formatnews.id – Nampaknya sampai saat ini, masih Vandiko yang memimpin. Bakal calon lain belum begitu menggigit dan booming. Ini tidak terlepas dari latar belakang bakal calon. Samosir masih dihadapkan pada kondisi jalan kabupaten yang belum mantap dan PAD yag masih rendah dan pendapatan per kapita yang masih rendah maka diperlukan usaha peningkatan UKM, pendapatan sektor pariwisata, pertanian, peternakan dan perikanan..
Demikian Harri Naibaho, pengamat 30 tahun di birokrat menjawab formatnews, Senin (01/07/24) terkait pencalonan bakal calon Bupati Samosir 2024 yang sekarang sudah viral seperti Vandiko T Gultom, Freddy Situmorang, Martua Sitanggang, Juang Sinaga, Pantas Sitindaon, Rosinta Sitanggang, Risma Simarmata, Jonner Simbolon, Josmar Naibaho dan masih banyak lagi yang lainnya, yang sudah memasang balihonya masing-masing.
Untuk itu, ujar Harri, yang sudah 8 tahun di jajaran Kanwil Dikbud, 5 tahun di PU Bina Marga, 2 tahun di Kesbang Politik, Ketertiban Satpol PP, bencana alam kabupaten, 2 tahun di Dinas Pasar. Kebersihan Pertamanan, 2 tahun staf ahli bupati bid ekkeu, 1 tahun di Transmigrasi dan Tenaga Kerja, terakhir 10 tahun di Kesbang Pol Provsu, diperlukan calon bupati yang ahli ekonomi dan mengerti teknologi. Baik teknologi irigasi, jalan, pertanian dan informatika
Kekurangan Vandiko, lanjutnya, janji kampanye periode yang lalu yang menyatakan akan mengusahakan APBN memperbaiki jalan di Samosir, itu kurang tepat. Mana ada APBN membenahi jalan kabupaten. APBN hanya untuk jalan Nasional dan proyek – proyek strategis. Misalnya, waduk raksasa, PLTS raksasa. dll.
Yang pasti, sampai saat ini masih Vandiko T Gultom karena pengangkatan pejabat kudengar tanpa mahar, ujar Harri serius sembari menambahkan dengan cepat, kalau menilai secara parmudaron tentu yang ada hubungannya dengan Naibaho.
Harri yang sekarang tinggal di Siantar, Parhuta Siahaan Bagasan, Pangururan, dikarunia anak 3 orang: 2 laki -laki dan 1 perempuan, ada yang alumni Teknik USU, Teknik ITB dan si boru, Sarjana Kimia ITB. ***
Efendy Naibaho
