Oleh Bachtiar Sitanggang
SEPULUH hari mendatang, bakal calon kepala/wakil kepala daerah (bacakawada) yang akan bertarung di tiap provinsi, kabupaten/kota seluruh Indonesia akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah masing-masing, walau sampai sekarang masih ada yang belum memastikan pasangan calon (paslon) nya.
Kab Samosir juga belum jelas, namun diperkirakan ada dua paslon, yaitu petahana Vandiko T Gultom dan Freddy Lamhot P Situmorang SH MH dengan pasangan calonnya Andreas Bolovi Simbolon SH yang didukung PDI Perjuangan, mungkin juga ada partai lain. Freddy dengan slogan “Energy Baru” sudah merambah kemana-mana “bak kampanye” dengan berbagai acara Adat Dalihan Na Tolu dan Gereja.
Beda dengan Vandiko T Gultom sebagai petahana, memiliki percaya diri yang tinggi, masih menunggu waktu yang tepat, bagai memlih “gadis cantik lemah gemulai” yang bakal menjadi calon wakilnya.
Dengan sikap Vandiko yang “kalem menawan”, sampai-sampai teman Efendy Naibaho, tokoh masyarakat Samosir terutama Pangururan mengirimkan survey via WA, siapa yang cocok jadi wakil Vandiko dari 11 nama dengan diawali “yang terindikasi ingin menjadi wakil bupati bersama bupati petahana vandiko timotius gultom 2024-2029, 1. Vandiko – Nasib Simbolon, politisi PKB; 2. Vandiko – Manarsar Simbolon, birokrat; 3. Vandiko – Jonner Simbolon, politisi anggota DPRD Samosir, Nasdem; 4. Vandiko – Marhuale Simbolon; 5. Vandiko – Martua Sitanggang, birokrat, Wakil Bupati sekarang, Demokrat; 6. Vandiko – Ariston Sidauruk, pengusaha; 7. Vandiko – Mikhael Sinaga, politisi, PKB; 8. Vandiko – Risma Simarmata, politisi, mantan Ketua DPRD Samosir, Perindo; 9. Vandiko – Rosinta Sitanggang, politisi, Golkar; 10. Vandiko – Josmar Naibaho, politisi Gerindra; 11. Vandiko – Juang Sinaga, politisi, mantan Wakil Bupati Samosir; 12……
Sebelumnya, Bung Efendy Naibaho, wartawan senior dan poitisi ini pernah memberitahukan mau mencalonkan diri dari jalur Independent, tapi “dapat dipastikan” kurang diminati tanpa Togu Togu Ro. Maka dia memberitahukan ke saya dengan tulisa via WA “fullEnergi utk samosir 2024 : vandiko timotius gultom – manarsar simbolon perpaduan politisi muda yg semakin mumpuni dan birokrat alumni UI yg profesional…..”
Tidak tahu kelanjutan survey di atas, malah hasil survey lain yang saya peroleh. Formatnews 13 Agustus 2024 “Popularitas Tokoh dalam Survey Pilkada Samosir”, tapi nama Nasib Simbolon, Ariston Sidauruk, Marhuale Simbolon, Mikhael Sinaga dan Rosinta Sitanggang tidak.
Yang menarik dari survey terakhir di atas ada semacam kesimpulan bahwa ”-Sebesar 34,8% dari baseline pemilih Vandiko T Gultom (45.0%) menghendaki Martua Sitanggang sebawai Wakil Bupati yang bersangkutan. Sementara 25,3% dari baseline pemilih Freddy Lamhot P Situmorang (20,7%) menghendaki Andreas Bolovi Simbolon sebagai Wakil Bupati mendampingi yang bersangkutan”. Tidak jelas bagaimana penyelenggara survey berkesimpulan seperti itu.
Sampai saat ini Vandiko mau memilih siapa yang jadi bacawa-nya, belum jelas, kelihatannya selain yang muncul dalam survey di atas muncul lagi nama Marhuale Simbolon yang dideklarasikan pendukungnya dengan slogan Vandiko-Ma.
Spekulasi yang berkembang, paslon selain memperhitungkan “pertarungan pendulangan suara” pemilih berdasarkan komunitas, seperti “kelompok marga” dan “marga”, tidak kalah pentingnya adalah “togu togu ro” dan “serangan fajar” ditambah lagi dengan “sepbako” (supuluh bahan pokok yaitu “uang” dan sembako).
Khusus Samosir adalah faktor “sepbako” menjadi pertimbangan Vandiko, oleh karenanya ke-11 di atas yang diuraikan Bung Efendy tersebut, dari kapasitas dan kapabilitas, sungguh mantap untuk ukuran Samosir, tinggal menetapkan yang paling mantap saja.
Survey pertama dan kedua bisa saja berubah dengan munculnya kuda hitam, yang dengan mudah dan cekatan tampil dan memenangkan pertarungan seperti misalnya Marhuale Simbolon yang tidak disangka-sangka muncul menjelang hari-hari penentuan.
Tokoh yang satu inipun tidak diragukan lagi, pernah rival Vandiko 2019 lalu di arena yang sama, lalu menjadi Staf Khusus yang berubah menjadi anggota Tim Percepatan Pembangunan Kab. Samosir selama Vandiko menjabat. Artinya, Laksamana Pertama perwira tinggi TNI AL ini tidak diragukan lagi kalau hanya untuk jabatan tersebut.
Mengapa baru sekarang, ya biasa “test ombak dan ukur dalamnya laut” dulu, namanya saja kuda hitam, sebab dengan “tabungan” yang masih tersedia sebagai tawaran tinggi dari yang lain-lain, “pasti masuk barang itu”.
Ariston Tua Sidauruk, satu-satunya pengusaha sukses, walau tidak ada di dua survey, kehadiran pengusaha asal Simanindo ini mungkin memiliki “tali pengikat” hati Vandiko menjadi paslon-nya. Mengapa? Jawabnya gampang, mengimbangi empat tahun lalu di mana, katanya, ada calon bupati Samosir menggelontorkan dana 100 miliaran rupiah, sekarang dengan inflasi dan kenaikan harga-harga terutama menghentikan langkah lawan tentu harus berpikir untuk mengisi pundi-pundi.
Sebab menurut pengamat, masyarakat Samosir siap menjemput TTR, sekali 5 (lima) tahun, siapa bupati itu urusan kedua, pokoknya dapat uang.
Lepas dari masalah TTR, serangan fajar dan bansos, masih banyak yang berharap keberlangsungan pemerintahan di Samosir, tidak seperti selama ini bagaikan SPBU Pertamina, “mulai dari nol ya Pak”. Itulah mungkin alasan survey di atas mengapa ada pemiih Vandiko menginginkan Martua sebagai wakilnya periode mendatang. Alasannya, tidak akan banyak pergantian dan pergeseran di ASN serta tinggal melanjutkan yang sudah dimulai.
Namun bukan berarti tidak memperhitungkan Freddy Lamhot P Situmorang dengan Andreas Bolovi Simbolon, semua terserah pada pilihan rakyat, yang menjadi perhatian saat ini menjelang tanggal 27 Agustus 2024, siapa yang akan digandeng Vandiko, apakah kuda hitam, pengusaha pemilik dana atau untuk kelangsungan pemerintahannya? Kalau Freddy-Andreas Bolovi, tinggal menunjukkan “Energy Baru”-nya saja.*
Penulis adalah wartawan senior dan avokat domisili di Jakarta.
