – Tanjung Bunga dan arah ke Pasar dekat pinggiran Danau Toba rumah dinas bupati maupun di Jalan Putri Lopian, Taman Segitiga depan Polsek Pangururan, juga bertumbangan.
Seperti disaksikan fnews yang sudah memantaunya sejak Rabu (31/3) subuh, pembatas jalan di Proyek Jembatan Tano Ponggol itu, hampir seluruhnya tumbang. Enceng gondok dari kawasan perairan Danau Toba, terlihat berjalan ke terusan Tano Ponggol. Malah, keramba warga yang semula di kawasan pinggiran arah Tano Ponggol, sudah bergeser hingga ke arah Onan Baru, di belakang Kantor Dinas Kominfo.
Pohon tumbang di Taman Segi Tiga depan polsek, ada dua pohon yang tumbang. Petugas Lingkungan Hidup Pemkab Samosir, Selamat Laoly yang membersihkan taman itu, hanya dapat memandang pohon yang tumbang tersebut. Di belakangnya, arah Stasiun Sampri, banyak ranting – ranting pohonnya yang berpatahan. Di Jalan Putri Lopian, warga di sana, Pedro Simbolon, boru Hutagalung dan anak – anak muda, memotong dengan alat seadanya pohon yang tumbang.
Selain bertumbangan, listrik pun mati sehingga menambah kelamnya Selasa (30/3) malam itu seperti yang dialami fnews, di warkopJurnalis, di Lumban Butar ll, Siogung – ogung, Pangururan, tempatnya bermukim. Karena ada kabel – kabel yang terganggu, PLN Samosir pun harus memperbaikinya yang berakibat listrik dipadamkan.
Kepala Cabang PLN Samosir Janno Marbun, Rabu (31/3) pagi sudah berkoordinasi dengan Danramil Pangururan, Donald Panjaitan di Kantor Koramil untuk mengatasi padamnya aliran listrik tersebut. Hingga Rabu (31/3) siang, sekitar pukul 13.00, listrik sudah aman, sudah nyala kembali.
Sampai Rabu siang ini, fnews belum memperoleh jumlah kerugian yang diderita warga, khususnya akibat terbang dan tumbangnya atap-atap rumah penduduk seperti mandor Sampri Naibaho di Tanah Lapang, bagian depan bangunan rumahnya hancur.
Sementara seng pembatas proyek yang ada di sepanjang jalan Tano Ponggol yang mengalami kerusakan serius, sudah mulai diperbaiki, termasuk kios tukang pangkas di dekatnya.
Di tempat selfi milik Dinas Pariwisata Samosir, juga ikut rusak. Sebuah pohon di tamannya tumbang dan semacam jembatan terapung di sana, juga rusak di beberapa bagian karena dampak angin kencang tersebut.
Masih di seputar Pangururan, informasi dari warga dikabarkan ada dua rumah di Desa Pardomuan, tepatnya antara Gereja Advent mengalami kerusakan serius. Seng bangunan tersebut habis terbawa angin.
Informasi dari daerah Tomok Kecamatan Simanindo, seperti diposting Harri Bos Sidabutar di whatsApp grup Samosir To Day, ada bangunan yang mengalami kerusakan. Ada beberapa seng rumah yang terbawa angin. en – ss
