Rudimanto Limbong: Kami Juga Tahu Artinya Lelah….

Api.....

formatnews.id – Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Samosir memang sudah saatnya dikaji secara serius dari berbagai aspek, di antaranya, karakteristik tutupan lahan yang cenderung terjadi kebakaran dari tahun ke tahun adalah lahan yang didominasi vegetasi ilalang dan semak belukar yang sangat sensitif terbakar pada musim – musim kemarau.

Bacaan Lainnya

Kepala Satpol PP Samosir Rudimanto Limbong, kiri berbaju putih,  menuliskan pendapatnya itu dalam Grup whatsApp “Samosir To Day” yang sejak  beberapa hari ini diskusi panjang lebar terkait kebakaran hutan dan lahan yang dewasa ini terjadi di banyak titik di Samosir, Malah, Aliansi Jurnalis juga sudah melakukan FGD (Fokus Grup Diskusi) bertajuk “Kebakaran Hutan di Samosir, Terbakar atau Dibakar”.

Yang kedua ditulis Limbong, juga menjabat sebagai Pl Kepala Dinas PUPR Samosir,  topografi yang bergelombang, berbukit dan terjal. Dan, sangat minim pula akses masuk ke lokasi. Kemudian tata kelola lahan masyarakat. Tata kelola pemanfaatan kawasan hutan lindung pun, perlu diperkaya dengan pemberian kesempatan kepada para pihak -perorangan maupun kelompok- untuk mengelola lantai hutan dengan memperkaya jenis vegetasi pohon.

Perlu juga sistematika pelaporan dan pengusutan kasus – kasus kebakaran hutan dan lahan.

Kelak kita tidak lagi berdebat tentang kesiapsiagaan petugas yang melakukan pemadaman, tetapi lebih kepada aksi merubah tutupan lahan dari vegetasi yang sensitif terbakar kepada vegetasi yang sulit terbakar. Tentu semua perlu pemetaan yang matang dan melepaskan ego – antarinstansi.

Di saat tidak terjadi kebakaran, lanjutnya,  sangat sulit kita memperoleh akses kepada lahan masyarakat terlebih kepada kawasan hutan. Tetapi di saat terjadi kebakaran, semua seolah harus bertanggungjawab. Maka kedepannya perlu satu pemahaman manajemen pemanfaatan lahan dan pelestarian alam terlebih di Kawasan Danau Toba seperti Kabupaten Samosir ini.

Keindahan alam dipadu dengan Danau Toba adalah aset terbesar dalam pariwisata kita. Perlu pola manajemen kawasan yang membutuhkan kesepahaman berpikir, berencana dan bertindak

Ayo kita perdalam lagi konsep kelestarian dan keberlanjutan ini demi lingkungan, ekonomi dan budaya.
Ingat,  BUMI KITA SATU, ajaknya sembari menyebut beberapa tagline seperti #kenyang menghirup asap saat memadamkan api #lelah begadang di depan api membara #kami juga tahu artinya lelah dan #Tak aci ceng.

Yang pasti, selagi ilalang itu tumbuh kembali dan mendominasi lahan – lahan dan lantai hutan, disitulah tersedia bahan bakar yang sensitif untuk dibakar dan terjadilah kebakaran yang meluas. Kobaran api ini juga akan semakin menjadi meluas dengan tiupan angin yang kencang, ujar Rudimanto Limbong dan berharap kita harus fokus pada pembahasan ” BAGAIMANA MERUBAH VEGETASI ILALANG dan SEMAK BELUKAR…

Wilmar E Simanjorang, foto berdiri di atas kursi, pernah menjabat pelaksana Bupati Samosir, di Grup WA itu juga menuliskan dan memosting lahan – lahan yang terbakar, Sabtu (05/07/25) dan menulis kalimat sedih, tolooong………. saat masih berlangsung dan ketika itu apinya menuju KONSERVASI MACADAMIA NUTS miliknya DI DESA HUTAGINJANG SAGALA.

Minta tolooong Wilmar ini ditambah dengan foto, seperti di atas,  begitulah kemampuan masyarakat kami, mambaen sekat bakar i lahan ni bapatua on, memaksudkan Wilmar Simanjorang. Juga dilengkapi foto lahannya di sebelah kiri lahan konservasi Macadamia Nuts.

Poloria Sidabutar, yang aktif di Grup WA itu, jug admin, banyak menyumbang usul dan saran. Di subuh Minggu (06/07/25) ia menulis sebagai berikut: Polemik bersama ! Kebakaran ada, bukan muncul sendiri. Pembiaran sejak awal dan tidak ada tindakan tegas, tangkap dan proses, ya begitulah jadinya.

Di tempat kita tinggal, aparat kepolisian juga tanggap dan turun serta memadamkan apinya beserta aparat TNI, bersama-sama masyarakat sekitar. Dan syukur, nampaknya tidak ada bakar membakar, karena tidak ada tercium asap dan kabut asap kelihatan dari kejauhan, karena musim kemarau juga.

Membakar pembukaan dan/atau pembersihan lahan pertanian saja tidak diperbolehkan, bahkan bekas jeraminya, semenjak ada larangan dan peraturan yang melarangnya serta sanksi hukumnya dan/atau denda bagi pembakar lahan kosong dan/atau lahan terlantar ( DILARANG TEGAS ). KESADARAN dan KEPEDULIAN, itu yang utama agar tidak membakar, ujar Poloria.

Fernando Sitanggang, foto atas,  jurnalis yang sangat produktif dan kreatif menulis, mengusulkan  agar kebakaran itu ditetapkan sebagai Tanggap Darurat oleh Pemkab Samosir sehingga menjadi dasar BNPB untuk menurunkan tim dan pembiayaan melakukan pemadaman yang salah satunya adalah rekayasa cuaca. Karena biayanya besar dan hanya BNPB yang dapat melakukannya.

Diingatkannya juga, yang dibahas kebakaran di Samosir yang  membuat udara meniadi tak nyaman dan menggangu pernafasan rakyat Samosir maupun wisatawan yang berkunjung. Karena apa? Karena api dan asap sudah kemana – mana.

Efendy Naibaho sendiri, admin grup itu, foto atas, mengharapkan dilakukannya Gerakan Penananam Sejuta Pohon dengan mengajak siapa saja memberi sumbangan pohon. Tercatat baru dua yang serius.

Program Menanam Sejuta Pohon di Samosir
Kalau kita benar-benar mau menanam pohon apa saja di Samosir l di hutan-hutan, lahan kosong, pinggir jalan, halaman rumah ibadah, di pusuk buhit dll l dalam Program Menanam Sejuta Pohon, berapa batang pohon yang akan Anda sumbangkan 

Ayo kita buat list-nya l
Adopsi pohon juga boleh untuk tidak terkesan hanya omon-omon atau omdo atau nato saja

List pohon sumbangan Program Sejuta Pohon di Samosir
Silakan diisi
1 Efendy Naibaho l puluhan bibit aren
2 Atak S’tak berbagai bibit 20 pokok ( mangga, gambiri, joreng, sotul )
3 ….

Ada juga yang mengusulkan, seperti disebutkan Martin Aritonang, Kanit Tipiter Polres Samosir yang hadir pada FGD Kebakaran Hutan: Terbakar atau Dibakar, mewakili Kasat Reskrim, menyarankan agar ditanam di lahan dan hutan Samosir pohon jabi-jabi, beringin dan hariara. Tanaman ini sangat jelas untuk mendatangkan air, “Manjou Mata Mual”, ujarnya.

Ada juga yang usulkan seperti disampaikan Marandus Sirait, untuk pencegahan kebakaran lahan, ada 1 tanaman yang sangat bagus untuk pencegahan kebakaran karena puntung rokok ataupun membakar sampah atau lahan yang tak sengaja maupun sengaja. Tanamlah pohon kailendra di tepi jalan. Pohon ini tak bisa ditembus api. Dan tanaman ini sangat luarbiasa dalam pengembangbiakanya sendiri. Tanam 1 tumbuh 1.000.

Marandus Sirait pun memberi contoh nyata,  tanaman ini ada mereka buat di lokasi Air Terjun Taman Eden. Dan di lokasi lainya di Taman Eden, di kawasan Ajibata, Parapat.

Dari berbagai catatan, ada juga baiknya yang ditanam tanaman trembesi. ***

Samuel Parningotan

Pos terkait