Kens Si Bandar Sabu di Bona Pasogit, Perjalanannya Berakhir di Tahanan Polres Taput

Tersangka Kens

formatnews.id – TAPANULI UTARA ‐ Tim gabungan pemberantasan Narkoba Polres Taput akhirnya berhasil menjebloskan Kens, 43, warga Simaungmaung Dolok, Kelurahan Hutatoruan XI, Kecamatan Tarutung, Taput ke sel tahanan Polres Taput.

Kens, yang merupakan bandar narkoba jenis sabu-sabu di Bonapasogit Kabupaten Taput itu, berhasil ditangkap Tim Gabungan Satreskrim dan Narkoba, dari perbatasan Sumut -Riau, tepatnya di Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhan Batu, Kamis, (21/9) ketika akan melarikan diri.

Bacaan Lainnya

Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi, S.I.K, M.H, melalui Kasat Narkoba AKP M. Agus Santoso membenarkan penangkapan tersangka Kens. Tersangka Kens merupakan residivis pada kasus narkotika di tahun 2020 dan tersangka sudah menjadi target operasi kita, dimana dirinya sudah merupakan DPO ( Daftar Pencarian Orang ) setelah beberapa bulan yang lewat, ujar Santoso.

Kens yang sudah berpengalaman dalam menjalankan bisnis haramnya, membentuk satu sindikat dan banyak jaringan yang sudah masif dan terstruktur sehinga sempat membuat tim kesulitan menangkapnya.

Di dalam jaringan pengedarnya tersangka Kens saat transaksi selalu di belakang layar dan masih ada orang-orang yang dipercaya untuk menemuinya ataupun sebagai peran lainnya. Artinya, permainan bisnis haramnya sangat tertutup, licik dan diyakini safety oleh para pengikutnya.

Namun demikian, langkah dan pergerakan tersangka selalu dipantau oleh tim yang dibentuk hingga waktu yang tepat posisi tersangka pun terpantau dan perburuan pun dilakukan dan tersangka berhasil diboyong ke Polres Taput.

Tersangka Kens mengakui barang haram tersebut diambil dari Medan dengan rata-rata 100 hingga 200 gram setiap minggunya untuk diedarkan di Bona Pasogit dengan omset hingga ratusan juta per bulan

Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan intensif di Polres Taput untuk mengungkap jaringan-jaringan lain yang ada.

Santoso mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut membantu melaporkan peredaran maupun penyalahgunaan narkoba baik secara langsung maupun melalui telefon 110 ataupun WA 0821-9595-9595. “Yang pasti setiap warga yang memberi informasi akan tetap kita lindungi”, tegasnya. ***

Efendy Naibaho

Pos terkait