Nikson Nababan, Rajawali yang Siap Terbang Tinggi

Catatan Bindu Hutagalung

HARI ini, Selasa (23/04/2024), Dr.Drs Nikson Nababan,MSi genap sepuluh tahun menjabat Bupati Tapanuli Utara. Setelah Nikson dan isterinya Satika Simamora, SE,MM dan kedua anak mereka meninggalkan rumah dinas “Sopo Rakyat”, tanda -tanda untuk melangkah lebih maju sudah tampak di depan mata.

Bacaan Lainnya

Isterinya, Satika Simamora, sudah berhasil menjadi anggota DPRD Sumut terpilih. Sekalipun sudah menjadi anggota DPRD Sumut terpilih, namun Satika telah mendaftarkan diri sebagai Balon Bupati Taput lewat DPC PDIP Taput pada ,Jumat (19/04/2024).

Demikian halnya Nikson Nababan, Ketua DPC PDIP Taput itu sebelumnya sudah mengambil formulir pendaftaran untuk menjadi Balon Gubsu 2024 lewat DPD PDIP Sumut  Dari kedua momen tersebut mengindikasikan kuat bahwa sehabis masa jabatan selaku Bupati Taput, Nikson Nababan telah mempersiapkan diri seperti burung rajawali yang siap mengepakkan sayapnya untuk terbang lebih tinggi. Siap terbang lebih tinggi lagi.

Setelah dilantik Dr. Drs.Nikson Nababan, MSi dengan pasangannya Drs. Mauliate Simorangkir, MSi menjadi Bupati Tapanuli Utara dan Wakil Bupati pada periode pertama 16 April 2014 , Nikson Nababan kelahiran Kota Siborong-borong 5 Oktober 1972 itu memahami betul tentang pola pikir (mind set) atau tipikal masyarakat “Bona Pasogit” di Tapanuli Utara.

Berbekal dari profesi wartawan dan pengusaha, suami dari Satika Simamora ini tidak kebingungan untuk mengawali tugas-tugas di bidang pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan . Diawali dengan melakukan konsolidasi secara internal dan eksternal.

Pembenahan secara internal yakni membenahi Oganisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk memulihkan hak ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) selaku korban politik yang dimutasi oleh pendahulunya. Tindakan konkret ini mendapat pujian yang luar biasa dari semua penjuru yang ada di Tanah Air. Betapa tidak, yang sebelumnya antara suami istri dengan anak berpisah akhirnya bersatu kembali. Setelah hak para ASN tersebut dipulihkan akhirnya kembali satu rumah seperti sediakala. Belaian kasih sayang dan kebahagiaan pun di antara keluarga bersemi kembali dan kelanjutan pendidikan serta masa depan pendidikan si anak pun terselamatkan.

Bahkan pejabat eselon dua yang sekarang pun di Pemkab Taput, beberapa orang diantaranya adalah pejabat pada masa sebelumnya yang nota benenya adalah “lawan politiknya” namun tetap diberdayakan Nikson hingga di akhir masa jabatannya. Lewat tindakan yang begitu bijak dan tidak mengenal rasa dendam ini, membuat doa dan harapan masyarakat luas semakin tertuju kepada Nikson anak dari pasangan “Si Doktorandus” Binton Nababan dengan Basaria Lumbantoruan yang keduanya berprofesi guru yang selalu mengajarkan norma agama dan budaya, etika serta nilai kebaikan untuk sesama.

Dari sikap dan tindakannya, Nikson menghargai perbedaan pada pesta demokrasi sehingga rasa dendam jauh dari dirinya. Dengan menjauhi sikap dendam , membuat suasana ketenangan bekerja di kalangan para ASN di Taput .

Dari sejak awal menjadi Bupati Taput bahwa Nikson sudah menujukkan jatidirinya selaku figur pemersatu, pengayom, berhati tulus serta dekat dengan rakyat.

Tidak hanya konsolidasi internal, Nikson juga melakukan konsolidasi eksternal . Melakukan gerakan moral yang sangat mendasar (fundamen) dan prinsip untuk merubah pola pikir (mind set) untuk lebih menyemangati masyarakat agar lebih giat bekerja. Nikson membuat surat edaran berupa seruan dan imbauan agar seluruh warung (lapo) tuak yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Taput tutup pada pukul 20.00 WIB dan pada hari Minggu tutup total untuk menghargai hari ibadah.

Bentuk gerakan moral lainnya yakni pada setiap kunjungannya, Nikson selalu mengajak agar budaya gotong royong yang merupakan budaya peninggalan leluhur Batak yang cenderung semakin memudar agar dilestarikan kembali.

Tugas – tugas di bidang pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan semakin giat dilaksanakan tidak hanya di ibu kota Kabupaten dan ibu kota Kecamatan, tetapi juga sampai ke Desa dan Dusun. Dalam setiap kunjungannya, Nikson didampingi para pimpinan OPD dan staf. Juga Ketua Tim Penggerak PKK Satika Simamora yang dikenal cukup dekat dengan masyarakat dan multitalenta sering bersama Nikson ketika bertugas di lapangan.

Nikson Nababan bukanlah tipe pimimpin ABS (Asal Bapak Senang) , namun langsung berinteraksi dengan warganya. Sehingga Nikson langsung menerima informasi secara langsung dan faktual apa yang menjadi kebutuhan warga. Pada setiap pertemuan, Nikson membuka kran komunikasi dengan warganya, sehingga suasana kebersamaan dan interaksi yang akrab selalu berlangsung dengan baik.

Dengan melihat pemimpinnya yang cukup familiar dan terbuka, kalangan warga pun tidak segan-segan menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka. Permohonan warga setempat antara lain pembangunan sarana jalan, air minum, irigasi dan aliran listrik serta pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Setelah mendengar keluhan dari warganya, seketika itu juga Nikson langsung menginstruksikan para stafnya yang terkait dengan bidang masing-masing untuk segera melaksanakan tindakan nyata. Atas instruksi Bupati Nikson Nababan dengan praktek karya nyata, Dinas PUPR Taput telah membangun sarana jalan secara bertahap dan sebahagian sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

Aliran listrik pun sudah masuk ke beberapa Desa dan Dusun sehingga dering handphone sudah terdengar membuat hati warga setempat merasa lega karena sudah dapat berinteraksi dengan anak dan keluarga mereka di perantauan. Demikian juga jika ada urusan ke Kecamatan dan ibu kota Kabupaten semakin mudah sehingga lebih mengirit biaya dan akhirnya sangat membantu perekonomian masyarakat.

Melakukan kunjungan ke Desa dan Dusun terpencil sudah terbiasa bagi Nikson dan Satika bersama Pimpinan OPD dan staf. Kunjungan seperti dilakoni di Kecamatan Parmonangan, Nikson dan Satika juga tidur bersama warganya di Kecamatan Garoga, Pangaribuan, Simangumban dan lainnya.

Maka tidak usah heran kalau Nikson dan isteri sudah “menjelajahi” hampir semua Desa dan Dusun terpencil yang ada di wilayah Kabupaten Taput. Melalui kunjungan kerja ke daerah terpencil sangat bermanfaat karena berbagai fasilitas akhirnya dapat dinikmati warga Taput.

Mengingat sumber penghasilan masyarakat Taput lebih dominan dari sektor pertanian, Bupati Nikson melakukan program dengan cara membagi-bagikan pupuk yang dibayar pasca (sesudah) panen. Namun karena banyaknya menunggak, akhirnya program ini dihentikan. Untuk meningkatkan hasil pertanian warga, Nikson lewat Dinas Pertanian Taput membeli alat-alat berat berupa traktor dan lainnya.

Lewat pengadaan alat berat ini, pembangunan jalan usaha tani (JUT) dan pembuatan sumur di areal pertanian jika musim kemarau, pemberian bibit pertanian, mengadakan pasar lelang dan program lainnya berdampak meningkatkan hasil pertanian masyarakat.

Sarana Jalan

Bupati Nikson menyadari bahwa pembangunan sarana jalan sangat teramat vital untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. Seperti diutarakannya pada saat perayaan ke -77 Kabupaten Taput, Rabu, (05/10/2022) bahwa pembangunan bidang infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas utama dalam masa pemerintahannya sejak tahun 2014 sebagaimana tertuang dalam misi ke-6 Nikson yaitu meningkatkan kualitas infrastruktur yang terintegrasi dengan mengacu pada penataan ruang/wilayah, perlindungan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan.

Kadis PUPR Taput Dalan Simanjuntak saat diwawancarai beberapa waktu lalu mengatakan, pembangunan sarana jalan yang berkualitas dicapai dengan cara peningkatan jalan menjadi hot mix, pemakaian batu stone crusher (batu hasil pecah mesin) untuk material lapen, pelebaran jalan milik daerah dengan menggunakan excavator, peningkatan jalan kondisi tanah dengan perkerasan telford atau cor beton, pembangunan jalan interkoneksi menuju kawasan yang belum terakses roda 4 seperti jalan Pantis-Soporaru-Sigotom, jalan Simangumban-Muara Tolang, jalan Onan Sabtu-Sibudil, jalan menuju Pasir Nauli, jalan menuju Sibargot, jalan Parinsoran-Pangorian, jalan menuju Hutatua, jalan Parmonangan-Hajoran dan lainnya.

Sangat tepat apa yang diutarakan Bupati Nikson Nababan bahwa pembangunan infrastuktur jalan merupakan prioritas utama dalam pemerintahannya. Karena pembangunan infrastruktur jalan bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas pengangkutan orang dan barang, mempermudah akses menuju kawasan pertanian, mempermudah akses dari daerah pinggiran (Desa) menuju Kota untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Desa Kuat, maka Kota akan Maju dan Indonesia Berdikari dan Merdeka. Inilah makna dari program Bupati Nikson Nababan membangun interkoneksi jalan untuk menjadikan Desa “Presisi’. Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan sebagai alat menyatukan masyarakat.

Atas pembenahan dan penataan yang dilakukan Bupati Nikson Nababan juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumut dan Pusat. Juga atas dukungan Sukur Nababan (abang kandung Nikson dan anggota DPR RI), demikian juga atas dukungan anggota DPR RI lainnya maka kucuran dana dari pusat lebih mengalir ke Taput, seperti pembangunan jalan hot mix dari Silangit – Muara, salah satu daerah objek wisata, pembangunan jalan ring road Siborongborong-Lobu Siregar, pembangunan jalan Siborongborong-Tarutung, pembangunan jalan Tarutung-Pahae, pembangunan jalan Tarutung-Sibolga dan beberapa unit bendungan.

Selain membangun Tapanuli Utara, Nikson Nababan juga memrogramkan pembangunan secara terintegrasi ketiga Kabupaten yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Nias. Saat Presiden Jokowi berkunjung ke daerah ini beberapa tahun lalu, Bupati Nikson langsung menyampaikan kepada Jokowi di Bandara Silangit bahwa tiga Kabupaten memiliki potensi alam yang sangat luar biasa.

Tapanuli Utara memiliki panorama indah dengan wisata air Danau Toba (air tawar). Begitu juga Tapanuli Tengah memiliki beberapa pantai tempat wisata bahari (air laut). Demikian halnya dengan Pulau Nias terkenal dengan Pantai Sorake dan Lagundri sebagai tempat surfing (berselancar). Pulau Nias terkenal tempat terindah dan aman bagi penggemar surfing karena di lautan Nias tidak ada ikan hiu dan tidak ada es yang mengganggu keselamatan manusia. Jadi untuk memadukan wisata air tawar (Danau Toba) di Taput dengan wisata bahari (Laut) di Tapanuli Tengah dan wisata surfing di Pulau Nias sangat memerlukan sarana jalan tol. Dengan pembangunan sarana jalan tol ,maka perdagangan dan ekspor-impor bisa lancar lewat Sei Semangkei.

Ternyata ide dan gagasan dari Nikson Nababan langsung saja diresponi Presiden Jokowi. Setelah dibahas dalam Rapat Terbatas (Ratas) juga sudah dibuat dalam Peraturan Presiden (Perpres). Dalam surat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lewat Dirjen Bina Marga tanggal 11 September 2019 menjelaskan rencana pembangunan jalan tol Parapat-Tarutung-Sibolga sepanjang 102 Kilo meter merupakan bagian dari 24 ruas rencana jalan tol Trans Sumatera yang akan segera dibangun PT.Hutama Karya (Persero).

Dokumen studi kelayakan, dokumen analisis mengenai dampak lingkungan dan dokumen perencanaan pengadaan tanah dimulai tahun 2020.

Dengan dibangunnya kelak jalan tol Parapat-Tarutung-Sibolga maka akan menyadarkan kita betapa mulia dan agungnya ciptaan Tuhan itu. Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Pulau Nias diciptakan – Nya dengan sedemikian rupa dan suatu ketika menjadi tujuan wisata berkelas di dunia dan membuat wisata mancanegara pun dipastikan menjadikan ketiga Kabupaten ini sebagai tujuan wisata permanen dan turis pun akan betah tinggal dengan di tiga Kabupaten ini dalam jangka waktu lama (long stay).

Dengan demikian dollar pun yang juga mendukung sepenuhnya ide dan gagasan brilian dari Bupati Taput Nikson Nababan. Ia telah bekerja keras memperjuangkan Silangit menjadi Bandara Internasional sehingga sangat mendukung arus turis lokal dan mancanegara.

Sejak Covid-19 mendera belahan dunia, tak terkecuali Indonesia pertama kali terkonfirmasi tanggal 2 Maret 2020. Termasuk Kabupaten Taput turut terdampak. Ketika itu ditemukan 448 kasus terkonfirmasi dan 11 meninggal dunia. Guna menghindari banyaknya korban Covid-19, Bupati Nikson Nababan bekerja siang dan malam untuk melobi pemerintah pusat dan Pemprovsu.

Bantuan alat – alat kesehatan, sembako baik dari pribadi, swasta, BUMN-BUMD mengalir ke “Bona Pasogit” ini dan langsung dibagi – bagi hingga ke desa- desa. Mengingat bantuan obat-obatan dan sembako sangat penting cepat dan tepat guna sampai kepada yang bersangkutan dan juga sekaligus untuk menyapa dan mengetahui kondisi warganya, Bupati Nikson Nababan pun turut membagi bagikan nya dengan menggunakan sepeda motor hingga ke pedesaan.

Mengetahui keseriusan Nikson bekerja keras mengantisipasi Covid-19, akhirnya Kementerian Kesehatan menetapkan RSUD Tarutung menjadi RS Rujukan Covid-19 di kawasan Tapanuli Raya. Inilah salah satu upaya yang dilakukan Nikson untuk melindungi nyawa penduduk Taput dan kawasan Tapanuli Raya.

Ketika kunjungan Gubsu Edy Rahmayadi ke Tarutung pada awal masa Covid-19, Nikson juga mengajukan permohonan bantuan. Setelah bantuan ada, Pemkab Taput langsung saja membangun berbagai fasilitas antara lain ruang isolasi Mandiri Terpusat, ruang isolasi tekanan negatif sebanyak 20 tempat tidur, ruang ICU, laboratorium Test Cepat Molekular (TCM), Pemkab Taput juga membangun laboratorium Polimerase Chain Reaction (PCR). Dengan banyaknya fasilitas yang dibangun Pemkab Taput membuat nyawa banyak terselamatkan.

Direktur RSUD Tarutung baru-baru ini dr.Janri Nababan kepada penulis mengakui betapa seriusnya Bupati Nikson Nababan membenahi RSUD Tarutung. Kini RSUD Tarutung memiliki 200 unit lebih tempat tidur, memiliki penunjang medis seperti ST Scan, mesin pencuci darah (hemodilisa). Dari sejak awal menjabat Bupati Nikson langsung menaikkan insentif dokter spesialis menjadi Rp 29 juta lebih. Kemudian Tahun 2021, fasilitas lainnya di RSUD Tarutung dibangun berupa instalasi poliklinik paru, pemulasaran jenazah, instalasi gizi dan rumah dinas dokter.

Pada Tahun Anggaran 2020-2021, penghasilan asli daerah (PAD) Taput dari RSUD Tarutung naik secara signifikan berkisar Rp 180 miliar lebih dengan rincian tahun 2020 sebesar Rp 103.765.397.756 dan tahun 2021 sebesar Rp 76.744.325.431. Kalau OPD lain terjadi refocusing anggaran, namun sektor penghasilan dari RSUD Tarutung seperti peribahasa “Sengsara Membawa Nikmat”.

Kadis Kesehatan Alex Gultom SKM,MKM saat dihubungi baru-baru ini menjelaskan, tingkat kesehatan penduduk Taput saat ini masuk kategori “sehat”. Ini berkat kepedulian dari Bupati Nikson Nababan. Seluruh Puskesmas yang ada di Taput dibenahi, insentif tenaga medis ditambah. Seluruh Puskesmas beroperasi selama 24 jam. Jika ada diantara keluarga pasien yang membutuhkan penanganan medis dan butuh mobil ambulans cukup menghubungi bebas pulsa nomor 119.

Alex Gultom menambahkan, tahun 2024 Bupati Nikson Nababan memprogramkan Taput akan bebas stunting

Tentang keseriusan Bupati Nikson untuk membangun Taput seperti tdak mengenal lelah. Bentuk keramahtamahan dan keterbukaan dalam bertamu yang terkadang hingga pukul 02.00 dini hari, salah satu faktor berdampak positif mendatangkan bantuan dan berkat ke “bumi” Taput. Tidak hanya tamu dari Kementerian, dari mana saja pun Bupati Nikson selalu menerimanya dengan senang hati. Jadi ada talenta yang luar biasa yang dimiliki Nikson Nababan dalam berkomunikasi dan bertamu. “Jarang sekelas Bupati memiliki tipikal seperti itu”, ujar Kadis Perkim Taput Budiman Gultom baru-baru ini.

Pada masa sulit pun Nikson Nababan mampu mendatangkan anggaran ke Taput. Jadi tidak berlebihan kalau disebutkan Bupati Nikson Nababan “Berkarya Dalam Gelombang Covid-19”. Pada masa Covid, pemerintah kesulitan keuangan. Tetapi hanya ada dua Pemkab dari Sumatera Utara pada masa Covid mendapatkan bantuan pinjaman tanpa bunga sebesar Rp 326 miliar lewat program PEN (Percepatan Ekonomi Nasional) untuk pembangunan bidang infrastruktur permukiman, jalan, pertanian, pendidikan, kesehatan.

Bidang permukiman pun cukup banyak rumah yang diperbaiki di Taput. Sejak Tahun 2015 hingga-2023 sebanyak 10.500 unit rumah diperbaiki. Jadi bukan bedah rumah namanya, tetapi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Untuk mendapatkan bantuan ini ada 3 syarat yakni rumah sendiri, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mampu dan mau berswadaya. Bantuan tersebut sebesar Rp 20 juta . Meskipun awalnya dapat bantuan, namun berkat dukungan dari keluarga akhirnya pemilik rumah termotivasi untuk meningkatkan nya, terkadang bisa mencapai biaya seluruhnya mencapai Rp 200 juta atau lebih.

Banyaknya program BSPS ini mengalir ke Taput,secara otomatis berpotensi menurunkan angka kemiskinan di Taput. “Ini berkat lobi-lobi Bupati Nikson Nababan melalui Sukur Nababan salah seorang putra terbaik Taput di DPR RI ” , ujar Kadis Perkim Taput Budiman Gultom .

Tentang besaran APBD Taput, PDRB Taput dan pendapatan penduduk Taput sejak dipimpin Bupati Nikson Nababan naik secara drastis. Mulai sejak tahun pertama Nikson menjabat Bupati Tahun 2014 hingga Tahun 2023 (9 Tahun), Pemkab Tapanuli Utara menerima penghargaan WTP 9 kali berturut-turut atas LHP-LKPD dari BPK RI Perwakilan Sumut. Kaban Keuangan dan Aset Daerah Kijo Sinaga saat dihubungi menjelaskan, atas perolehan WTP Tahun 2021 Pemkab Tapanuli Utara mendapatkan bantuan anggaran DID (Dana Insentif Daerah) dari pusat sebesar Rp 10.824.467.000 yang anggaran belanjanya dan sudah dilaksanakan pada tahun 2023.

Untuk seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara, hanya Pemkab Tapanuli Utara yang memeroleh penghargaan WTP 9 kali dalam 9 tahun secara berturut-turut.

Demikian halnya pertumbuhan ekonomi Tapanuli Utara sejak 9 tahun ini kian meningkat, namun dampak Covid-19 dan inflasi menunjukkan saat ini pertumbuhan ekonomi Tapanuli Utara berada pada posisi 4,25 persen pertumbuhan ekonomi Sumut 4,73 persen dan pertumbuhan ekonomi secara nasional Indonesia 5,31 persen.

Namun satu hal yang membanggakan bahwa jumlah orang miskin di Taput menurun meskipun dua tahun terakhir ini Covid -19 mendera belahan dunia. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2022 bahwa jumlah orang miskin di Taput saat ini sebanyak 27,47 ribu atau 8,93 persen dari jumlah penduduk Taput saat ini 318.424 jiwa. Jumlah orang miskin menurun dari Tahun 2021 dari 9,72 persen.

Menanggapi menurunnya jumlah orang miskin di Tapanuli Utara, Bupati Nikson Nababan saat diwawancarai beberapa waktu lalu menjelaskan penurunan tersebut dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung sebagai dampak program pembangunan sebagai bentuk perhatian atau intervensi Pemkab Taput untuk “memerangi” kemiskinan warganya.

Nikson menambahkan, selama kurang lebih dua tahun masa Covid-19 , Pemkab Taput bersama warga berjuang untuk bangkit mengatasi dampak Covid-19 dengan meningkatkan pembukaan jalan inter koneksi desa ke desa, membuka jalan usaha tani,pemberian bantuan bibit tanaman,bibit ikan dan ternak. Memerdekakan desa-desa terisolir dari kegelapan yang akhirnya aliran listrik dari PLN masuk ke desa-desa. Jadi hasil pembangunan tersebut berdampak positif dan saling terkait satu sama lain sehingga ter akumulasi untuk menurunkan angka kemiskinan . “Harus diakui bahwa sinerjitas antara Pemkab Taput dengan stake holder serta warga Taput yang semakin giat bergotong royong. Tidak jarang pembangunan jalan dan memikul tiang listrik dikerjakan secara gotong royong”, ujar Bupati Nikson yang beberapa kali bergotong royong bersama dengan warga untuk membuka jalan dan memikul tiang listrik di desa terisolir .

Kadis Lingkungan Hidup Heber Tambunan, SSos mengakui setelah kepemimpinan Nikson Nababan , sudah cukup banyak desa di Taput “merdeka” dari kegelapan. Hingga saat ini sudah seluruh Desa yang ada di Taput dialiri listrik PLN. Hanya tinggal beberapa Dusun lagi yang belum masuk listrik.”Hal ini berkat kerja keras dari Bupati Nikson Nababan menjumpai Dirut PT.PLN di Jakarta dan pihak terkait”, ujar Heber Tambunan.

UNTARA

Bicara tentang dunia pendidikan, Nikson anak guru ini sangat tertarik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Itulah sebabnya saat Pilkada Tapanuli Utara, Nikson Nababan dengan pasangannya Mauliate Simorangkir membuat visi-misi mereka “Menjadikan Tapanuli Utara Menjadi Lumbung SDM yang berkualitas”.

Untuk mendukung terwujudnya visi-misi Nikson, Kadis Diknas Tapanuli Utara Bontor Hutasoit secara giat melakukan berbagai upaya dan strategi untuk menyamakan derap langkah dengan para guru dan staf guna meningkatkan mutu pendidikan.

Bupati Nikson Nababan yang berlatar belakang wartawan dan pengusaha ini dikenal kaya dengan ide dan gagasan. Setelah dilantik bersama bersama Sarlandy Hutabarat untuk masa periode kedua pada tanggal 23 April 2019, Bupati Nikson menggaungkan program pendirian sebuah Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNTARA).

Nikson menyadari betul untuk membangun sebuah daerah ada 4 pilar yang akan mendatangkan kontribusi besar antara lain Investasi, Pariwisata, Pendidikan dan Kesehatan. Dari ke empat pilar itu, yang paling tepat untuk Bona Pasogit ini adalah sektor Pendidikan. Hal ini sesuai dengan filosofi suku Batak yang begitu peduli dengan pendidikan anak. “Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au (Anak adalah kekayaan bagi suku Batak, termasuk pendidikannya). Bagi suku Batak, menjual harta warisan pun itu hal biasa asalkan anaknya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Ibarat dalam zat genetika atau Deoxrybo Nuclei Acid (DNA) nya suku Batak adalah pendidikan. Kalau Bali, Lombok memiliki DNA pariwisata.

Menurut Bupati Nikson kepada penulis beberapa waktu yang lalu bahwa masyarakat Tapanuli Utara setiap bulannya “mengekspor” uang puluhan miliar setiap bulannya untuk biaya pendidikan sekolah dan kuliah si anak. Jadi tidak usah heran kalau kota pendidikan seperti Yogyakarta, Bandung, Malang dan kota lainnya yang memiliki Universitas Negeri dipastikan pembangunannya sangat pesat.

Selain mahasiswa juga orang tua dan masyarakat lainnya datang berduyun – duyun membawa uang. Jika sudah ada berdiri Universitas Negeri di Tapanuli Utara, maka dengan sendirinya investor berdatangan. Sektor pariwisata pun berkembang sehingga para turis pun tidak hanya ke Bali dan Lombok. Dampak kehadiran sebuah Universitas Negeri secara universal dan holistik. Sungguh sangat luar biasa dan memunculkan peradaban baru, ujar Nikson Nababan yang dikenal pemikir itu.

Sebagai bentuk keseriusan untuk membangun Universitas Negeri, Nikson telah heberapa kali menyurati pemerintah pusat dan menjumpai Menristek Dikti. Diperoleh jawaban bahwa pemerintah belum mencabut moratorium pendirian Universitas Negeri. Sekaitan belum dicabutnya moratorium pendirian Universitas Negeri, pihak Menristek Dikti menyarankan jalan keluar agar Pemkab Taput menghubungi pihak Rektorat Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung untuk ditransformasi menjadi Universitas Negeri. Menyikapi anjuran pihak Dikti, Pemkab Taput melakukan pertemuan dengan pihak Rektorat IAKN. Pada pertemuan kedua pihak disepakati untuk membuat Nota Kesepahaman. Ternyata Nota Kesepahaman belum tuntas, terjadi pro kontra yang semakin meluas hingga di kalangan masyarakat.

Padahal Pemkab Taput telah menyediakan dana kepada tenaga ahli dari USU Medan dan tenaga konsultan dari PT Sucofindo untuk melakukan kajian akademik guna mengetahui plus minusnya tentang pendirian sebuah Universitas Negeri. Mana yang lebih menguntungkan bagi pemerintah dan masyarakat. Apakah dengan cara mendirikan Universitas Negeri yang baru ataukah melakukan transformasi dari IAKN menjadi Universitas Kristen Negeri atau langsung saja menjadi Universitas Negeri. Jika sudah melalui kajian secara akademik, maka hasilnya dipastikan lebih akurat dan tidak ada lagi pihak yang saling menyalahkan kelak di kemudian hari.

Meskipun terjadi prokontra tentang transformasi IAKN ke Universitas Negeri, namun tidak membuat Nikson larut dalam prokontra tersebut. Nikson Nababan yang juga Ketua DPC PDIP Tapanuli Utara ini tetap tegar berjuang demi kepentingan masyarakat.

Perihal kelanjutan pendirian UNTARA, Nikson menyurati Presiden Jokowi dengan nomor suratnya 034/01/34.4/I/2021 tanggal 28 Januari 2021. Dalam surat itu Nikson menerangkan bahwa saat ini hanya ada 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Sumut yakni USU, UIN, UNIMED dan 1 Politeknik. Kenyataan ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perlunya pendirian Universitas Negeri untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi dan kualitas SDM dalam rangka percepatan pembangunan, khususnya di kawasan Tapanuli Raya.

Pendirian UNTARA juga diharapkan akan mendukung sektor pariwisata di Kawasan Danau Toba yang ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas dan sesuai visi Kabupaten Tapanuli Utara sebagai Lumbung SDM yang berkualitas serta Daerah Tujuan Wisata.

Selain mengirim surat kepada Presiden Jokowi, Bupati Nikson juga melakukan lobi – lobi secara intensif kepada setiap bertemu dengan pejabat pihak terkait. Baik setiap kunjungan para pejabat pusat yang datang ke Taput selalu dimanfaatkan Nikson dengan baik.

Seperti pada saat kunjungan Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Ketua DPRD Sumut dan Ketua DPR RI Puan Maharani . Rencana pendirian UNTARA ini juga secara resmi didukung oleh seluruh Bupati dan Wali Kota se Kawasan Tapanuli Raya, Organisasi Kemasyarakatan dan Organisasi Kepemudaan.

Perjuangan Nikson demi terwujudnya pendirian UNTARA tetap gigih. Hari Rabu, 09 Juni 2021 Bupati Nikson bersama Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan (almarhum), Sekda Taput Indra Simaremare melakukan pertemuan dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) masing masing Sidarto Danusubroto dan Putri Kus Wisnu Wardani. Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting (almarhum).

Sekalipun banyak rintangan dan sulitnya persyaratan yang harus dihadapi, namun rencana pendirian Universitas Negeri sebagaimana diusulkan Bupati Nikson harus didukung oleh semua pihak.

Sebagai bentuk keseriusan Nikson untuk memajukan dunia pendidikan, disela sela kesibukannya bersama Sekda Taput Dr.Drs.Indra Simaremare mengikuti perkuliahan di IPDN Jatinangor Sumedang. Dan tanggal 25 Juli 2023 ,kedua petinggi Pemkab Taput itu diwisuda S-3 (Doktor) .

Penghargaan

Mulai sejak tahun pertama Nikson menjabat Bupati tahun 2014 hingga tahun 2023 (9 tahun), Pemkab Taput menerima penghargaan WTP 9 kali berturut-turut atas LHP-LKPD dari BPK RI Perwakilan Sumut.

Atas prestasinya dalam pembangunan, Bupati Nikson beberapa kali memeroleh hadiah dan penghargaan selaku Kepala Daerah Inovatif (KDI). Nikson kembali untuk kesekian kalinya menerima penghargaan KDI yang diserahkan Menteri Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar di Semarang, Kamis (22/09/2022).

Dan setiap para pejabat yang berkunjung ke Kabupaten Tapanuli Utara merasa terkagum – kagum mendengarkan paparan yang disampaikan Bupati Nikson tentang program dan strategi yang dilakukan dalam membangun Taput. Seperti Wali Kota Yogyakarta Heriady Sayuti berterus terang merasa kagum akan hal pembangunan yang dikerjakan Bupati Nikson. Karena rasa kagumnya, Wali Kota Heriadi Sayuti berjanji akan membangun “Kampung Tapanuli” di Yogyakarta. Ini bentuk penghargaan Wali Kota Heriadi Sayuti kepada Bupati Nikson Nababan.

Namun perlu dicatat, di balik keberhasilan Bupati Nikson dalam membangun “bumi” Tapanuli Utara dan banyaknya prestasi dan penghargaan yang diraihnya, ada wanita tangguh yang multi talenta yang menggerakkan roda perekonomian para pelaku UMKM sehingga produk pengrajin ulos Tapanuli Utara mampu bersaing hingga ke tingkat internasional. Selain itu doa yang tulus dari Satika Simamora selalu mengiringi Nikson selaku suami dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pembangunan, pemerintahan dan sosial kemasyarakatan.

Tulisan ini nanti terlalu panjang jika diuraikan berbagai capaian hasil kinerja Nikson dan Wakil nya Sarlandy Hutabarat yang dinikmati oleh masyarakat Taput. “Kita patut bersyukur kepada Tuhan atas keberhasilan Bapak Nikson Nababan untuk membangun Taput. Beliau dikenal sangat dekat dengan rakyat ,juga dengan seluruh tokoh-tokoh agama tanpa membeda -bedakan ,juga dekat dengan pemerintah pusat sehingga cukup banyak mengalir anggaran pembangunan ke Taput . Tidak sulit bertamu hingga pada malam hari. Beliau dikenal inovatif dan visioner”, ujar Pdt.Gunawan Pardede (Gembala Sidang GBIS Desa Tapian Nauli III Kecamatan Sipahutar Taput saat dihubungi lewat WA,Sabtu (20/04/2024) seusai acara perpisahan antara masyarakat Taput dengan Bupati Nikson Nababan dengan Sarlandy Hutabarat.

Demikian halnya Kadis Kesehatan Taput Alex Gultom ,SKM,MKM dalam akun pribadinya mengakui cukup banyak pembelajaran dan pengetahuan selama bersama dengan Pak Nikson dan Pak Sarlandy. Semoga sukses berkarya seusai purnatugas,ucap Alex seusai acara perpisahan ASN dengan kedua pimpinannya itu, Senin (22/04/2024). Baik warga dan staf merasa terharu atas perpisahan tersebut. “Berpisah untuk bertemu kembali”, ujar staf yang lain.

Semoga Tapanuli Utara kelak terwujud menjadi Kabupaten terdepan di Indonesia karena Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan telah menyiapkan fundamen pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Namun satu hal yang perlu mendapat perhatian kita bahwa program jitu Nikson Nababan antara lain Desa Presisi menjadikan “Desa Kuat, Kota akan Maju dan Indonesia Berdikari” membuktikan bahwa kualitas Nikson sudah teruji. Ditambah lagi program pembangunan pariwisata secara terintegrasi antara lain Tapanuli Utara (wisata air tawar Danau Toba), Tapanuli Tengah (wisata Bahari) dan Nias (wisata berselancar) dan juga memperjuangkan Silangit menjadi bandara internasional guna mendukung pembangunan di kawasan Danau Toba membuktikan karya nyata Nikson Nababan menjadi sosok yang berkualitas dan dicintai rakyat.

Selain sukses membangun berbagai infra struktur ,Nikson juga membangun warganya. Hingga saat ini Nikson mengangkat guru honor menjadi PPPK. Jumlahnya sebanyak 2.800 orang lebih . Meskipun pada saat ini gaji PPPK dari APBD Taput ,namun Nikson sangat peduli dengan warganya sembari berharap agar anak mereka dapat di sekolahkan sampai Perguruan Tinggi. Sebuah pemikiran yang mulia dari Nikson Nababan.

Wajar saja jika partai PDIP besutan Megawati Soekarnoputri tersebut melirik figur Nikson Nababan menjadi salah seorang Balon Gubsu. Dan menurut bocoran bahwa PDIP akan mengusung kadernya untuk menjadi Balon Gubsu. Kita semua boleh bangga jika Nikson Nababan kelak memenangkan kontestasi Pilgub yang akan digelar tahun ini. Atas segala doa masyarakat dan atas ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, maka Nikson Nababan telah bersiap bagaikan burung rajawali untuk terbang lebih tinggi. ****

Pos terkait