formatnews.id – Personel pemadam kebakaran yang hanya 33 orang, termasuk armadanya yang hanya berjumlah 3 unit, dengan APD yang minim, diakui masih sangat kurang untuk melayani 9 kecamatan se Kabupaten Samosir. Penambahan personel dan armada termasuk membuat posko baru di Sitio-tio, wajar sekali direalisasi. Seharusnya, pemadam kebakaran saatnya juga dijadikan dinas tersendiri, namanya Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran.
Kepala Satpol PP Samosir Rudimantho Limbong, dalam percakapan panjang lebar dengan beberapa jurnalis di kant0rnya, Kompleks Kantor Bupati Samosir di Rianiate, Senin (03/11.2025), secara terbuka menyampaikan keberadaan damkar yang dipimpinnya bersama kepala bidang Banuara Sagala dan 10 orang lebih personel damkar dan menyampaikan dukacita atas meninggalnya seorang anak muda dalam peristiwa kebakaran hebat pekan lalu di Simbol0n.
Bersama personel damkar lainnya, Rudimantho menjelaskan bahwa anak buahnya bekerja sesuai tupoksi dan segera tiba di lokasi kebakaran setelah menerima laporan dari warga yang mengalami musibah. Dalam peristiwa kebakaran ruko sembako itu, diakui adanya halangan di jalan karena kerbau yang melintas dan tertabrak. Yang pasti, “Kami ingin segera dan secepat-cepatnya tiba di lokasi”, ujarnya.
![]()
Limbong berharap pada 2026 damkar Samosir akan lebih baik lagi dan setuju dengan berbagai pihak yang mengusulkan pengadaan 9 unit mobil pemadam kebakaran masing-masing 1 unit standby di tiap kecamatan dan dengan posko setidaknya ada pada 5 wilayah se Kabupaten Samosir.
Pelaksana tugas di PUPR Samosir itu juga akan melakukan pelatihan – pelatihan personel damkar terlebih terhadap personel muda yang berani dan mau menerob0s api seperti kebakaran ruk0 sembak0 itu yang sangat sulit diterobos selain karena asap dan api yang sudah membubung, juga karena di ruko itu banyak berpintu dan terdengar ada ledakan-ledakan kecil.
Ada rencana Rudimantho Limbong akan melakukan kunjungan ke ruko-ruko lainnya dengan imbauan agar menata ruangan dan penempatan barang-barang dagangannya dan menyediakan alat pemadam kebakaran. Juga akan membuat pengambilan air dari perairan Danau Toba dengan tidak berbayar.
![]()
Sebelumnya, seperti diberitakan formatnews.id, Manotar Sitanggang, menantu pemilik grosir yang terbakar itu, menegaskan bahwa korban, laenya, semestinya bisa diselamatkan jika petugas pemadam kebakaran Pemkab Samosir memiliki perlengkapan lengkap.
“Saya sudah teriak-teriak bilang ada orang di lantai dua. Tapi petugas tidak berani masuk karena api besar dan mereka tidak memakai baju serta alat pelindung lengkap. Seandainya peralatan mereka memadai, Lae saya mungkin masih hidup,” ujarnya sedih dengan nada penuh penyesalan.
Tragedi kebakaran yang melanda grosir milik DS Naibaho di Desa Simbolon Purba, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, masih menyisakan duka mendalam. Salah satu korban tewas terjebak di lantai dua bangunan akibat api yang cepat membesar, sementara warga menyoroti keterbatasan peralatan tim pemadam kebakaran di lokasi.***
Efendy Naibaho
