Sampah di Jembatan Tano Ponggol

Sampah di Jembatan Tano Ppnggol

formatnews.id – Samosir, 2 November 2025: Jembatan Tano Ponggol, ikon kebanggaan Kabupaten Samosir yang dikenal karena pesona alamnya dan menjadi jalur utama wisatawan menuju Pulau Samosir dari arah Tele dan Pangururan, kini semakin menuai sorotan tajam dari publik. Bukan karena keindahannya, melainkan karena tumpukan sampah yang berserakan di sekitar lokasi.

Pantauan warga dan formatnews,id Minggu (02/11/2025), sampah plastik dan sisa makanan es krim terlihat di pinggiran jembatan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Kondisi ini dianggap mencoreng citra Samosir sebagai daerah wisata unggulan Danau Toba yang sedang gencar dipromosikan Pemerintah Pusat.

Bacaan Lainnya

Seorang warga sekitar, Efendy Naibaho, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten seolah tutup mata terhadap masalah kebersihan di lokasi wisata tersebut. “Sayang sekali, tempat ini indah, tapi kalau sampah terus dibiarkan, siapa yang mau datang lagi? Pemkab Samosir seharusnya menyiapkan tempat sampah dan petugas kebersihan, apalagi saat libur,” ujarnya dengan nada kecewa.

Naibaho, yang tinggal di Siogung-ogung, di kawasan Tano Ponggol itu, menilai jika Pemkab Samosir tidak segera turun tangan, keindahan Tano Ponggol hanya akan tinggal cerita. “Kalau begini terus, apa tindakan pemerintah? Jangan tunggu viral dulu baru bergerak,” tegasnya.

Ia berharap Pemkab Samosir bertindak tegas dan cepat dengan menyediakan fasilitas kebersihan seperti tong sampah, petugas lapangan, serta edukasi bagi pengunjung. Kerja keras Dinas Lingkungan Hidup harus sejalan dan beriringan dengan Satpol PP yang melarang pedagang jualan di sana, Satlantas Polres Samosir menilang kenderaan yang parkir di badan jalan dan Camat Pangururan memantau apa yang bisa dikerjakan.

Pedagang yang jualan es krim, sate dan lainnya,  harus dilarang keras dan tidak boleh jualan karena bekas tempat minumannya yang seenaknya dibuang di jalan. Belum terpantau apakah juga ada dibuang ke Terusan Tano Ponggol du bawahnya. Bunyi lagu pedagang ini juga dirasakan mengganggu dan bising apalagi lagunya entah dari daerah mana dan memakai loudspeaker kecil pula,

Selain kepada pemerintah, publik juga mengimbau wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Keindahan Danau Toba dan Jembatan Tano Ponggol serta Terusan Tano Ponggol seharusnya menjadi kebanggaan, bukan tempat penumpukan sampah. Bila hal ini terus diabaikan, Samosir bisa kehilangan daya tarik wisata dan reputasinya rusak di mata dunia. ***

Samuel Parningotan

Pos terkait