formatnews.id – Musik adalah bahasa universal yang dapat menjembatani dan mempererat persahabatan antarnegara. Gondang Orchestra yang didirikan tahun 2010 oleh Tigor Situmorang, merupakan gabungan musik Gondang dan musik Orchestra, untuk melestarikan, mengenalkan dan mempromosikan musik tradisional gondang dari Sumatra Utara, Indonesia ke Dunia (Gondang Orchestra from North Sumatera of Indonesia for the World). Artinya, semakin Go Mendunia
Terbentuknya Gondang Orchestra terinspirasi dari musik tradisional yang berada di sekitar Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Indonesia.
Gondang Orchestra memperoleh momentumnya kembali setelah perjalanannya ke Kanada tahun 2012, ketika mendapat undangan dari Universitas Chulalongkorn untuk melakukan workshop Musik Gondang dan Tarian Tortor serta pertunjukan di Universitas Chulalongkorn Bangkok dan Universitas Khon Kaen, Thailand pada 19-25 Juni 2024.
Acara tersebut diadakan dalam rangka Indonesian Festival ke-7 (Indofest ke-7) , kerjasama antara Universitas Chulalongkorn dan Absolutely Thai Kansadeng Wathanatham Co, Ltd dengan KBRI Bangkok.
Dengan 21 personel dan didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ristek dan Teknologi Republik Indonesia, Gondang Orchestra berangkat ke Thailand pada 19 Juni 2024 untuk memenuhi undangan Universitas Chulalongkorn dan Khon Kaen University tersebut. Setiba di Bangkok, Gondang Orchestra diperkenalkan di KBRI Bangkok, Thailand.
Keesokan harinya, tanggal 20 Juni 2024, dengan menempuh perjalanan sekitar 8 jam, Gondang Orchestra tiba di Propinsi Khon Kaen, Thailand untuk persiapan Workshop Musik Gondang dan Tarian Tortor tanggal 21 Juni 2024.
Acara diselenggarakan dalam rangka Indonesian Festival ke-7, menyambut 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Thailand tahun 2025 dan Peringatan 60 Tahun Universitas Khon Kaen. Workshop diikuti oleh 120 mahasiswa dari Universitas Khon Kaen dan beberapa Universitas di sekitar Propinsi Khon Kaen.
Workshop diawali dengan penjelasan dari pimpinan Gondang Orchestra, Tigor Situmorang, mengenai Pulau Samosir dan daerah sekitar Kawasan Danau Toba sebagai asal musik gondang; 5 jenis Gondang Batak yang tercermin dalam tarian Tortor yaitu Gondang Mula-mula, Gondang Somba-Somba, Gondang Mangaliat, Gondang Marhusip, dan Gondang Hasahatan dohot SitioTio.
Acara dilanjutkan dengan latihan musik gondang dan tarian Tortor oleh Tim Gondang Orchestra.
Music Hall berkapasitas 250 orang dipenuhi 85 % penonton yang terdiri dari mahasiswa dan civitas akademika setempat, komunitas warga Indonesia-Thailand dan perwakilan masyarakat Indonesia setempat. Duta Besar RI, Rachmat Budiman dan pejabat terkait di Universitas Chulalongkorn ikut menyaksikan pertunjukan tersebut. Secara spontan, Dubes RI berkolaborasi dengan Gondang Orchestra membawakan lagu-lagu Batak yang gembira serta mengajak penonton maju ke depan untuk menari Tortor.
Persahabatan masyarakat Indonesia dan masyarakat Thailand semakin diperkuat melalui kegiatan people to people contact dalam Indonesian Festival ke-7 Tahun 2024 bersama Gondang Orchestra. Hal ini tercermin dari antusiasme peserta workshop dan penonton pertunjukan serta interaksi masyarakat kedua negara selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini pula, masyarakat Thailand lebih mengenal dan lebih memahami kekayaan seni budaya Indonesia khususnya seni budaya Batak beserta keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba yang membuat keingin tahuan untuk dikunjungi.
Mengetahui antusiasme mahasiswa Thailand yang tinggi dalam belajar budaya Batak khususnya Musik Gondang dan Tarian Tortor yang dibawakan oleh Tim Gondang Orchestra, terbersit harapan semoga mahasiswa dan anak muda Indonesia antusias juga mempelajari dan melestarikan budaya leluhur nenek moyangnya.
Setelah workshop dan penampilan di Provinsi Khon Kaen tanggal 21 Juni 2024, Gondang Orchestra melanjutkan misi budayanya di Bangkok dalam rangka Indonesian Festival ke-7 di Bangkok pada 23-24 Juni 2024. Workshop gondang dan tortor diselenggarakan di KBRI Bangkok, 23 Juni 2024, dan diikuti oleh lebih dari 60 orang mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Bangkok yaitu dari Universitas Chulalongkorn, Universitas Phranakhorn Rajabhat, Universitas Mahidol, dan Universitas Thammasat. Selain itu, ikut juga mahasiswa dari Sukhothai College of Dramatic Arts yang berjarak 430 km dari Bangkok dan beberapa mahasiswa asal Singapura yang sedang mengikuti program budaya di Bangkok.
Music Hall berkapasitas 250 orang dipenuhi 85 % penonton yang terdiri dari mahasiswa dan civitas akademika setempat, komunitas warga Indonesia-Thailand dan perwakilan masyarakat Indonesia setempat. Duta Besar RI, Rachmat Budiman dan pejabat terkait di Universitas Chulalongkorn ikut menyaksikan pertunjukan tersebut. Secara spontan, Dubes RI berkolaborasi dengan Gondang Orchestra membawakan lagu-lagu Batak yang gembira serta mengajak penonton maju ke depan untuk menari Tortor.
Persahabatan masyarakat Indonesia dan masyarakat Thailand semakin diperkuat melalui kegiatan people to people contact dalam Indonesian Festival ke-7 Tahun 2024 bersama Gondang Orchestra. Hal ini tercermin dari antusiasme peserta workshop dan penonton pertunjukan serta interaksi masyarakat kedua negara selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini pula, masyarakat Thailand lebih mengenal dan lebih memahami kekayaan seni budaya Indonesia khususnya seni budaya Batak beserta keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba yang membuat keingin tahuan untuk dikunjungi.
Mengetahui antusiasme mahasiswa Thailand yang tinggi dalam belajar budaya Batak khususnya Musik Gondang dan Tarian Tortor yang dibawakan oleh Tim Gondang Orchestra, terbersit harapan semoga mahasiswa dan anak muda Indonesia antusias juga mempelajari dan melestarikan budaya leluhur nenek moyangnya.
Music Hall berkapasitas 250 orang dipenuhi 85 % penonton yang terdiri dari mahasiswa dan civitas akademika setempat, komunitas warga Indonesia-Thailand dan perwakilan masyarakat Indonesia setempat. Duta Besar RI, Rachmat Budiman dan pejabat terkait di Universitas Chulalongkorn ikut menyaksikan pertunjukan tersebut. Secara spontan, Dubes RI berkolaborasi dengan Gondang Orchestra membawakan lagu-lagu Batak yang gembira serta mengajak penonton maju ke depan untuk menari Tortor.
Persahabatan masyarakat Indonesia dan masyarakat Thailand semakin diperkuat melalui kegiatan people to people contact dalam Indonesian Festival ke-7 Tahun 2024 bersama Gondang Orchestra. Hal ini tercermin dari antusiasme peserta workshop dan penonton pertunjukan serta interaksi masyarakat kedua negara selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini pula, masyarakat Thailand lebih mengenal dan lebih memahami kekayaan seni budaya Indonesia khususnya seni budaya Batak beserta keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba yang membuat keingin tahuan untuk dikunjungi.
Di akhir Workshop, mahasiswa Chulalongkorn yang tergabung dalam Ekathan Longdrums Ensemble juga mengajarkan Tim Gondang Orchestra cara memainkan alat musik gendang Thailand, klongyao. Mereka saling bertukar ilmu pengetahuan mengenai kesenian dari Indonesia dan Thailand serta sempat berkolaborasi memadukan kedua jenis musik dipimpin oleh Conductor Gondang Orchestra, Tigor Situmorang.
Sama seperti Penampilan di Propinsi Khon Kaen, dalam Pertunjukan di Music Hall, Universitas Chulalongkorn, para mahasiswa yang telah belajar musik gondang dan tarian Tortor menampilkan kebolehannya dalam bermain musik gondang dan menari Tortor.
Dalam pertunjukan Gondang Orchestra yang spektakuler menurut penonton, ditampilkan beberapa lagu dan tarian Tortor yang mencerminkan perjalanan pencarian diri dan kehidupan orang Batak dari Pulau Samosir, ke perantauan di luar Sumatra hingga ke Thailand. Beberapa lagu yang dibawakan yaitu Samosir Island dan I love Indonesia ciptaan Tigor Situmorang dan lagu lagu Rakyat era
GONDANG ORCHSTRA yang berdiri Tahun 2010 dibawah pimpinan Tigor Situmorang sekaligus sebagai Producer, Director, Composser, Arranger dan Conductor Orchestra. Perdana Gondang Orchestra dengan penampilannya di Gedung Kesenian Jakarta.
Misi Gondang Orchestra adalah Melestarikan Budaya Batak, salah satu suku Bangsa Indonesia. Dengan Gondang Orchestra, Mengenalkan Destinasi Wisata: Samosir Island-Toba Lake. Gondang Orchestra menduniakan Musik Budaya Batak, khususnya : Gondang dan Tortor.
Selain Gondang dan Tortor, Gondang Orchestra berharap nantinya bisa kerjasama dalam menampilkan bentangan ULOS sepanjang 1.000 Meter dan semoga bisa menyertakan musisi dan lagu-lagu di Era 70 an seperti group Opera Serindo, dulunya dipimpin Tilhang Gultom. Kini, dilanjutkan pomparannya, Manahar Gultom dengan penyanyi legendaris, Aniaraya Sitindaon.
Gondang Orchestra bulan Oktober 2012 telah tampil di Montreal Canada, Gedung Kesenian Jakarta, Monas, Penayangan 8 Episode Siaran Nasional dari LPP TVRI Pusat Jakarta dan JUNI 2024 di THAILAND. Bila melihat niat menduniakan Budaya Bangsa Indonesia. Harapan, semoga Pusat, PemProv , Pemkot dan Pemda jangan lelah men support para pelaku Pelestarian Kebudayaan dan Promosi Pariwisata Indonesia.
Parade Hari Ulos yang direncanakan bersama Gondang Orcestra dengan Yayasan Pusuk Buhit diharapkan bisa berlanjut ke Paris, dipajang di Menara Eiffel. ***
Efendy Naibaho
