Gerakan Mahasiswa Medan Mandul terhadap Aksi Brutal

ilustrasi l repro

Oleh Irwan Maranata Siregar l Ketua Cabang GMKI Medan

Bacaan Lainnya

SEJAK memasuki bulan April , dinamika politik di negara kita sudah mulai bergejolak apalagi sejak dinaikkan nya oleh pemerintah BBM yang membuat Situasi di lapangan banyak masyarakat mengeluh lantaran ketersediaan BBM jenis pertalite sangat terbatas.

Keterbatasan BBM jenis pertalite ini sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat lantaran konsumsi BBM jenis pertalite sangat tinggi dengan kisaran 76 %. Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga pertamax dan LPG yang tadinya harga pertamax perliter berkisar dari Rp. 9.000,00 – Rp9.400,00 menjadi Rp12.500,00 – Rp13.000,00 yang mulai berlaku pada tanggal 1 April 2022.

Sementara LPG non subsidi mengalami kenaikan sejak desember 2021 dan awal februari 2022 dengan harga jual sekarang sebesar Rp15.500,00 dari harga semula Rp13.500,00. Kenaikan harga BBM dan LPG ini akan mempengaruhi perekonomian nasional dan menyebabkan kenaikan harga produk lainnya yang akan semakin menambah penderitaan rakyat yang pendapatannya belum pulih akibat pandemi Covid-19.

Selain kenaikan BBM sebagai pemicu, wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 dan juga isu soal penundaan pemilu yang pada kondisi ril nya sudah di tanggapi oleh pemerintah menjadi alat pacu dalam ketegangan politik di seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

Berkembang kabar , akan terjadi aksi besar besaran di seluruh wilayah Indonesia pada Senin 11 April 2022 ,dan terjadilah aksi memang di beberapa wilayah di Indonesia , namun terlihat berbeda di kota Medan , yang pada tanggal tersebut , nyaris kosong tidak ada aktivitas apa apa di titik titik sentral aksi pada umumnya seperti kantor walikota , DPRD Sumut.

Tidak hadirnya mahasiswa kota Medan ,di tanggal yang diserukan itu sebenarnya bukan di sebabkan oleh kamandulan gerakan mahasiswa di kota Medan seperti yang di sebutkan beberapa pihak , namun karena beberapa elemen mahasiswa dan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung khususnya di kota Medan masih mengkaji betul soal isu yang akan di bawakan dalam aksi sebagai bentuk kepedulian atas kondisi yang terjadi saat ini ,yang sudah membuat keresa di masyarakat bawah pasca naiknya BBM dan harga bahan pokok kebutuhan rakyat perlahan naik tak terkendali.

Gerakan mahasiswa di kota Medan ,tetap pada patsun agen kontrol dan agen perubahan

Kejadian yang sudah viral diaksi tanggal 11 April , di beberapa wilayah Indonesia sempat Keos , khususnya terjadi di kota Jakarta , dengan adanya penyusup dalam gerakan ,yang membuat massa aksi serta beberapa kepolisian menjadi korban akibat Keos adalah sesuatu yang sangat di pikirkan betul oleh gerakan mahasiswa di kota Medan untuk tidak terjadi di lapangan ketika menyuarakan aspirasi.

Mahasiswa dan gerakan mahasiswa di kota Medan masih tetap setia pada patsun yang mengatakan bahwa suara mahasiswa merupakan suara rakyat , suara mahasiswa adalah urat nadi demokrasi yang jernih . Jadi tidak benar bahwa gerakan mahasiswa di kota Medan khususnya mandul. Gerakan mahasiswa di kota Medan tetap akan mengkawal hal hal yang berkembang dan meresahkan masyarakat atas kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat kecil.

Untuk itu , diharapkan kepada semua elemen mahasiswa dan juga organisasi mahasiswa tidak terprovokasi dengan pihak pihak yang mencoba menunggangi kejernihan Gerakan mahasiswa yang akan di lakukan. Kepolisian juga dalam hal ini diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mengkawal proses aksi yang akan di lakukan oleh mahasiswa , seperti yang sudah di instruksikan Kapolri memerintahkan seluruh jajaran kepolisian yang akan mengawal aksi mahasiswa pada , untuk melakukan pengawalan dan pengamanan dengan pendekatan humanis.

Kapolri juga mengingatkan seluruh anggota dan para mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasinya agar menjaga kesucian Bulan Ramadhan, point ini harus betul dihormati semua pihak , baik mahasiswa dan juga kepolisian yang mengawal proses aksi mahasiswa. ***

Pos terkait