Kisah Sedih Derman P Nababan
MENDENGAR ayah kita dipanggil Tuhan, Selasa, 31 Agustus 2021, bersama istri dan putri semata wayangmu Amadhea Rafaella Ruth Nababan, kalian datang dari Kaimana, Papua Barat. Kau anak bungsu, anak hasian ayah dan ibu kita. Bersama kita mengantarkan ayah ke liang lahat, Kamis, 2 September 2021.
Sabtu, 4 September 2021, kita mengajak mama kita ke Samosir, paling tidak menghibur hati mama yang lagi berduka. Kita berusaha melupakan kesedihan, dengan memandang jauh ke depan. “Foto dulu kita bertiga Bang!” pintamu sambil mengenakan kaca mata hitam.
Inilah foto kita terakhir ya adikku….karena sebelumnya abangmu, adikku Larianton Nababan, sudah mendahului kita 31 Agustus 2018 yang lalu. Jadilah, ini foto terakhir kita, bersama adikku Elisadikin Nababan, abangmu. “Aku dikasih ijin cuti satu bulan, jadi kami masih bisa mendampingi mama. Setelah itu, kami akan berkunjung ke Siantar, ke rumah Abang” itulah kata terakhir darimu.
Benar saja kau tepati janji, kaudatang lebih awal bersama istrimu anggi boru Syulce Lusia Palit ke Kota Siantar, Selasa, 14/9/2021, pukul 07.00 Wib. Tetapi, badanmu sudah kaku, tidak bisa bicara. Istrimu dan kami menangisimu, engkau sudah pergi menghadap penciptamu. Di Rumah Sakit Vita Insani Siantar. Selamat jalan adikku Bripka Hermun Nababan, usiamu masih terlalu muda, 38 tahun.
Sudah lama engkau pengen pindah dari Polres Kaimana ke Sumatera Utara, alasanmu mendampingi ayah dan ibu. “Usul permohonan pindah tugas saya sudah di Mabes Polri Bang, doakan segera keluar” berulang kali itu kausampaikan.
Benar, kau pindah ke Tanah Kelahiranmu, tetapi tidak untuk bertugas lagi. Istirahat selamanya. Sudahlah adikku, damailah di keabadian.
Kisah unikmu semasa sekolah Abang tuliskan di Buku Terbanglah Rajawaliku, penerbit Andi Offset, Jogjakarta, 2020. Berharap kisah perjalanan kita masih berlanjut, dengan episode berikutnya. Namun, kini satu persatu sosok penting dalam buku itu telah pergi, termasuk ayak kita, dua minggu yang lalu.
Bripka Pol Hermun Nababan (38): Rumah duka di Dusun Lumban Tobing, Desa Lumban Tongatonga, Kec. Siborongborong. Penyebab meninggal dunia, kecelakaan tunggal, Desa Lumban Tongatonga, Siborongborong, hari Senin, 13/9/2021, pukul 21.30 Wib. Sempat dibawa ke Puskesmas Butar, dirujuk ke RSU Tarutung, selanjutnya dirujuk ke RSU Elisabet Medan. Karena kritis dibawa ke RS Vita Insani Siantar, dan meninggal dunia, Selasa, 14/9/2021, pukul 07.00 Wib.Pemakaman dilakukan, Rabu, 15 September 2021.
Postingan Derman Nababan yang merasa sedih di akun facebooknya dan seketika mendapat komentar hingga Selasa 14.09.21 pukul 13.52 sebanyak 548 komentar dan tiga kali dibagikan. Sebagian komentar sedih tersebut sebagai berikut:
Donald Pieter Sinaga
Betapi singkatnya hidup ini ya Amang !
Doa kami untuk penghiburan Tuhan dinyatakan bagi seluruh keluarga Nababan …
Tiurmaryana S
Turut berdukacita amang Hela.
Lungun nai ate. Tuhanta ma namangapuli rohamuna amang dohot sude kelg besar.
Florence Katerina Loryn
Sedih membaca kisah ini, turut merasakan dukacita yang mendalam bapak

Lidya Erika Sitorus
Iya Tuhan…..Hiburkanlah kel yang ditinggal adek amang Derman P. Nababan .Turut berdukacita atas meninggalnya adik amang.
Ap Juli Simarmata
RIP ,kita tidak tahu perjalanan hidup kita, maka dari itu setiap saat kita berdoa pada Tuhan, karena dia pemimpin kita, agar kita dijauhkan dari segala pengobatan.sabar dan tabah Lae di pencobaan ini. Amin
Martha Eliana Simanjuntak
Turut berdukacita amang bao …bah tahe tarsonggot do hami mambege khabar on…margogo ma keluarga terutama edaku Lusia Nababan Palit dohot namboru op Tifany boru
Yuni Putri Boru Naibaho
Turut berdukacita ya abgda.. TUHAN YG MEMBERI TUHAN YG MENGAMBIL, TERPUJILAH NAMA TUHAN..
Semoga keluarga diberi kekuatan dan penghiburan dari Tuhan.. 

Josto Togatorop
Turut berduka cita pak! Semoga Tuhan Yesus sumber segala Penghiburan menjadikan semua keluarga kuat menerima keputusan Tuhan ini.
Rumada Batuara
Ah tahe….
Dang tardok be tahe tulang na masa di hamuna on tulang



Lak ikkon parjolo do hape tulang i mandapothon ompung doli tu hasonanganNa i..
Margogo ma ompung boru,suang songoni nantulang dohot di anggi nami boru sasada ni tulang i..
Dohot marhabot niroha tulang
Sai tumibu ma tarapul rohamuna sude
Arjuna Bakkara’og
Ue..paet na i ma tahe, dang mahiang dope tano na rara nattoari sada…ale ikkon songon on muse… Margogo ma amang Derman P. Nababan dohot sude akka keluarrga…Dang tarjaha hape sipata ikkon songon dia..Ale, margogo ma Amang Derman…Salpu ma akka na lungun tu joloan ni ari
Rosdiana Hutajulu
Menitik airmataku membaca ini pak.
Betul Firman Tuhan berkata ” Hidup itu seperti uap, kelihatan lalu hilang lenyap”
Tuhan yg memberi Tuhan yg mengambil…
Tetap Kuat dan Teguh dalam iman percaya kpd Yesus utk Bapa dan Keluarga besar
Waspada Gidyon Sarumaha
“TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah TUHAN!” (Ayub. 1:21b) 
#turut_simpatik
kiranya Allah Roh Kudus memberi kekuatan dan penghiburan kepada hambanya pak Derman P. Nababan dan kepada semua keluarga. en
