Ekstraketat, Syarimpol Manihuruk Komandoi Pemadaman Api di Kawasan Tele

formatnews.id – Puluhan personel dari berbagai lintas, baik dari Pemkab Samosir dan Pemprov Sumut, dikomandoi Sarimpol Manihuruk, Kepala BPPD Samosir, ekstraketat mengamankan, mencegah  dan memadamkan api yang melalap beberapa titik lokasi di Kawasan Tele, Samosir, mulai pagi hingga Rabu (02/07/2-25) malam.

Bacaan Lainnya

Berbekal mobil damkar yang didatangkan dari  Medan, persisnya dari BPPD Sumut dipimpin Dachi bersama lebih dari 10 anggotanya, mereka bergerak dan turun ke jurang curam dan Camat Sianjurmula-mula, Andre Limbong sibuk mengatur arus lalulintas kenderaan yang silih berganti lintas baik dari arah Tele maupun dari arah Pangururan, begitu sebaliknya.

Berbekal air yang fulltank, gantian dengan damkar milik Pemkab Samosir, perlahan tapi pasti, personelnya terkadang turun ke jurang terjal dan terkadang bolak balik ke arah Tele dan terkadang ke arah Tanjung Bunga terlebih setelah pelintas di jalan tersebut memberitahu api di atas mereka masih marak.

Dengan sabar, petugas damkar ini secara kompak menyiram pepohonan atau ranting yang masih terbakar hingga malam hari bersama personel Manggala Agni dan KPH XIII. Semua personal BPBD twngh hari itu masih istirahat dan melanjutkan siangnya ke lokasi sekaligus mengarahkan Damkar BPBD Provsu untuk penanganan dan antisipatif.

Sarimpol yang hari itu pulang jam 06.00 dari Tele, menjelaskan saat itu kondisi karhutla sudah mengarah ke Desa Habeahan Naburahan Kecamatan Sianjur Mula – mula.  Dan masih tetap dilakukan pemantauan dan upaya pemadaman. Namun,  masalahnya tetap terkendala tofografi medan yang curam.

Seperti disaksikan formatnews.id, bersama Kabid BPBD Jonny Sitangggang, api yang menjalar di tebing curam sangat berat medan-nya dan tidak memungkinkan untuk turun ke bawah dan jangkauan selangnya pun tidak mencukupi. Jika satu selang berukuran 20 meter, disambung-sambung juga tidak bisa ke jurang terjal.    .

Karena medan yang berat dan keterbatasan peralatan, beberapa percakapan yang direkam adalah agar secepatnya Bupati Samosir Vandiko Gultom menyurati  Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk memberitahu Samosir sudah masuk kategori tanggap darurat.

Malah, dari berbagai perbincangan lepas di Pangururan, penanganan karhutla ini bisa dengan penggunaan water bomb dengan helikopter, pemasangan atau menghidupkan/mengaktifkan kembali springkel-springkel yang sudah dibangun beberapa waktu yang lalu di tempat-tempat  tertentu dan harus diaktifkan kembali. Ada juga suara yang meminta agar dicari orang pintar yang bisa menurunkan atau memindahkan hujan.

Aliansi Jurnalis yang concern terhadap kebakaran hutan ini, dimotori Efendy Naibaho, Dian Sinaga dan Junjungan Marpaung, Jumat, 4 Juli 2025 di Rumah Makan Sederhana, Jalan Sisingamangaraja, samping Polsek Pangururan, akan melaksanakan FGD l Fokus Grup Diskusi  l dengan tema diskusi: “Kebakaran Hutan di Samosir: Terbakar atau Dibakar? Implikasi terhadap Keselamatan Lingkungan dan Tanggung Jawab Bersama”

Banyak pihak yang diundang seperti Bupati Samosir, Kapolres Samosir, Kepala Kejaksaan Negeri Samosir (Kajari), Ketua DPRD Samosir, para tokoh adat dan tokoh masyarakat, LSM dan Komunitas Lingkungan, Jurnalis, Pemerhati Lingkungan, Akademisi dan Mahasiswa, KSPPM dan lainnya. Direncanakan akan dilakukan jug zoom meeting hingga warga Samosir yang di parserahan bisa sumbang saran.

FGD ini terkait dengan semakin meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Kabupaten Samosir yang berdampak serius terhadap kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat dan keselamatan ruang hidup bersama.

Aliansi Jurnalis ini menginisiasi pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali akar persoalan, menganalisis penyebab (terbakar atau dibakar), serta mencari langkah-langkah solutif dan kolaboratif dalam penanganannya.

FGD ini juga menjadi ruang terbuka untuk mendengar pendapat dan tanggapan dari aparat penegak hukum, legislatif dan unsur masyarakat sipil secara setara dan bermartabat, ujar Dian Sinaga, jurnalis cepatsaji yang akan bertindak sebagai pemantik FGD ini, sebagai moderator  dengan harapan kehadiran semuanya dalam forum ini sebagai wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan hidup dan masa depan Kabupaten Samosir yang lestari dan bersatahi-saoloan. ***

Samuel Parningotan

Pos terkait