Aek Sarulla Harus Diluruskan….

Gandi Parapat

formatnews.id –  Luat Pahae tanah kelahiran saya. Sampai mati akan saya ingat dimanapun saya berada. Peristiwa banjir bandang 29.12.2024 sekitar pukul 18 dengan kayu-kayu besar beribu ton bekas penebangan sekitar 30 tahun lalu. Tidak ada kayu yang baru, demikian Gandi Parapat, tokoh nasional asal Pahae mengkilasbalik kenangannya kepada formatnews.id, Kamis (08/05/2025).

Disusul lagi banjir bandang beberapa Minggu yang lalu tanpa kayu namun ketakutan tetap menghantui karena Sungai / Aek Sarulla belum diluruskan, ujarnya, sedih. Peristiwa bencana Aek Sarulla tersebut saya laporkan secara singkat ke Bupati Taripar Hutabarat. Senin 5/5.2025.  Aek Sarulla tersebut harus diluruskan.

Bacaan Lainnya

Saya, lanjut Gandi, juga aktifis gerakan Kristen dan pemerhati hukum ini, dari dulu selalu tanggap terhadap situasi Tanah Kelahiran saya dengan berbagai resiko. Sekitar 30 thn yang lalu saya melarang perusahaan besar untuk mengambil kayu dari atas Kota Kecamatan Sarulla dengan unjukrasa dan menyurati Presiden.

Presiden Megawati ketika itu mencabut izin penebangannya dan akhirnya sebelum semua dibabat namun menurut informasi, beribu ton kayu yang sudah ditebang tidak bisa diproduksi. Saya dimarah Namboru br Parapat dan Amang Boru Gultom karena tidak datang ke rumahnya di Silompa Gadong ujung Aek Sarulla menyebar sebelum menyatu ke Aek Batang toru, yang terkena banjir bandang. Untung ada pohon-pohon coklat ini menahan kayu-kayu besar sehingga tidak rusak rumah kita ini.

Semakin senangnya, namboru saya ini memotong ayam jagonya yang tidak mati karena dalam peristiwa tersebut kandang ayam belum dikunci, jadi beterbangan ke pohon coklat di sekitar rumah ini, hanya anak ayam dan babi yang mati. Upaya masyarakat agar arus Aek Sarulla terkendali kalau terjadi banjir bandang maupun banjir biasa, belum maksimal.

Menurut Dinas PU Taput maupun Provinsi Sumut, Aek Sarulla itu harus diluruskan dari hulu sampai hilir namun saat ini terkendala dana dan apa mau masyarakat di sekitar diluruskan. Yang pasti, kami telah berjanji ke PU ikut memberi masukan ke masyarakat agar tidak salah paham kalau Pemerintah/PU meluruskan guna mengurangi bahaya bila ada banjir bandang.

Namboru dan Amang Boruku mengatakan beberapa peristiwa di Pahae ini seingat saya, Gandi selalu hadir memberikan semangat dan doa atas kunjunganmu ini kita potong ayam.

Harapan seluruh masyarakat Pahae Jae baik yang tinggal di Luar Pahae maupun di Parserahan agar Pemerintah segera mengatasi musibah Aek Sarulla dengan cara meluruskan dan membuat tembok biar terarah Aek Sarulla., ujar Gandi dan sudah ketemu dengan masyarakat Minggu, Senin, Selasa pekan ini. Sebelumnya Januari 2025 kami bersama masyarakat berdoa di atas tumpukan pohon-pohon  besar, ujar Gandi, juga penasehat Punguan Parapat seluruh Indonesia ini sambil menyeka linangan air mata  bagian kiri matanya. ***

Efendy Naibaho

Pos terkait