Rudolf Pardede lahir di Balige, Kabupaten Toba, Sumut pada 4 April 1942, meninggalkan seorang istri bernama Vera Natarida Br Tambunan dan empat orang anak, masing-masing Yohana Pardede (almarhumah), Beby Fedy Camelia Pardede, Salomo Tabah Ronal Pardede dan Josua Andreas Pardede.
Rudolf Pardede adalah salah satu putera dari pengusaha terkenal almarhum TD Pardede dan Hermina Br. Tambunan. TD Pardede semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Menteri Berdikari di era pemerintahan Presiden Sukarno tahun 1964. D|Red-04K
Rudolf Pardede | |
|---|---|
| Gubernur Sumatra Utara ke-14 | |
| Masa jabatan 5 September 2005 – 16 Juni 2008 (Pelaksana Tugas sampai 10 Maret 2006) | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Pendahulu | Tengku Rizal Nurdin |
| Pengganti | Syamsul Arifin |
| Wakil Gubernur Sumatra Utara ke-5 | |
| Masa jabatan 16 Juni 2003 – 5 September 2005 | |
| Presiden | Megawati Soekarnoputri Susilo Bambang Yudhoyono |
| Gubernur | Tengku Rizal Nurdin |
| Pendahulu | Abdul Wahab Dalimunthe |
| Pengganti | Gatot Pujo Nugroho |
| Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatra Utara | |
| Masa jabatan 2000 – 2010 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 4 April 1942 Balige, Tapanuli Utara, Sumatra Utara |
| Partai politik | Gerindra |
| Suami/istri | Vera Natari br. Tambunan |
| Orang tua |
|
| Profesi | Politisi, Pengusaha |
Drs. Rudolf Matzuoka Pardede (lahir 4 April 1942) adalah Gubernur Sumatra Utara di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Sumatra Utara. Saat ini Rudolf menjadi anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.[2]
Dalam riwayat hidup yang disampaikan pada saat pencalonan disebutkan bahwa ia tamat SD di Medan pada tahun 1954, SMP di Tanjung Pinang (tamat tahun 1957), SMA di Sukabumi (tamat tahun 1960) dan pendidikan sarjana ekonomi di Jepang (tamat tahun 1966), dan pada waktu menduduki kursi pelaksana Gubernur, terjadi polemik berkepanjangan berkaitan kebenaran ijazah dan asal usulnya (berkaitan dengan sekolah yang dilalui).
Dari pernikahannya dengan Vera Natari boru Tambunan, ia memperoleh empat orang anak: Yohana Pardede (almarhumah), Beby Fedy Camelia Pardede, Salomo Tabah Ronal Pardede, dan Josua Andreas Pardede.
Rudolf adalah putra Tumpal D. Pardede, seorang wirausahawan Sumatera Utara yang mempunyai usaha di berbagai bidang seperti perhotelan dan tekstil. Ia adalah pemimpin kelompok usaha keluarga ini yang bernama Pardedetex.
Rudolf menggantikan Gubernur Sumatera Utara, Rizal Nurdin yang tewas karena pesawat yang ditumpanginya jatuh pada tanggal 5 September 2005. Sebelumnya ia adalah Wakil Gubernur Sumatra Utara. Dari September 2005 hingga 8 Februari 2006, jabatannya adalah pelaksana harian Gubernur Sumatera Utara. Melalui Keputusan Presiden No. 27/2006, ia dikukuhkan sebagai Gubernur.
Rudolf ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara sesuai Keppres RI Nomor 27/ M Tahun 2006 tanggal 8 Februari 2006 tentang Pemberhentian Gubernur Sumatra Utara dan Pengangkatan Wakil Gubernur Sumatra Utara menjadi Gubernur Sumatra Utara.
Berjuang di Tengah Gelombang
Lebih keren memang jika Rudolf disebut Berjuang di tengah Gelombang. Perjuangan dan kiprahnya di PDI maupun PDIP cukup besar dan nyata. Ketika Soeryadi ber-kongres di Medan, Pak Rudolf Pardede mempersilakan Megawati Soekarnoputri bersama suami Taufik Kiemas menmginap di hotelnya, Hotel Danau Toba Internasional. Hal mengagetkan ketika itu karena Pak Taufik dan Ibu Mega tidak sejalan dengan penguasa.
Saya sempat berkelakar dengan teman-teman ketika itu, kapan listrik dan air ke hotel ini terganggu. Tapi semuanya berjalan baik dan aman-aman saja.
Ketika terpilih menjadi Ketua DPD PDIP Sumut pun, perjuangan Pak Rudolf cukup melelahkan terlebih ketika sudah menjadi ketua, saat memimpin konferensi-konferensi cabang, baik di Medan, Labuhan Batu, Karo, Taput dan lainnya, nyaris tidak berjalan mulus walau ending-nya berjalan sesuai mekanisme partai.
Perjuangan Pak Rudolf menjadi wakil gubernur, pelaksana tugas gubernur dan gubernur, juga ngeri-ngeri sedap karena ada demon, walk-out dan sebagainya. Namun semuanya berakhir dengan indah. Memang indah pada waktunya…… ***
Efendy Naibaho
