Penebangan Pohon di Desa Martoba Simanindo Berjalan Lancar

Akses jalan yang dilalui truk menuju lokasi penebangan pohon

fnews – Penebangan pohon di Desa Martoba, Kecamatan Simanindo, Samosir,  pekan ini sedang berlangsung, di lembah yang berada di kemiringan kaki – kaki pegunungan di kawasan itu. Seperti disaksikan awak media, Kamis (4/3), penebangan pohonnya berjalan lancar dan aman – aman saja.

Penebangan pohon di kawasan itu terlihat jelas  di antara pepohonan yang lebat nan hijau jika dilihar dari Jalan Lingkar Samosir dan jalan ke arealnya sudah disiapkan.

Bacaan Lainnya

BS Siallagan,  warga Desa Martoba selaku pemilik lahan seluas 20 hektar ini mengklaim jika lahan tersebut memiliki surat keterangan kepemilikan tanah dan kayu pinus atas nama abangnya,  T Siallagan yang diketahui oleh Camat dan Kepala Desa Martoba tahun 2003 yang disaksikan sebanyak 10 orang warga.

Ketika menunjukkan surat tersebut kepada awak media saat disambangi di kediamannya Kamis,( 4/3), BS terkait penebangan kayu ini menjelaskan sebelumnya sudah ditinjau Dinas Kehutanan dan sudah di-GPS titik yang bukan areal kehutanan atau hutan lindung.

BS juga mengatakan, kontribusi sudah diberikan tahun 2020 atas nama Kantor Kehutanan,  bukan atas nama perorangan. Namun untuk tahun 2021 ini belum ada ditransfernya karena peraturan kehutanan yang disebutnya selalu berubah – ubah.

Pohon yang saya tebang ini lae, saya olah di sini dan dijual untuk kebutuhan pembangunan proyek home stay, Saat ini proyek home stay sangat membutuhkan material dari panglong, ujar BS Sialllagan yang kebetulan juga membuka usaha panglong berdagang material – bahan – bahan bangunan.

Usai kami tebang lae, kami juga menanam kembali bibit pohon mangga, alpokat, dan kayu jihor buat kebutuhan kapal kayu ke depan yang sangat diperlukan warga, ucapnya, serius.

Dari kantor Kepala Desa Martoba diperoleh informasi dari sekdesnya, Silalahi, terkait kegiatan penebangan pohon ini mengatakan bahwa mereka tidak pernah menerima pemberitahuannya. Camat Simanindo pun, Hans Sidabutar membenarkan hal ini, bahwa mereka tidak pernah diberitahu kegiatan penebangan pohon / kayu yang berada di kemiringan di bawah kaki gunung ke kantor Camat Simanindo tersebut.

Camat Sidabutar mewanti-wanti jika dampak lingkungan ini akan menciptakan bom waktu yang kurang baik ke depan, berhubung jalan akses lingkar Samosir ini adalah satu – satunya jalan yang dilalui oleh masyarakat maupun tamu yang datang ke Samosir.

Camat Simanindo ini berpendapat bahwa pepohonan di seluruh Pulau Samosir seyogianya tidak ditebang. Sebaliknya, kita harus melakukan penanaman pohon secara masif, ujarnya sembari mengkilas balik di kawasan pemerintahannya sudah pernah terjadi bencana longsor. en

Pos terkait