BARU – BARU ini (23 April 2021), saya diundang DPP GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) untuk berbicara tentang Sejarah GAMKI. Mereka undang saya karena selama ini saya mengatakan bahwa HUT GAMKI itu 4 November dan bukan 23 April.
DPP GAMKI beberapa periode ini selalu merayakannya tanggal 23 April. Saya pernah tegor mereka dan kasih tahu, tetapi mereka tetap bersikukuh bahwa HUT GAMKI adalah 23 April. Dasar mereka adalah, bahwa nama GAMKI dicetuskan tanggal 23 April 1962, sehingga tahun ini mereka memperingatinya sebagai ulang tahun ke 59.
Saya katakan, baca baik-baik Mukadimah Anggaran Dasar GAMKI. Dalam Mukadimah itu dikatakan (alinea 3) “Sadar akan panggilan tersebut, maka angkatan muda Kristen Indonesia pada tanggal 23 April menyatakan kesatuannya dalam bentuk organisasi GERAKAN ANGKATAN MUDA KRISTEN INDONESIA yang disingkat GAMKI sebagai kelanjutan Persatuan Pemuda Kristen Indonesia yang didirikan pada tanggal 4 November 1945 di Yogyakarta di tengah-tengah bergolaknya Revolusi Kemerdekaan Indonesia”.
Anak-anak muda yang sekarang ini menjadI pimpinan organisasi itu sepertinya tidak membaca secara utuh alinea tersebut. Padahal jelas di situ dikatakan, menyatakan kesatuannya, bukan mendirikan! Kenapa menyatakan kesatuannya, karena musyawarah tersebut terjadi antara PPKI, MPKO (Majelis Pemuda Kristen Oikumene), dan YMCA (Youth Man Christian Assosiation).
Upaya penyatuan organisasi-organisasi pemuda Kristen itu sebetulnya sudah diupayakan sejak tahun 1950-an dan sempat menyatu dalam Lembaga Pemuda Kristen Indonesia (LPKI) tahun 1954 atau Front Pemuda Kristen Indonesia tahun 1959.
Setelah organisasi pemuda Kristen itu menyatakan kesatuannya di GAMKI, maka MPKO membubarkan diri dan semuanya terhisab dalam Komisi Pemuda DGI (kini PGI), sedangkan YMCA kembali ke habitatnya menjadi organisasi pemuda kristen Sedunia yang bergerak di bidang social.
Nah, perjuangan PPKI berlanjut di GAMKI. Dan itulah yang dinyatakan dalam MUKADIMAH. Itu fakta sejarah yang tidak bisa diganggu-gugat. Semua itu sudah saya tulis dalam buku GERAK GANDA: Pergerakan Pemuda Kristen Indonesia yang diterbitkan oleh DPP GAMKI tahun 1988.
Ketika saya tunjukkan buku sejarah tersebut ternyata mereka yang duduk sebagai DPP GAMKI belum pernah membaca! Bahkan ada yang tidak tahu ada buku itu. Bagaimana pimpinan organisasi tingkat nasional tidak pernah mengetahui sejarah organisasi yang dipimpinnya?
Padahal di buku itu saya tulis bagaimana perjuangan para aktivis organisasi Kristen itu ikut berjuang di jaman revolusi bahkan ada yang harus menjadi korban (meninggal) ketika melucuti senjata dari tentara Jepang! Di buku itu juga tertulis jelas sikap pemuda Kristen yang menyerukan pemberantasan korupsi yang merajalela di tahun 1954!
Liku-liku perjuangan pemuda Kristen di jaman revolusi itu fakta sejarah. Tetapi dengan pongahnya mereka katakan, fakta harus dianalisis! Lha bagaimana mau menganalisis kalau faktanya pun tidak tahu? Semula saya pikir ini hanya ketidaktahuan atau buta sejarah saja. Tetapi ternyata tak sesederhana itu.
Dalam zoom tersebut moderator mengatakan bahwa dalam Mukadimah GMKI juga menyebutkan sebagai kelanjutan dari CSV of Jawa yang lahir tahun 1933. Tetapi GMKI sendiri lahir tahun 1950 dan memperingati lahirnya yang dari tahun 1950 itu.
Nah, membaca Mukadimah Anggaran Dasar GAMKI dan menyamakannya dengan mukadimah bahkan sejarah GMKI menurut saya adalah sebuah kedangkalan nalar dan ketidakcerdasan otak. Dengan kata lain, ini adalah sebuah kedunguan. Betapa tidak, walaupun GMKI merupakan kelanjutan dari CSV of Java tahun 1933 namun ada keterputusan historis untuk sampai ke 1950.
Antara keduanya ada PMKI (Persatuan Mahasiswa Kristen Indonesia) yang cukup revolusioner dan nasionalis. PMKI itu di luar CSV dan sempat dilarang masuk dan berkegiatan di kampus. Karena itu kalau GMKI memperingati HUT-nya sebagai hari lahir CSV dan mengatakan bahwa GMKI itu sekarang sudah berusia 88 tahun, maka mau tidak mau bahwa GMKI mengakui keberadaannya sebagai bikinan Belanda.
Cara berpikir seperti itu tidak bisa dibenarkan! GMKI lahir dari kandungan Mahasiswa Kristen Indonesia yang didorong oleh diakuinya NKRI yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945! Bahwa ada semangat gerejawi yang kental dengan “penginjilan” memang dinampakkan dalam mars GMKI, dan itu sisi lain dari GMKI.
Itu yang berbeda dengan GAMKI! Walaupun GAMKI merupakan penyatuan organisasi pemuda Kristen Indonesia dan nama itu disepakati dalam musyawarah tanggal 18-23 April 1962, namun diakui bahwa GAMKI adalah kelanjutan dari PPKI yang lahir tanggal 4 November 1945. Semangat perjuangan PPKI itu yang menjiwai GAMKI.
Sehingga kalau merayakan HUT GAMKI pada tanggal 23 April, itu sama halnya dengan mengakui kelahiran Pancasila tanggal 22 Juni 1945 atau 18 Agustus 1945, bukan 1 Juni 1945. Itu cara berpikir yang dangkal bahkan dungu, dan a-historis!
Kedangkalan berpikir seperti itu harus dibenahi dan masih bisa dibenahi. Tetapi dari webinar tersebut ada satu hal yang menurut saya sangat berbahaya. Ada pengurusnya dengan merasa hebat mengatakan bahwa Mukadimah Anggaran Dasar GAMKI sudah diubah oleh kongres sebagai institusi tertinggi organisasi. Ini yang saya katakan sangat berbahaya. Tanpa merasa bersalah sedikitpun, anak itu mengugkapkan kalimat tersebut.
Mendengar pernyataan itu saya langsung katakan, itu sebuah pengkhianatan! Sebab mengubah Mukadimah sama dengan mengubah organisasi, menghancurkan organisasi yang sudah puluhan tahun berdiri dan menggantinya dengan organisasi yang lain.
Sebagai seorang penulis yang pernah menjabat Sekretaris Umum DPP GAMKI, saya sungguh-sungguh prihatin. Terus terang saya tidak dapat memahami cara berpikir anak-anak muda yang mengaku generasi millennium ini. Dengan mudahnya mengubah mukadimah suatu organisasi. Itu berarti mereka tidak mengakui perjuangan para pendahulunya, para pendirinya yang dengan berdarah-darah mereka ikut berjuang membela kemerdekaan Republik Indonesia.
Anak-anak muda yang seperti ini sangat berbahaya. Dalam konteks negara, manakala suatu saat menjadi pemimpin, mereka dengan entengnya dan tanpa merasa bersalah akan mengubah Mukadimah UUD 1945 yang berarti tanpa merasa bersalah mereka akan menghancurkan negerinya sendiri NKRI.
Sikap dan karakter generasi muda yang seperti itu patut diwaspadai. Mereka tidak paham sejarah tetapi sok tahu untuk menciptakan sejarah. Sejarah yang dalam bahasa Inggris history, mereka jadikan his story. Bagaimana pendapatmu kawan? Apakah Anda tidak prihatin?- Salam. ***
Noot: Terhadap tulisan Padmono yang viral di facebook itu, ada 16 orang yang memberi komentar dn saling jawab dengan berbagai pendapat sebagai berikut:
Elsen Chalim
Memahami sejarah perlu sikap kritis tentang : teks & konteks dlm memaknai sejarah secara produktif & kreatif tanpa menghilangkan esensinya secara eksistensial di masa kini & nanti..!!? Pemikiran yg kritis itu harus, tapi jangan membuat keadaan menjadi kritis…?! Salam kompak selalu dalam perjuangan hidup bersama. GBU all.
Lihat Selengkapnya
Efendy Naibaho
sangat prihatin… 4 november 2021 ini kita buat hut gamki ya di jakarta, sy ketua panitianya
atau, hut-nya 4 november 2021 di yogyakarta, tempat gamki berdiri, kita rayakan atas nama forum senior gamki
Padmono Sastrokasmojo
Boleh tuh. Ide cemerlang.
Efendy Naibaho
Padmono Sastrokasmojo ayolah kita gagas, di grup wa forum senior gamki ya
Padmono Sastrokasmojo
Ok, sy setuju. Nanti sy kontak teman2 jogja.
Andreas Yewangoe
Setuju 4 november 1945. Ada makna historis penting di situ di mana di tengah-tengah kemungkinan revolusi fisik, para pemuda Kristen bangkit dan mendukung keberadaan negara proklamasi.
TIndu’ Y. Panggalo
Saya juga setuju, Bapak Andreas Yewangoe: GAMKI juga bertanggung jawab menjelaskan melalui fakta sejarah bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia aktif diperjuangkan oleh GAMKI, untuk melawan kampanye kelompok pendukung khilafah yang berkali-kali mengeluarka…
Lihat Selengkapnya
Ari Koco Ratmoko
Berarti ini menjadi Pekerjaan Rumah untuk meluruskan sejarah dan membangkitkan Roh GAMKI di kalangan mileniel skrg. Kl memang mau ada di 4 November nanti kira dibikin Agenda apa saja selain merayakan HUT.
Jan Demans
Marahnya pak Padmono Sastrokasmojo terlalu benar
Manda Andrian
Anak2 muda sekarang perlu belajar lagi tentang gerakan pemuda dan bagaimana sejarah ekumenikan secara tidak langsung juga digagas dari sini. Belakangan ini gerakan pemuda memang melemah dan tidak jelas tujuannya…
Bambang Priyono
Wawasan kebangsaan dan pemahaman sejarah yg minim dan memprihatinkan seperti sebagian pegawai KPK gagal test kebangsaan..apa tidak ada penasehat fi GAMKI, senior2 yg masih ada??
Setiawaty Oetama
Sangat prihatin, sejarah harus dipelajari
Robert Sitorus
Sedikit koreksi mas, CSV lahir tahun 1932 (28 Remember 1932 di Kaliurang). Salam
Ya seperti itulah cara pikir dari hasil pendidikan yang mentak, matang nggak, mentah juga nggak! Metode berpikirnya tanggung, keinginanan menang, dibenarkan dan berkuasanya menggelembung! Sejarah dan metode kesejarahan menjadi momok yang diwariskan den…
Padmono Sastrokasmojo
Saya kadang bertanya2, yg bener historiografi atau historiologi? Menurut saya historiografi itu penulisan sejarah. Utk penulisan yg benar kan perlu historiologi. Ini yg menyangkut metode dan analisis. Begitukah? ****
