formatnews.id – Seminar dan Lokakarya Peternakan Babi dilaksanakan Selasa, 14 Oktober 2025 mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara
Mindo Sianipar, aktifvis peternak babi ini kepada formatnews.id, Minggu, 12/10/2025 menyebutkan pesertanya 5 orang dari tiap sinode/lembaga yang diundang PGI yakni Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), Gereja Methodist Indonesia (GMI), Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Huria Kristen Indonesia (HKI), Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB), Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM), Gereja Kristen di Indonesia di Sumatera Utara (GKI Sumut), Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA), Gereja Mission Batak (GMB), Gereja Angowuloa Masehi Indonesia Nias (AMIN), Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP), Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI), Gereja Protestan Persekutuan (GPP), Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI), Angowuloa Fa’awosa Kho Yesu (AFY), Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD), Gereja Niha Keriso Protestan Indonesia (GNKPI), Banua Keriso Protestan Nias (BKPN) dan PGIW Sumatera Utara.
Sekretaris Umum Pekerja Harian PGI Pdt Darwin Darmawan dalam undangannya kepada pimpinan-pimpinan gereja ini menjelaskan kegiatannya sebagai program kerja lima tahun (Prokelita) PGI 2024 – 2029 yang mencatat bahwa program pemberdayaan sosial ekonomi warga gereja menjadi salah satu program yang perlu didorong untuk meningkatkan kesejahteraan warga gereja.
Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi adalah peternakan babi. Melihat peluang tersebut, PGI melalui Komisi Sosial-Ekonomi dan Forum Komunikasi Pria/Kaum Bapak (FK-PKB) PGI berencana mengadakan Seminar dan Lokakarya tentang peternakan babi untuk warga gereja di Sumatera Utara.
Sehubungan dengan hal tersebut, Darwin memohon Ibu/Bapak Pimpinan Gereja berkenan mengutus perwakilan yang melayani bidang diakonia/pelayanan atau warga jemaat untuk mengikuti kegiatan dimaksud
en di Indonesia di Sumatera Utara (GKI Sumut)
Latar belakang kegiatannya, Gereja sebagai lembaga pelayanan iman tidak hanya berperan dalam pembinaan rohani, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kesejahteraan jemaatnya. Karena masih banyak jemaat gereja yang hidup dalam kondisi ekonomi yang belum stabil. Tantangan seperti keterbatasan lapangan kerja, rendahnya akses terhadap modal usaha, dan kurangnya keterampilan teknis menjadi penghambat utama dalam upaya peningkatan taraf hidup masyarakat gereja.
Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi adalah peternakan babi. Di banyak komunitas Kristen di Sumatera Utara, babi bukan hanya bagian dari budaya konsumsi, tetapi juga telah lama menjadi komoditas ekonomi yang penting. Peternakan babi memiliki siklus produksi yang relatif cepat,
permintaan pasar yang stabil, dan dapat dijalankan dalam skala rumah tangga maupun kelompok usaha. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal oleh warga jemaat karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan akses terhadap pendampingan usaha.
Melihat kondisi tersebut, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia melalui Komisi Sosial Ekonomi dan Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak (FK-PKB) PGI berinisiatif menyelenggarakan kegiatan seminar dan lokakarya peternakan babi sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi jemaat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen PGI dalam mendorong gereja-gereja di Indonesia untuk menjadi agen transformasi sosial yang relevan
dengan kebutuhan zaman.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga jemaat tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga semangat baru untuk membangun usaha yang berakar pada nilai-nilai kekristenan: kerja keras, tanggung jawab, solidaritas, dan keberpihakan kepada yang lemah. Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat
pemberdayaan yang membawa perubahan nyata dalam kehidupan umat.
Tujuan kegiatan ini untuk mMembekali warga gereja dengan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam beternak babi secara sehat, efisien, dan berkelanjutan. Kemudian, melatih peserta dalam manajemen usaha peternakan (pakan, kandang, kesehatan ternak, dan pemasaran).
Mendorong terbentuknya kelompok usaha ternak berbasis jemaat yang mampu mengelola usaha secara mandiri dan profesional. Menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi di lingkungan gereja.
Hasil yang diharapkan adalah peserta memiliki pemahaman dasar tentang peternakan babi. Terbentuknya minimal 2 kelompok usaha ternak jemaat. Tersusunnya rencana tindak lanjut untuk pendampingan usaha peternakan babi dan terjalinnya jejaring antara gereja, peternak lokal, dan lembaga pendukung.
Peserta kegiatan ini diperkiran sekitar 100 orang yang terdiri dari perwakilan pelaku usaha ternak babi dan dinas Peternakan Kabupaten/Kota di sekitar Danau Toba sebanyak 50 orang dan perwakilan jemaat gereja sebanyak 50 orang dengan narasumber antara lain Direktorat Jenderal PKH Kementerian Pertanian RI Kebijakan peternakan babi di Indonesia, Badan Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) sebagai pendamping peternak babi.
Kemudian Dr Ir Parsaoran Silalahi (Praktisi Peternak Babi), Peternakan babi di Sumut: Nutrisi dan vaksin suatu harapan dan tantangan, Surisyono Suriyoatmojo, Pemanfaatan mikrobia ramah lingkungan pada peternakan babi rumahan dengan fasilitator kegiatan Mindo Sianipar, politisi yang sudah lama di DPR RI dan memiliki beberapa contoh ternak babi.
Kegiatan ini sebagai langkah awal yang dilakukan oleh PGI untuk pemberdayaan ekonomi warga gereja di sekitar Danau Toba dalam bentuk peternakan babi. Diharapkan setelah selesai kegiatan ini pendampingan dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten dan BPTUHPT Silangit untuk memastikan terlaksananya peternakan babi oleh warga gereja baik dalam skala kecil maupun skala industri bisa berjalan dengan baik. ***
Efendy Naibaho
